<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Tokoh Sikapi Putusan MK soal Batas Usia Capres-Cawapres: Reformasi Kembali ke Titik Nol</title><description>Ratusan tokoh itu menilai putusan MK merupakan tanda reformasi kembali ke titik nol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol"/><item><title>Ratusan Tokoh Sikapi Putusan MK soal Batas Usia Capres-Cawapres: Reformasi Kembali ke Titik Nol</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol-4qRgWiaTQq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan tokoh sayangkan putusan MK soal batas usia capres dan cawapres (Foto: Jonathan Simanjuntak)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/337/2902369/ratusan-tokoh-sikapi-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres-reformasi-kembali-ke-titik-nol-4qRgWiaTQq.jpg</image><title>Ratusan tokoh sayangkan putusan MK soal batas usia capres dan cawapres (Foto: Jonathan Simanjuntak)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI0OS81L3g4b3YwMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Sebanyak 215 tokoh dari berbagai kalangan profesi merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutus diperbolehkannya calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) berusia di bawah 40 tahun asal pernah atau sedang menjabat sebagai Kepala Daerah. Ratusan tokoh itu menilai putusan MK merupakan tanda reformasi kembali ke titik nol.

Ratusan tokoh itu membacakan maklumati keprihatinan atas putusan yang telah dibuat Mahkamah Konstitusi. Pembacaan maklumat itu dilakukan di Jalan Juanda, Jakarta, Senin (16/10/2023).

&quot;Reformasi kembali ke titik nol. Mundurnya Reformasi ditandai dengan merosotnya demokrasi dan diperburuk oleh fenomena politik dinasti. Reformasi dan Demokrasi yang kita tegakkan bersama dalam 25 tahun terakhir, dikhianati,&quot; ucap para tokoh termasuk Usman Hamid yang menghadiri acara tersebut.

BACA JUGA:
Hakim Saldi Isra Kritisi Putusan MK: Jauh dari Batas Penalaran!


Mereka menilai kedaulatan rakyat saat ini disingkirkan. Sementara ruang-ruang publik juga dipersempit, ia pun menilai oposisi kini menjelma menjadian aliansi kolusif.

&quot;Yang menentukan nasib kita kekuasaan pemimpin nasional dan para majikan partai,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Bilang Putusan MK Final: Meskipun Kita Tidak Suka Putusannya


Adapun prosedur demokrasi dinilai juga disalahgunakan untuk memfasilitasi oligarki yang lama mengakar di era rezim Soeharto. Penyelesaian pelanggaran HAM berat berhenti di ranah non-yudisial, instan, dan terhalang oleh kompromi politik jangka pendek.

&quot;Politik dinasti terasa kental ketika Presiden menyalahgunakan kekuasaan yang sedang dipegangnya untuk mengistimewakan keluarga sendiri. Anak-anaknya yang minim pengalaman dan prestasi politik menikmati jabatan publik maupun fasilitas bisnis yang tak mungkin didapat tanpa status anak Kepala Negara/Presiden yang berkuasa,&quot; tegasnya.

Ratusan tokoh juga menganggap Presiden terus bermanuver untuk menentukan proses Pemilu 2024. Hal itu menurut mereka ditandai dengan menggandengnya kubu politik untuk menjamin masa depan sendiri dan dinasti keluarga.



&quot;Rasa keadilan diinjak-injak. Masa depan bangsa dijadikan permainan kotor,&quot; ungkapnya.



&quot;Kami memergoki perilaku politik yang nista dari penguasa dan kalangan atas ini. Ukuran moral, tentang yang adil dan tidak adil, yang patut dan tidak patut telah hilang. Perilaku yang nista itu adalah kolusi dan nepotisme yang dirobohkan oleh gerakan reformasi, seperempat abad lalu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Hakim MK Setuju Capres-Cawapres Bisa di Bawah 40 Tahun, Asal Minimal Pernah Jabat Gubernur




Mereka pun meminta agar politik di Indonesia diabdikan untuk kedaultan rakyat. Pada akhir maklumati keprihatinan tersebut, mereka mendesak agar pemimpin bangsa terutama Presiden Joko Widodo memberikan teladan kepada masyarakatnya.



&quot;Kami mendesak para pemimpin bangsa, terutama Kepala Negara, Presiden Jokowi, agar memberi teladan, dan bukan memberi contoh buruk memperpanjang kebiasaan membangun kekuasaan bagi keluarga,&quot; tutupnya.

BACA JUGA:
Bisakah Gibran Maju Cawapres Pasca Putusan MK? Ini Kata Mahfud MD




Sebagai informasi, 215 tokoh datang dari berbagai kalangan profesi yakni Guru besar, dosen, agamawan, budayawan, mantan duta besar, mantan komisioner pemberantasan korupsi, atlet nasional, pengacara, wartawan; tokoh-tokoh pendidikan, hak azasi manusia, lingkungan hidup; produser, seniman dan pegiat literasi, sastra, teater, seni rupa dan film; tokoh-tokoh relawan Jokowi. Sebanyak 215 tokoh itu di antaranya:





1. A&amp;rsquo;ak Abdullah Al-Kudus

2. Abdul Choliq W

3. Adinda Silvia

4. Adrianus Suyadi

5. Agnes Sri Poerbasari

6. Agung Hujatnikajennong

7. Agung Wibowo

8. Agus Noor

9. Ahmad Majidun

10. Ali Goik

11. Alif Iman Nurlambang

12. Alifatul Arifiati

13. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid

14. Ambar Absari



15. Amin Santoso



16. Ammarsyah Purba



17. Amy Rahayu



18. Anak Agung Gede Ariawan



19. Andi Achdian



20. Andreas Harsono



21. Angelique Maria Cuaca



22. Ani Rahardjo



23. Anita Lie



24. Ari Nurcahyo



25. Arief Surowidjojo



26. Avanti Fontanau



27. Avianti Armand



28. Ayu Utami



29. Bambang Joedopramono



30. Banu Subagyo



31. Barly Halim



32. Beka Ulung Hapsara



33. Betti Alisjahbana



34. Bona Beding



35. Bonar Tigor Naipospos



36. Budi Frensidy



37. Butet Kartaredjasa



38. Cary Greant



39. Chrisman Hadi



40. Chumedi Yusuf



41. Daldiyono Hardjodisastro



42. Damaria Pakpahan



43. Danang Widoyoko



44. Daniel Sugama Stephanus



45. Denny Siregar



46. Diah Ambarwati



47. Dian Kartika Sari



48. Dimas S. Ranadireksa



49. Donny Danardono



50. Donny Gahral Adian



51. Eileen Rahman



52. Eko Cahyono



53. Eko Kuntadhi



54. Eko Teguh Paripurno



55. Elianu Hia



56. Ellen Pitoi



57. Ellya Soraya



58. Encik Sri Khrisna



59. Endang Yuliastuti Juwardi



60. Endo Suanda



61. Erika Widyaningsih



62. Erry Riyana Hardjapamekas



63. Erwin Moeslimin Singajuru



64. Eti Budiyanti



65. F. Budi Hardiman



66. Faisal Basri



67. Farida Mahri



68. Feby Indirani



69. Fuad Rinaldi



70. Gatot Ario Bimo



71. Goenawan Mohamad



72. Guski Suarsana



73. Hadi Rachman



74. Halim H.D.



75. Hariadi Kartodihardjo



76. Haris Jauhari



77. Helmy Fauzi



78. Hemasari Dharmabumi



79. Hendardi



80. Henny Supolo



81. Heru Hendratmoko



82. Ifdhal Kasim



83. Ika Ardina



84. Ike Noorhayati



85. Ikrar Nusa Bhakti



86. Islah Bahrawi



87. Ismid Hadad



88. Ita Fatia Nadia



89. Iva Hasanah



90. Iwan Piliang



91. Jilal Mardhani



92. Jimmy Sormin



93. John Muhammad



94. Joko Anwar



95. Jonatan Lassa



96. Jove Manukoa



97. Judhi Kristantini



98. Jumaldi Alfi



99. Justina Rostiawati



100. K.H. Nurul Huda Haem



101. Karlina Supelli



102. Koespramanto



103. Kunthi Dyah Wardani



104. Laksmi Pamuntjak



105. Lelyana Santosa



106. Leo Mali



107. Leonard Simanjuntak



108. Leopold Sudaryono



109. Levania Santoso



110. Lourda Hutagalung Budidharma



111. M. Luthfi Rahman





112. Made Supriatma







113. Manneke Budiman







114. Mardiyah Chamim







115. Maria Anik T.W.







116. Maria Hartiningsih







117. Marlin Dinamikanto







118. Martin L. Sinaga







119. Mas Achmad Daniri







120. Mas Achmad Santosa







121. Masturido







122. Mayling Oey-Gardiner







123. Melani Budianta







124. Monica Tanuhandaru







125. Multamia Lauder







126. Mulyawan Karim







127. Musdah Mulia







128. Natalia Soebagjo







129. Nazaruddin Ibrahim







130. Neng Dara Affiah







131. Nia Sjarifudin







132. Niniek L. Karim







133. Nong Darol Mahmada







134. Nugroho Dewanto







135. Nugroho F. Yudho







136. Nukila Amal







137. Nusantio Setiadi







138. Okki Satrio







139. Omi Komaria Madjid







140. Ong Harry Wahyu







141. Otto Adi Yulianto







142. Palti H. Panjaitan







143. Panda Nababan







144. Petrus Hariyanto







145. Petrus Selestinus







146. Pia Alamudi







147. Pietra Widiadi







148. Puri T.A.







149. Radian Jadi







150. Rambun Tjajo







151. Ratna Saptari







152. Ray Rangkuti







153. Restu Pratiwi







154. Rimbo Bawono







155. Ririn Hayudiani







156. Ririn Sefsani







157. Riris K. Toha Sarumpaet







158. Robi Maulana







159. Ronald Mulia Sitorus







160. Roostien Ilyas







161. Rosiana Tendean







162. Roso Suroso







163. Roy Situmorang







164. RTS Masli







165. Rudi S. Kamri







166. Rudy Koesno







167. S. Indro Tjahjono







168. S. Malela Mahargasari







169. Saeful Tavip







170. Saiful Huda Shodiq







171. Saiful Mujani







172. Sandra Hamid







173. Sandra Sahelangi







174. Sandrayati Moniaga







175. Sangriyadi Setio







176. Sapto Raharjanto







177. Saut Sirait







178. Sicillia Leiwakabessy







179. Sita Supomo







180. St. Sunardi







181. Sulistiyani







182. Sulistyowati Irianto







183. Sutarmo Setiadji







184. Suwarno Wisetrotomo







185. Suzie Sudarman







186. Teddy Wibisana







187. Telly Nathalia







188. Thomas Sunaryo







189. Todung Mulya Lubis







190. Tohjaya Tono







191. Tonny Loho







192. Tosca Santoso







193. Tri Agus Susanto Siswowiharjo







194. Trisno Sutanto







195. Triyanto Triwikromo







196. Tumpak Sitorus







197. Ulil Abshar Abdalla







198. Ulreikhe Lanes







199. Usman Hamid







200. Victorawan Sophiaan







201. Wahyu Dhyatmika







202. Wahyudin







203. Wanda Hamidah







204. Warih Wisatsana







205. Whani Darmawan







206. Wicaksono Adi







207. Widiya Hastuti







208. Wieda Dewi Widyawati







209. Wieke Dwiharti







210. Windhu Purnomo







211. Yanuar Nugroho







212. Yopie Hidayat







213. Yuska Harimurti







214. Yustina Rostiawati







215. Zumrotin K. Soesilo</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI0OS81L3g4b3YwMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Sebanyak 215 tokoh dari berbagai kalangan profesi merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutus diperbolehkannya calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) berusia di bawah 40 tahun asal pernah atau sedang menjabat sebagai Kepala Daerah. Ratusan tokoh itu menilai putusan MK merupakan tanda reformasi kembali ke titik nol.

Ratusan tokoh itu membacakan maklumati keprihatinan atas putusan yang telah dibuat Mahkamah Konstitusi. Pembacaan maklumat itu dilakukan di Jalan Juanda, Jakarta, Senin (16/10/2023).

&quot;Reformasi kembali ke titik nol. Mundurnya Reformasi ditandai dengan merosotnya demokrasi dan diperburuk oleh fenomena politik dinasti. Reformasi dan Demokrasi yang kita tegakkan bersama dalam 25 tahun terakhir, dikhianati,&quot; ucap para tokoh termasuk Usman Hamid yang menghadiri acara tersebut.

BACA JUGA:
Hakim Saldi Isra Kritisi Putusan MK: Jauh dari Batas Penalaran!


Mereka menilai kedaulatan rakyat saat ini disingkirkan. Sementara ruang-ruang publik juga dipersempit, ia pun menilai oposisi kini menjelma menjadian aliansi kolusif.

&quot;Yang menentukan nasib kita kekuasaan pemimpin nasional dan para majikan partai,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Bilang Putusan MK Final: Meskipun Kita Tidak Suka Putusannya


Adapun prosedur demokrasi dinilai juga disalahgunakan untuk memfasilitasi oligarki yang lama mengakar di era rezim Soeharto. Penyelesaian pelanggaran HAM berat berhenti di ranah non-yudisial, instan, dan terhalang oleh kompromi politik jangka pendek.

&quot;Politik dinasti terasa kental ketika Presiden menyalahgunakan kekuasaan yang sedang dipegangnya untuk mengistimewakan keluarga sendiri. Anak-anaknya yang minim pengalaman dan prestasi politik menikmati jabatan publik maupun fasilitas bisnis yang tak mungkin didapat tanpa status anak Kepala Negara/Presiden yang berkuasa,&quot; tegasnya.

Ratusan tokoh juga menganggap Presiden terus bermanuver untuk menentukan proses Pemilu 2024. Hal itu menurut mereka ditandai dengan menggandengnya kubu politik untuk menjamin masa depan sendiri dan dinasti keluarga.



&quot;Rasa keadilan diinjak-injak. Masa depan bangsa dijadikan permainan kotor,&quot; ungkapnya.



&quot;Kami memergoki perilaku politik yang nista dari penguasa dan kalangan atas ini. Ukuran moral, tentang yang adil dan tidak adil, yang patut dan tidak patut telah hilang. Perilaku yang nista itu adalah kolusi dan nepotisme yang dirobohkan oleh gerakan reformasi, seperempat abad lalu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Hakim MK Setuju Capres-Cawapres Bisa di Bawah 40 Tahun, Asal Minimal Pernah Jabat Gubernur




Mereka pun meminta agar politik di Indonesia diabdikan untuk kedaultan rakyat. Pada akhir maklumati keprihatinan tersebut, mereka mendesak agar pemimpin bangsa terutama Presiden Joko Widodo memberikan teladan kepada masyarakatnya.



&quot;Kami mendesak para pemimpin bangsa, terutama Kepala Negara, Presiden Jokowi, agar memberi teladan, dan bukan memberi contoh buruk memperpanjang kebiasaan membangun kekuasaan bagi keluarga,&quot; tutupnya.

BACA JUGA:
Bisakah Gibran Maju Cawapres Pasca Putusan MK? Ini Kata Mahfud MD




Sebagai informasi, 215 tokoh datang dari berbagai kalangan profesi yakni Guru besar, dosen, agamawan, budayawan, mantan duta besar, mantan komisioner pemberantasan korupsi, atlet nasional, pengacara, wartawan; tokoh-tokoh pendidikan, hak azasi manusia, lingkungan hidup; produser, seniman dan pegiat literasi, sastra, teater, seni rupa dan film; tokoh-tokoh relawan Jokowi. Sebanyak 215 tokoh itu di antaranya:





1. A&amp;rsquo;ak Abdullah Al-Kudus

2. Abdul Choliq W

3. Adinda Silvia

4. Adrianus Suyadi

5. Agnes Sri Poerbasari

6. Agung Hujatnikajennong

7. Agung Wibowo

8. Agus Noor

9. Ahmad Majidun

10. Ali Goik

11. Alif Iman Nurlambang

12. Alifatul Arifiati

13. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid

14. Ambar Absari



15. Amin Santoso



16. Ammarsyah Purba



17. Amy Rahayu



18. Anak Agung Gede Ariawan



19. Andi Achdian



20. Andreas Harsono



21. Angelique Maria Cuaca



22. Ani Rahardjo



23. Anita Lie



24. Ari Nurcahyo



25. Arief Surowidjojo



26. Avanti Fontanau



27. Avianti Armand



28. Ayu Utami



29. Bambang Joedopramono



30. Banu Subagyo



31. Barly Halim



32. Beka Ulung Hapsara



33. Betti Alisjahbana



34. Bona Beding



35. Bonar Tigor Naipospos



36. Budi Frensidy



37. Butet Kartaredjasa



38. Cary Greant



39. Chrisman Hadi



40. Chumedi Yusuf



41. Daldiyono Hardjodisastro



42. Damaria Pakpahan



43. Danang Widoyoko



44. Daniel Sugama Stephanus



45. Denny Siregar



46. Diah Ambarwati



47. Dian Kartika Sari



48. Dimas S. Ranadireksa



49. Donny Danardono



50. Donny Gahral Adian



51. Eileen Rahman



52. Eko Cahyono



53. Eko Kuntadhi



54. Eko Teguh Paripurno



55. Elianu Hia



56. Ellen Pitoi



57. Ellya Soraya



58. Encik Sri Khrisna



59. Endang Yuliastuti Juwardi



60. Endo Suanda



61. Erika Widyaningsih



62. Erry Riyana Hardjapamekas



63. Erwin Moeslimin Singajuru



64. Eti Budiyanti



65. F. Budi Hardiman



66. Faisal Basri



67. Farida Mahri



68. Feby Indirani



69. Fuad Rinaldi



70. Gatot Ario Bimo



71. Goenawan Mohamad



72. Guski Suarsana



73. Hadi Rachman



74. Halim H.D.



75. Hariadi Kartodihardjo



76. Haris Jauhari



77. Helmy Fauzi



78. Hemasari Dharmabumi



79. Hendardi



80. Henny Supolo



81. Heru Hendratmoko



82. Ifdhal Kasim



83. Ika Ardina



84. Ike Noorhayati



85. Ikrar Nusa Bhakti



86. Islah Bahrawi



87. Ismid Hadad



88. Ita Fatia Nadia



89. Iva Hasanah



90. Iwan Piliang



91. Jilal Mardhani



92. Jimmy Sormin



93. John Muhammad



94. Joko Anwar



95. Jonatan Lassa



96. Jove Manukoa



97. Judhi Kristantini



98. Jumaldi Alfi



99. Justina Rostiawati



100. K.H. Nurul Huda Haem



101. Karlina Supelli



102. Koespramanto



103. Kunthi Dyah Wardani



104. Laksmi Pamuntjak



105. Lelyana Santosa



106. Leo Mali



107. Leonard Simanjuntak



108. Leopold Sudaryono



109. Levania Santoso



110. Lourda Hutagalung Budidharma



111. M. Luthfi Rahman





112. Made Supriatma







113. Manneke Budiman







114. Mardiyah Chamim







115. Maria Anik T.W.







116. Maria Hartiningsih







117. Marlin Dinamikanto







118. Martin L. Sinaga







119. Mas Achmad Daniri







120. Mas Achmad Santosa







121. Masturido







122. Mayling Oey-Gardiner







123. Melani Budianta







124. Monica Tanuhandaru







125. Multamia Lauder







126. Mulyawan Karim







127. Musdah Mulia







128. Natalia Soebagjo







129. Nazaruddin Ibrahim







130. Neng Dara Affiah







131. Nia Sjarifudin







132. Niniek L. Karim







133. Nong Darol Mahmada







134. Nugroho Dewanto







135. Nugroho F. Yudho







136. Nukila Amal







137. Nusantio Setiadi







138. Okki Satrio







139. Omi Komaria Madjid







140. Ong Harry Wahyu







141. Otto Adi Yulianto







142. Palti H. Panjaitan







143. Panda Nababan







144. Petrus Hariyanto







145. Petrus Selestinus







146. Pia Alamudi







147. Pietra Widiadi







148. Puri T.A.







149. Radian Jadi







150. Rambun Tjajo







151. Ratna Saptari







152. Ray Rangkuti







153. Restu Pratiwi







154. Rimbo Bawono







155. Ririn Hayudiani







156. Ririn Sefsani







157. Riris K. Toha Sarumpaet







158. Robi Maulana







159. Ronald Mulia Sitorus







160. Roostien Ilyas







161. Rosiana Tendean







162. Roso Suroso







163. Roy Situmorang







164. RTS Masli







165. Rudi S. Kamri







166. Rudy Koesno







167. S. Indro Tjahjono







168. S. Malela Mahargasari







169. Saeful Tavip







170. Saiful Huda Shodiq







171. Saiful Mujani







172. Sandra Hamid







173. Sandra Sahelangi







174. Sandrayati Moniaga







175. Sangriyadi Setio







176. Sapto Raharjanto







177. Saut Sirait







178. Sicillia Leiwakabessy







179. Sita Supomo







180. St. Sunardi







181. Sulistiyani







182. Sulistyowati Irianto







183. Sutarmo Setiadji







184. Suwarno Wisetrotomo







185. Suzie Sudarman







186. Teddy Wibisana







187. Telly Nathalia







188. Thomas Sunaryo







189. Todung Mulya Lubis







190. Tohjaya Tono







191. Tonny Loho







192. Tosca Santoso







193. Tri Agus Susanto Siswowiharjo







194. Trisno Sutanto







195. Triyanto Triwikromo







196. Tumpak Sitorus







197. Ulil Abshar Abdalla







198. Ulreikhe Lanes







199. Usman Hamid







200. Victorawan Sophiaan







201. Wahyu Dhyatmika







202. Wahyudin







203. Wanda Hamidah







204. Warih Wisatsana







205. Whani Darmawan







206. Wicaksono Adi







207. Widiya Hastuti







208. Wieda Dewi Widyawati







209. Wieke Dwiharti







210. Windhu Purnomo







211. Yanuar Nugroho







212. Yopie Hidayat







213. Yuska Harimurti







214. Yustina Rostiawati







215. Zumrotin K. Soesilo</content:encoded></item></channel></rss>
