<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks PM Israel: Hamas Adalah Gerakan Ideologi, Tidak Bisa Dilenyapkan</title><description>Barak juga menekankan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seharusnya mundur setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan"/><item><title>Eks PM Israel: Hamas Adalah Gerakan Ideologi, Tidak Bisa Dilenyapkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan-GaYw9jaZWy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ehud Barak. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/18/2903872/eks-pm-israel-hamas-adalah-gerakan-ideologi-tidak-bisa-dilenyapkan-GaYw9jaZWy.jpeg</image><title>Ehud Barak. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANTAN Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) tidak dapat dihilangkan karena sudah mengakar kuat di hati dan pikiran rakyat Palestina. Barak juga menekankan bahwa jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berada di negara yang normal, ia akan mengundurkan diri setelah serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober.

BACA JUGA:
Profil Hamas, Kelompok Palestina yang Sukses Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Israel&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Saat ini dia (Netanyahu) sedang memimpin pemerintahan, jadi sangat penting bahwa selain (Menteri Pertahanan Yoav) Gallant, juga ada (Mantan Menteri Pertahanan Benny) Gantz dan (mantan Kepala Staf IDF Gadi) Eisenkot, setidaknya untuk menenangkan tentara di lapangan,&amp;rdquo; kata Barak dalam wawancara dengan Ynet News pada Senin, (16/10/2023).
Mengenai tujuan perang Israel di Gaza, Barak berkata: &amp;ldquo;Kita tidak bisa sepenuhnya melenyapkan Hamas. Hamas adalah gerakan ideologis yang ada dalam mimpi, hati, dan pikiran rakyat (Palestina).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Langkah praktis yang harus dicapai oleh perang ini adalah menghilangkan seluruh kemampuan operasional Hamas di Jalur Gaza, dan ini adalah tugas yang cukup rumit, sehingga harus menjadi fokus.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kami bermaksud untuk menghilangkan kemampuan militer gerakan Hamas, dan kami juga berharap bahwa Otoritas Palestina atau entitas lain mana pun dapat dikembalikan ke sana (Gaza), karena tidak ada tempat bagi Hamas di pemerintahan Gaza juga,&amp;rdquo; dia menambahkan sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

BACA JUGA:
Inilah Para Tokoh Pimpinan Hamas yang Jadi Momok Israel

Dia juga merujuk pada permintaan Amerika untuk melanjutkan pasokan air ke Jalur Gaza, dengan mengatakan: &amp;ldquo;Saya rasa Israel tidak punya pilihan. Dukungan Amerika terhadap kita secara luas adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hal ini juga harus dibayar mahal. Ini salah satunya.&amp;rdquo;

Mengenai kemungkinan pembukaan front lain di utara dengan kelompok Hizbullah Lebanon, Barak mengatakan Israel tidak tertarik membuka front kedua, dan menambahkan bahwa dia tidak merekomendasikan Hizbullah untuk melakukan hal tersebut.
&amp;ldquo;Ada kemungkinan bahwa Iran akan mendorong Hizbullah untuk membuka front kedua, dan baku tembak yang terjadi setiap hari selama dua hari terakhir dapat menyebabkan kemunduran,&amp;rdquo; katanya, seraya mencatat bahwa kebijakan Israel yang berfokus pada Jalur Gaza, dan bukan perluasan konfrontasi ke utara dengan Lebanon, adalah pertimbangan yang sangat tepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM4Ny81L3g4b3g0cnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Anda ingin melenyapkan Hamas. Hamas tidak berada di utara, tapi di Gaza.&amp;rdquo;
Barak menggambarkan infiltrasi perlawanan Palestina di kota-kota dan pangkalan militer di sekitar Jalur Gaza sebagai &amp;ldquo;insiden paling berbahaya yang pernah terjadi di Negara Israel sejak pendiriannya.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Belum pernah terjadi hal seperti ini, baik dalam hal besarnya kerugian dalam satu hari maupun dalam hal cara mengerikan dimana banyak orang terbunuh, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil,&amp;rdquo; klaimnya.</description><content:encoded>MANTAN Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) tidak dapat dihilangkan karena sudah mengakar kuat di hati dan pikiran rakyat Palestina. Barak juga menekankan bahwa jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berada di negara yang normal, ia akan mengundurkan diri setelah serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober.

BACA JUGA:
Profil Hamas, Kelompok Palestina yang Sukses Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Israel&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Saat ini dia (Netanyahu) sedang memimpin pemerintahan, jadi sangat penting bahwa selain (Menteri Pertahanan Yoav) Gallant, juga ada (Mantan Menteri Pertahanan Benny) Gantz dan (mantan Kepala Staf IDF Gadi) Eisenkot, setidaknya untuk menenangkan tentara di lapangan,&amp;rdquo; kata Barak dalam wawancara dengan Ynet News pada Senin, (16/10/2023).
Mengenai tujuan perang Israel di Gaza, Barak berkata: &amp;ldquo;Kita tidak bisa sepenuhnya melenyapkan Hamas. Hamas adalah gerakan ideologis yang ada dalam mimpi, hati, dan pikiran rakyat (Palestina).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Langkah praktis yang harus dicapai oleh perang ini adalah menghilangkan seluruh kemampuan operasional Hamas di Jalur Gaza, dan ini adalah tugas yang cukup rumit, sehingga harus menjadi fokus.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kami bermaksud untuk menghilangkan kemampuan militer gerakan Hamas, dan kami juga berharap bahwa Otoritas Palestina atau entitas lain mana pun dapat dikembalikan ke sana (Gaza), karena tidak ada tempat bagi Hamas di pemerintahan Gaza juga,&amp;rdquo; dia menambahkan sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

BACA JUGA:
Inilah Para Tokoh Pimpinan Hamas yang Jadi Momok Israel

Dia juga merujuk pada permintaan Amerika untuk melanjutkan pasokan air ke Jalur Gaza, dengan mengatakan: &amp;ldquo;Saya rasa Israel tidak punya pilihan. Dukungan Amerika terhadap kita secara luas adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hal ini juga harus dibayar mahal. Ini salah satunya.&amp;rdquo;

Mengenai kemungkinan pembukaan front lain di utara dengan kelompok Hizbullah Lebanon, Barak mengatakan Israel tidak tertarik membuka front kedua, dan menambahkan bahwa dia tidak merekomendasikan Hizbullah untuk melakukan hal tersebut.
&amp;ldquo;Ada kemungkinan bahwa Iran akan mendorong Hizbullah untuk membuka front kedua, dan baku tembak yang terjadi setiap hari selama dua hari terakhir dapat menyebabkan kemunduran,&amp;rdquo; katanya, seraya mencatat bahwa kebijakan Israel yang berfokus pada Jalur Gaza, dan bukan perluasan konfrontasi ke utara dengan Lebanon, adalah pertimbangan yang sangat tepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM4Ny81L3g4b3g0cnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Anda ingin melenyapkan Hamas. Hamas tidak berada di utara, tapi di Gaza.&amp;rdquo;
Barak menggambarkan infiltrasi perlawanan Palestina di kota-kota dan pangkalan militer di sekitar Jalur Gaza sebagai &amp;ldquo;insiden paling berbahaya yang pernah terjadi di Negara Israel sejak pendiriannya.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Belum pernah terjadi hal seperti ini, baik dalam hal besarnya kerugian dalam satu hari maupun dalam hal cara mengerikan dimana banyak orang terbunuh, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil,&amp;rdquo; klaimnya.</content:encoded></item></channel></rss>
