<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manuver Ali Moertopo Langgengkan Orde Baru dengan Melebur Partai Politik</title><description>Ali Moertopo merupakan sosok memiliki peranan penting dalam melanggengkan rezim Orde Baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik"/><item><title>Manuver Ali Moertopo Langgengkan Orde Baru dengan Melebur Partai Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 06:15 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik-H6oykUeAnV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ali Moertopo (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/337/2904671/manuver-ali-moertopo-langgengkan-orde-baru-dengan-melebur-partai-politik-H6oykUeAnV.jpg</image><title>Ali Moertopo (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ali Moertopo merupakan sosok memiliki peranan penting dalam melanggengkan rezim Orde Baru. Dengan kemampuan analisa dan intelijen, dirinya melakukan berbagai manuver.
Ia pun menggagas peleburan banyak partai politik pada 1968. Itu dilakukan agar mudah dikendalikan pemerintah, yang kala itu berasa di bawah kuasa Soeharto.

BACA JUGA:
Benarkah Soeharto Sempat Jadi Karyawan Bank, Polisi Jepang dan Tentara Belanda?

Pada 1973 akhirnya terwujud. Semua partai berfusi ke dalam tiga partai saja: Golkar, PPP (hasil fusi partai-partai bercorak Islam), dan PDI (fusi partai-partai bercorak nasionalis).
Melansir dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi, bahwa kebebasan berpolitik turut beku. Bahkan, situasi tersebut bertahan hingga seperempat abad.
Manuver Ali Moertopo lewat lembaga Operasi Khusus (Opsus) juga melibas aktivis-aktivis pro-demokrasi maupun kaum oposisi yang berani bersuara menentang rezim Orde Baru. Organisasi &quot;buldoser&quot; ini begitu efektif dan ditakuti tokoh-tokoh prodemokrasi.

BACA JUGA:
Kisah Gadis Misterius Ngaku Anak Soeharto, Bawa Racun Tikus

Lembaga intelijen tentara dikembangkan hingga menjadi semacam perangkat early warning bagi penguasa. Itu semata mata digunakan untuk memberangus lawan-Iawan politiknya.



Pada 15 Mei 1984, Ali Moertopo wafat karena serangan jantung. Semasa hidupnya, sejumlah posisi penting pernah diemban, seperti Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) dan Menteri Penerangan RI (1978-1983).</description><content:encoded>JAKARTA - Ali Moertopo merupakan sosok memiliki peranan penting dalam melanggengkan rezim Orde Baru. Dengan kemampuan analisa dan intelijen, dirinya melakukan berbagai manuver.
Ia pun menggagas peleburan banyak partai politik pada 1968. Itu dilakukan agar mudah dikendalikan pemerintah, yang kala itu berasa di bawah kuasa Soeharto.

BACA JUGA:
Benarkah Soeharto Sempat Jadi Karyawan Bank, Polisi Jepang dan Tentara Belanda?

Pada 1973 akhirnya terwujud. Semua partai berfusi ke dalam tiga partai saja: Golkar, PPP (hasil fusi partai-partai bercorak Islam), dan PDI (fusi partai-partai bercorak nasionalis).
Melansir dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi, bahwa kebebasan berpolitik turut beku. Bahkan, situasi tersebut bertahan hingga seperempat abad.
Manuver Ali Moertopo lewat lembaga Operasi Khusus (Opsus) juga melibas aktivis-aktivis pro-demokrasi maupun kaum oposisi yang berani bersuara menentang rezim Orde Baru. Organisasi &quot;buldoser&quot; ini begitu efektif dan ditakuti tokoh-tokoh prodemokrasi.

BACA JUGA:
Kisah Gadis Misterius Ngaku Anak Soeharto, Bawa Racun Tikus

Lembaga intelijen tentara dikembangkan hingga menjadi semacam perangkat early warning bagi penguasa. Itu semata mata digunakan untuk memberangus lawan-Iawan politiknya.



Pada 15 Mei 1984, Ali Moertopo wafat karena serangan jantung. Semasa hidupnya, sejumlah posisi penting pernah diemban, seperti Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) dan Menteri Penerangan RI (1978-1983).</content:encoded></item></channel></rss>
