<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polres Depok Sidak Terminal Bus Usai Maraknya Fenomena Berburu Klakson Telolet</title><description>&amp;nbsp;
Diketahui modifikasi klakson 'telolet' dianggap mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet"/><item><title>Polres Depok Sidak Terminal Bus Usai Maraknya Fenomena Berburu Klakson Telolet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet-ZDpB33NQjg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/338/2902822/polres-depok-sidak-terminal-bus-usai-maraknya-fenomena-berburu-klakson-telolet-ZDpB33NQjg.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5NS81L3g4bzI3aTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Satlantas Polres Metro Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Depok Lama dan Jatijajar usai marak fenomena berburu klakson 'telolet' oleh sejumlah masyarakat pada Senin (16/10/2023) sore.

Diketahui modifikasi klakson 'telolet' dianggap mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara di sekitar hingga mengakibatkan kecelakaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Berburu Telolet Kian Meresahkan, Polisi Kedepankan Upaya Pencegahan

&quot;Satlantas Polrestro Depok Pimpinan Kompol Sugianto (Wakasat Lantas) melaksanakan pemeriksaan terhadap bus yang memasang suara telolet di Terminal Jatijajar karena dapat menganggu konsentrasi pengemudi lainnya dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalulintas,&quot; tulis laman Instagram @lantasrestrodepok dikutip, Selasa (17/10/2023).

Wakasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Sugianto membenarkan sidak dilakukan di dua lokasi. &quot;Betul telah dilakukan sidak (klakson 'telolet') ke Terminal Depok lama dan Terminal Jatijajar Depok,&quot; ucap Sugianto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Bocah Berburu Klakson Telolet di Depok Semakin Meresahkan, Ini Kata Polisi

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra menyebut sidak sebagai upaya mengantisipasi. Hal itu menyusul marak kalangan anak-anak berkumpul dipinggir jalan berburu klakson 'telolet' tersebut.

&quot;Mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang melibatkan bus. Terutama kalangan anak-anak yang berkumpul di pinggir jalan demi konten klakson telolet. Saat akhir pekan, banyak anak-anak yang berkumpul di pinggir jalan dan meminta sopir bus membunyikan klakson telolet,&quot; ucap Multazam.

Lebih lanjut, Multazam menekankan bahwa sanksi terkait modifikasi klakson 'telolet' tak berarti jika terjadi kecelakaan nantinya.



&quot;Sanksi tidak akan berarti jika dikemudian hari ada yang celaka,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5NS81L3g4bzI3aTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Satlantas Polres Metro Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Depok Lama dan Jatijajar usai marak fenomena berburu klakson 'telolet' oleh sejumlah masyarakat pada Senin (16/10/2023) sore.

Diketahui modifikasi klakson 'telolet' dianggap mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara di sekitar hingga mengakibatkan kecelakaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Berburu Telolet Kian Meresahkan, Polisi Kedepankan Upaya Pencegahan

&quot;Satlantas Polrestro Depok Pimpinan Kompol Sugianto (Wakasat Lantas) melaksanakan pemeriksaan terhadap bus yang memasang suara telolet di Terminal Jatijajar karena dapat menganggu konsentrasi pengemudi lainnya dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalulintas,&quot; tulis laman Instagram @lantasrestrodepok dikutip, Selasa (17/10/2023).

Wakasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Sugianto membenarkan sidak dilakukan di dua lokasi. &quot;Betul telah dilakukan sidak (klakson 'telolet') ke Terminal Depok lama dan Terminal Jatijajar Depok,&quot; ucap Sugianto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Bocah Berburu Klakson Telolet di Depok Semakin Meresahkan, Ini Kata Polisi

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra menyebut sidak sebagai upaya mengantisipasi. Hal itu menyusul marak kalangan anak-anak berkumpul dipinggir jalan berburu klakson 'telolet' tersebut.

&quot;Mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang melibatkan bus. Terutama kalangan anak-anak yang berkumpul di pinggir jalan demi konten klakson telolet. Saat akhir pekan, banyak anak-anak yang berkumpul di pinggir jalan dan meminta sopir bus membunyikan klakson telolet,&quot; ucap Multazam.

Lebih lanjut, Multazam menekankan bahwa sanksi terkait modifikasi klakson 'telolet' tak berarti jika terjadi kecelakaan nantinya.



&quot;Sanksi tidak akan berarti jika dikemudian hari ada yang celaka,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
