<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Hamas Israel Terus Berkecamuk, PBB: Dunia Kehilangan Rasa Kemanusiaannya</title><description>Lazzarini memperingatkan tentang situasi yang mengerikan bagi warga sipil di Gaza.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya"/><item><title>Perang Hamas Israel Terus Berkecamuk, PBB: Dunia Kehilangan Rasa Kemanusiaannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya-EFEpWccdLO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Hamas-Israel terus memanas dan memakan banyak korban jiwa (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/18/2904956/perang-hamas-israel-terus-berkecamuk-pbb-dunia-kehilangan-rasa-kemanusiaannya-EFEpWccdLO.jpg</image><title>Perang Hamas-Israel terus memanas dan memakan banyak korban jiwa (Foto: BBC)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Dunia dinilai telah kehilangan rasa kemanusiaannya akibat perang Hamas dan Israel yang kian memanas. Ketua badan Perserikatan Bangssa-Bangsa (PBB) Philippe Lazzarini mengatakan Timur Tengah berada di &quot;tepi jurang&quot; akibat perang antara Israel dan Hamas.
&amp;ldquo;Dunia kini kehilangan rasa kemanusiaannya,&amp;rdquo; terang Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat kepada BBC. Dia memperingatkan bahwa kekerasan bisa meluas ke seluruh wilayah.

Lazzarini memperingatkan tentang situasi yang mengerikan bagi warga sipil di Gaza, dan menyerukan kembali adanya koridor bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.


BACA JUGA:
Menhan: Pasukan Israel Akan Segera Melihat Gaza dari Dalam&amp;nbsp;

Berbicara di Yerusalem, Lazzarini mengutuk serangan Hamas terhadap Israel, dan menyebutnya sebagai &quot;pembantaian yang mengerikan dan biadab&quot; yang telah menciptakan &quot;trauma nasional, trauma kolektif di Israel&quot;.


BACA JUGA:
Serangan Israel Hantam Gereja Ortodoks di Gaza, Tewaskan Orang-Orang yang Berlindung

&amp;ldquo;Tetapi kejadian ini tetap tidak membenarkan perang dilakukan tanpa ada pengekangan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Dan saya tidak percaya bahwa membunuh lebih banyak warga sipil adalah demi kepentingan keamanan dan perdamaian masa depan di wilayah ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
Seperti diketahui, kekerasan di Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak Israel mulai membombardir Jalur Gaza dan bentrok dengan Hizbullah di perbatasan Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa wilayah Palestina yang menjadi titik konflik bisa menjadi front ketiga dalam perang yang lebih luas.
Israel melancarkan perang melawan kelompok Hamas di daerah kantong Palestina di Gaza, namun tentara dan pemukim Israel menarik diri dari Gaza pada 2005. Israel masih menduduki Tepi Barat, yang direbut bersama Gaza dalam perang Timur Tengah pada 1967.



Hamas, yang menguasai Gaza, menewaskan lebih dari 1.400 orang dalam serangan mendadak di Israel pada 7 Oktober, yang memicu pemboman Israel yang telah menewaskan 3.500 orang di Gaza. Israel sedang mempersiapkan serangan darat skala penuh di Gaza untuk menghancurkan Hamas.



Negara-negara Barat yang mendukung Israel khawatir akan terjadinya perang yang lebih luas yang akan menjadikan Lebanon, dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, sebagai front kedua dan Tepi Barat sebagai apa yang oleh media Israel disebut sebagai front ketiga yang potensial.

</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Dunia dinilai telah kehilangan rasa kemanusiaannya akibat perang Hamas dan Israel yang kian memanas. Ketua badan Perserikatan Bangssa-Bangsa (PBB) Philippe Lazzarini mengatakan Timur Tengah berada di &quot;tepi jurang&quot; akibat perang antara Israel dan Hamas.
&amp;ldquo;Dunia kini kehilangan rasa kemanusiaannya,&amp;rdquo; terang Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat kepada BBC. Dia memperingatkan bahwa kekerasan bisa meluas ke seluruh wilayah.

Lazzarini memperingatkan tentang situasi yang mengerikan bagi warga sipil di Gaza, dan menyerukan kembali adanya koridor bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.


BACA JUGA:
Menhan: Pasukan Israel Akan Segera Melihat Gaza dari Dalam&amp;nbsp;

Berbicara di Yerusalem, Lazzarini mengutuk serangan Hamas terhadap Israel, dan menyebutnya sebagai &quot;pembantaian yang mengerikan dan biadab&quot; yang telah menciptakan &quot;trauma nasional, trauma kolektif di Israel&quot;.


BACA JUGA:
Serangan Israel Hantam Gereja Ortodoks di Gaza, Tewaskan Orang-Orang yang Berlindung

&amp;ldquo;Tetapi kejadian ini tetap tidak membenarkan perang dilakukan tanpa ada pengekangan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Dan saya tidak percaya bahwa membunuh lebih banyak warga sipil adalah demi kepentingan keamanan dan perdamaian masa depan di wilayah ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
Seperti diketahui, kekerasan di Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak Israel mulai membombardir Jalur Gaza dan bentrok dengan Hizbullah di perbatasan Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa wilayah Palestina yang menjadi titik konflik bisa menjadi front ketiga dalam perang yang lebih luas.
Israel melancarkan perang melawan kelompok Hamas di daerah kantong Palestina di Gaza, namun tentara dan pemukim Israel menarik diri dari Gaza pada 2005. Israel masih menduduki Tepi Barat, yang direbut bersama Gaza dalam perang Timur Tengah pada 1967.



Hamas, yang menguasai Gaza, menewaskan lebih dari 1.400 orang dalam serangan mendadak di Israel pada 7 Oktober, yang memicu pemboman Israel yang telah menewaskan 3.500 orang di Gaza. Israel sedang mempersiapkan serangan darat skala penuh di Gaza untuk menghancurkan Hamas.



Negara-negara Barat yang mendukung Israel khawatir akan terjadinya perang yang lebih luas yang akan menjadikan Lebanon, dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, sebagai front kedua dan Tepi Barat sebagai apa yang oleh media Israel disebut sebagai front ketiga yang potensial.

</content:encoded></item></channel></rss>
