<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Dokter di Gaza, 4 dari 10 Orang yang Dirawat di Rumah Sakit Adalah Anak-Anak</title><description>Dia menambahkan bahwa 40% pasien yang dia temui adalah anak-anak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak"/><item><title>Kesaksian Dokter di Gaza, 4 dari 10 Orang yang Dirawat di Rumah Sakit Adalah Anak-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak-UDqTrCStzw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesaksian dokter di RS Gaza yang melihat banyak anak-anak yang dirawat di RS (Foto : Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/18/2904560/kesaksian-dokter-di-gaza-4-dari-10-orang-yang-dirawat-di-rumah-sakit-adalah-anak-anak-UDqTrCStzw.jpg</image><title>Kesaksian dokter di RS Gaza yang melihat banyak anak-anak yang dirawat di RS (Foto : Anadolu Agency)</title></images><description>GAZA - Ghassan Abu-Sittah, seorang dokter dari London yang bekerja di Gaza, menggambarkan apa yang terjadi pada Selasa (17/10/2023) malam, ketika ledakan terjadi di rumah sakit Al Ahli.

&amp;ldquo;Saya berada di ruang operasi ketika rudal menyerang,&amp;rdquo; katanya, dikutip BBC.
&amp;ldquo;Langit-langit ruang operasi menimpa kami,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Kepanikan dan Kebingungan Terjadi di Lokasi Ledakan RS Gaza

&amp;ldquo;Ada ratusan yang meninggal, ada yang diamputasi, ada yang diamputasi primer,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan bahwa 40% pasien yang dia temui adalah anak-anak dan mereka semua telah kehilangan satu atau dua orang tua dan sayangnya anak-anak ini memiliki jalan pemulihan yang sangat panjang.

BACA JUGA:
Buka Penyeberangan Rafah, Mesir Setuju Izinkan 20 Truk Bantuan Pertama Masuk ke Gaza

Seperti diketahui, pejabat kesehatan Palestina kini mengatakan setidaknya 471 orang tewas akibat ledakan di sebuah rumah sakit di Kota Gaza pada Selasa (17/10/2023) malam. Mereka menyalahkan serangan udara Israel, namun militer Israel mengatakan ledakan itu disebabkan oleh kegagalan peluncuran roket yang dilakukan oleh kelompok militan Jihad Islam Palestina.

Wartawan BBC Rushdi Abu Alouf mengunjungi lokasi kejadian dan menemukan bahwa petgas terus mengumpulkan bagian tubuh yang bergelimpangan.
Kasur yang berlumuran darah berserakan di halaman rumah sakit Arab Al-Ahli, bersama dengan pakaian dan barang-barang pribadi yang tertinggal dalam kekacauan setelah ledakan dan kebakaran besar yang diakibatkannya.



Bangunan di sekitarnya juga rusak, tampaknya bopeng akibat pecahan peluru. Namun tidak ada kawah tumbukan besar yang terlihat.



Ada suasana panik, ketika orang-orang kesulitan memahami apa yang terjadi di tempat yang seharusnya dilindungi hukum kemanusiaan internasional.

</description><content:encoded>GAZA - Ghassan Abu-Sittah, seorang dokter dari London yang bekerja di Gaza, menggambarkan apa yang terjadi pada Selasa (17/10/2023) malam, ketika ledakan terjadi di rumah sakit Al Ahli.

&amp;ldquo;Saya berada di ruang operasi ketika rudal menyerang,&amp;rdquo; katanya, dikutip BBC.
&amp;ldquo;Langit-langit ruang operasi menimpa kami,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Kepanikan dan Kebingungan Terjadi di Lokasi Ledakan RS Gaza

&amp;ldquo;Ada ratusan yang meninggal, ada yang diamputasi, ada yang diamputasi primer,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan bahwa 40% pasien yang dia temui adalah anak-anak dan mereka semua telah kehilangan satu atau dua orang tua dan sayangnya anak-anak ini memiliki jalan pemulihan yang sangat panjang.

BACA JUGA:
Buka Penyeberangan Rafah, Mesir Setuju Izinkan 20 Truk Bantuan Pertama Masuk ke Gaza

Seperti diketahui, pejabat kesehatan Palestina kini mengatakan setidaknya 471 orang tewas akibat ledakan di sebuah rumah sakit di Kota Gaza pada Selasa (17/10/2023) malam. Mereka menyalahkan serangan udara Israel, namun militer Israel mengatakan ledakan itu disebabkan oleh kegagalan peluncuran roket yang dilakukan oleh kelompok militan Jihad Islam Palestina.

Wartawan BBC Rushdi Abu Alouf mengunjungi lokasi kejadian dan menemukan bahwa petgas terus mengumpulkan bagian tubuh yang bergelimpangan.
Kasur yang berlumuran darah berserakan di halaman rumah sakit Arab Al-Ahli, bersama dengan pakaian dan barang-barang pribadi yang tertinggal dalam kekacauan setelah ledakan dan kebakaran besar yang diakibatkannya.



Bangunan di sekitarnya juga rusak, tampaknya bopeng akibat pecahan peluru. Namun tidak ada kawah tumbukan besar yang terlihat.



Ada suasana panik, ketika orang-orang kesulitan memahami apa yang terjadi di tempat yang seharusnya dilindungi hukum kemanusiaan internasional.

</content:encoded></item></channel></rss>
