<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kualitas Udara Memburuk, Ribuan Mangrove Ditanam di Kepulauan Seribu</title><description>Masyarakat perlu waspada serta melakukan sejumlah upaya untuk menangkal dampak buruk polusi terhadap kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu"/><item><title>Kualitas Udara Memburuk, Ribuan Mangrove Ditanam di Kepulauan Seribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu-qfmgZmqMiK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Kepulauan Seribu/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/338/2902462/kualitas-udara-memburuk-ribuan-mangrove-ditanam-di-kepulauan-seribu-qfmgZmqMiK.jpg</image><title>Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Kepulauan Seribu/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC8xLzE3MTM0OC81L3g4b2U3c3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Kualitas udara di wilayah Jabodetabek serta sejumlah kota di Tanah Air menjadi sorotan masyarakat pada beberapa waktu terakhir.
Masyarakat perlu waspada serta melakukan sejumlah upaya untuk menangkal dampak buruk polusi terhadap kesehatan. Karena, polusi udara merupakan salah satu pemicu peningkatan radikal bebas.
Secara global, pencemaran udara menjadi penyebab kematian keempat terbesar di dunia. Hal ini diperparah dengan adanya perubahan iklim dan pemanasan yang berpotensi meningkatkan alergen di masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan alergi atopik seperti rinitis alergi (AR) dan asma.

BACA JUGA:
350 Pohon Hijaukan Wilayah Sungai Meninting, Cegah Banjir di Lombok Barat

Untuk mengatasi hal tersebut, Komunitas Lestari Mangrove and Nature (LEVA) menanam 1.000 bibit pohon mangrove di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini diharapkan secara jangka panjang dapat mengurangi masalah kesehatan masyarakat akibat ketidaksetaraan kualitas udara, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.
Founder LEVA, Nathasi Fadhlin, mengatakan, polusi udara merupakan permasalahan serius yang harus diselesaikan secara bersama-sama dengan mendorong kolaborasi lintas sektor.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami mengapresiasi aksi nyata sejumlah pihal dalam mengurangi polusi udara di Jakarta sekaligus mendorong perbaikan lingkungan secara berkelanjutan melalui penanaman 1.000 pohon mangrove ini,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Ada di Urutan Ketujuh Dunia, Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Siang Ini

Dia berharap adanya aksi nyata ini turut menginspirasi para pemangku kepentingan lainnya untuk bergotong-royong mengatasi polusi udara dengan menanam pohon mangrove.
Diketahui, hutan mangrove dapat mengurangi tingkat erosi tanah, mengatur salinitas air, dan menjadi habitat bagi ekosistem laut. Adapun jenis mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini adalah Rhizophora Stylosa, jenis mangrove pionir yang tumbuh di pantai Pulau Pramuka dengan menggunakan teknik tumpukan.
&amp;ldquo;Dengan terus menjaga keberlanjutan lingkungan maka akan menciptakan dampak positif bagi kualitas kesehatan masyarakat hingga ke generasi selanjutnya,&amp;rdquo; tutup Nathasi.Sementara itu, Country Head Sanofi Consumer Healthcare (CHC) Indonesia, Midha Mulyaningrum, menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan hidup dengan mengatasi pencemaran udara yang diakibatkan perubahan iklim.

&amp;ldquo;Sanofi bekerja sama dengan LEVA pada hari ini untuk menanam 1.000 pohon mangrove guna membantu dalam mengurangi masalah pencemaran udara di Jakarta. Kegiatan ini menjadi aksi nyata sekaligus tindakan preventif dari kami untuk meminimalkan potensi risiko kesehatan bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Midha.

Selain penanaman pohon mangrove, terdapat juga kegiatan edukasi mengenai berbagai program ramah lingkungan serta berkelanjutan di area hutan terpadu inisiasi Yayasan Rumah Literasi Hijau.

&amp;ldquo;Dengan penanaman 1.000 mangrove di Kepulauan Seribu ini diharapkan juga menciptakan dampak positif pada perbaikan ekosistem pantai di Teluk Jakarta dan mengurangi pencemaran, demi masa depan yang lebih baik untuk 1.000 tahun mendatang,&amp;rdquo; tutup Midha.



Kegiatan yang termasuk ke dalam rangkaian Purpose Day 2023, dengan tema &amp;lsquo;Fight Against The Inequality of Air Quality&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;Melawan Ketidaksetaraan Kualitas Udara' ini melibatkan 50 orang, termasuk karyawan Sanofi CHC Indonesia, tim LEVA, dan warga setempat.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC8xLzE3MTM0OC81L3g4b2U3c3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Kualitas udara di wilayah Jabodetabek serta sejumlah kota di Tanah Air menjadi sorotan masyarakat pada beberapa waktu terakhir.
Masyarakat perlu waspada serta melakukan sejumlah upaya untuk menangkal dampak buruk polusi terhadap kesehatan. Karena, polusi udara merupakan salah satu pemicu peningkatan radikal bebas.
Secara global, pencemaran udara menjadi penyebab kematian keempat terbesar di dunia. Hal ini diperparah dengan adanya perubahan iklim dan pemanasan yang berpotensi meningkatkan alergen di masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan alergi atopik seperti rinitis alergi (AR) dan asma.

BACA JUGA:
350 Pohon Hijaukan Wilayah Sungai Meninting, Cegah Banjir di Lombok Barat

Untuk mengatasi hal tersebut, Komunitas Lestari Mangrove and Nature (LEVA) menanam 1.000 bibit pohon mangrove di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini diharapkan secara jangka panjang dapat mengurangi masalah kesehatan masyarakat akibat ketidaksetaraan kualitas udara, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.
Founder LEVA, Nathasi Fadhlin, mengatakan, polusi udara merupakan permasalahan serius yang harus diselesaikan secara bersama-sama dengan mendorong kolaborasi lintas sektor.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami mengapresiasi aksi nyata sejumlah pihal dalam mengurangi polusi udara di Jakarta sekaligus mendorong perbaikan lingkungan secara berkelanjutan melalui penanaman 1.000 pohon mangrove ini,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Ada di Urutan Ketujuh Dunia, Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Siang Ini

Dia berharap adanya aksi nyata ini turut menginspirasi para pemangku kepentingan lainnya untuk bergotong-royong mengatasi polusi udara dengan menanam pohon mangrove.
Diketahui, hutan mangrove dapat mengurangi tingkat erosi tanah, mengatur salinitas air, dan menjadi habitat bagi ekosistem laut. Adapun jenis mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini adalah Rhizophora Stylosa, jenis mangrove pionir yang tumbuh di pantai Pulau Pramuka dengan menggunakan teknik tumpukan.
&amp;ldquo;Dengan terus menjaga keberlanjutan lingkungan maka akan menciptakan dampak positif bagi kualitas kesehatan masyarakat hingga ke generasi selanjutnya,&amp;rdquo; tutup Nathasi.Sementara itu, Country Head Sanofi Consumer Healthcare (CHC) Indonesia, Midha Mulyaningrum, menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan hidup dengan mengatasi pencemaran udara yang diakibatkan perubahan iklim.

&amp;ldquo;Sanofi bekerja sama dengan LEVA pada hari ini untuk menanam 1.000 pohon mangrove guna membantu dalam mengurangi masalah pencemaran udara di Jakarta. Kegiatan ini menjadi aksi nyata sekaligus tindakan preventif dari kami untuk meminimalkan potensi risiko kesehatan bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Midha.

Selain penanaman pohon mangrove, terdapat juga kegiatan edukasi mengenai berbagai program ramah lingkungan serta berkelanjutan di area hutan terpadu inisiasi Yayasan Rumah Literasi Hijau.

&amp;ldquo;Dengan penanaman 1.000 mangrove di Kepulauan Seribu ini diharapkan juga menciptakan dampak positif pada perbaikan ekosistem pantai di Teluk Jakarta dan mengurangi pencemaran, demi masa depan yang lebih baik untuk 1.000 tahun mendatang,&amp;rdquo; tutup Midha.



Kegiatan yang termasuk ke dalam rangkaian Purpose Day 2023, dengan tema &amp;lsquo;Fight Against The Inequality of Air Quality&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;Melawan Ketidaksetaraan Kualitas Udara' ini melibatkan 50 orang, termasuk karyawan Sanofi CHC Indonesia, tim LEVA, dan warga setempat.

</content:encoded></item></channel></rss>
