<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Perubahan Iklim Kian Parah, Semua Sektor Diminta Kejar Target Pengurangan Emisi 2030</title><description>Target tersebut dibuat untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan peningkatan suhu bumi dan perubahan iklim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030"/><item><title>Cegah Perubahan Iklim Kian Parah, Semua Sektor Diminta Kejar Target Pengurangan Emisi 2030</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 06:06 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030-qCKHSivM1u.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi udara. (Foto: Ilustrasi/Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2904708/cegah-perubahan-iklim-kian-parah-semua-sektor-diminta-kejar-target-pengurangan-emisi-2030-qCKHSivM1u.jpeg</image><title>Polisi udara. (Foto: Ilustrasi/Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa Indonesia menaikkan target&amp;nbsp;pengurangan emisi atau Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC)&amp;nbsp;menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada tahun 2030.
Target tersebut dibuat untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan peningkatan suhu bumi atau pemanasan global dan&amp;nbsp;perubahan iklim. Emisi juga meningkatkan polusi udara.
Untuk itu, Diaz mengingatkan pada seluruh sektor untuk siap untuk membantu atau ikut mengimplementasikan kebijakan dan target yang telah ditetapkan pemerintah tersebut.

BACA JUGA:
Akademisi UI Ungkap Dampak Limbah pada Pemanasan Global, Ini Penjelasannya

&quot;Indonesia punya target pengurangan emisi pada tahun 2030 baik dengan bantuan maupun tanpa bantuan internasional,&amp;rdquo; kata Diaz, dalam keterangannya, Kamis (19/10/2023).
Diaz mengatakan, sektor energi, transportasi hingga agrikultur sudah dianalisa karena emisinya yang besar. Untuk itu, semua pihak harus mengupayakan pengurangan emisi untuk mencapai target pemerintah tersebut.


BACA JUGA:
 RI Punya Desa Energi Berdikari, Bisa Tekan Emisi hingga Hemat Rp139 Juta per Tahun

Selain itu menurut Diaz, peran industri semen ramah lingkungan bisa lebih didorong dan didukung pemanfaatannya di proyek-proyek pemerintah serta swasta.
Data yang diterimanya, industri semen menyumbang 7% emisi secara global. Secara nasional industri semen jadi kontributor mayoritas di sektor proses industri dan penggunaan produk (IPPU). Sehingga usaha penurunan emisi dari proses produksi semen akan sangat bermanfaat bagi pencapaian target E-NDC.Sebagai tindak lanjut, Diaz mengecek langsung produksi semen ramah lingkungan sekaligus kelola limbah industri dan limbah kota. Kali ini dilakukan di pabrik PT SBI.
&quot;Jika limbah yang ada bisa dikelola terus menerus sebagai bahan alternatif, akan lebih banyak batu bara yang bisa disubtitusi,&amp;rdquo; kata Diaz.</description><content:encoded>JAKARTA - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa Indonesia menaikkan target&amp;nbsp;pengurangan emisi atau Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC)&amp;nbsp;menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada tahun 2030.
Target tersebut dibuat untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan peningkatan suhu bumi atau pemanasan global dan&amp;nbsp;perubahan iklim. Emisi juga meningkatkan polusi udara.
Untuk itu, Diaz mengingatkan pada seluruh sektor untuk siap untuk membantu atau ikut mengimplementasikan kebijakan dan target yang telah ditetapkan pemerintah tersebut.

BACA JUGA:
Akademisi UI Ungkap Dampak Limbah pada Pemanasan Global, Ini Penjelasannya

&quot;Indonesia punya target pengurangan emisi pada tahun 2030 baik dengan bantuan maupun tanpa bantuan internasional,&amp;rdquo; kata Diaz, dalam keterangannya, Kamis (19/10/2023).
Diaz mengatakan, sektor energi, transportasi hingga agrikultur sudah dianalisa karena emisinya yang besar. Untuk itu, semua pihak harus mengupayakan pengurangan emisi untuk mencapai target pemerintah tersebut.


BACA JUGA:
 RI Punya Desa Energi Berdikari, Bisa Tekan Emisi hingga Hemat Rp139 Juta per Tahun

Selain itu menurut Diaz, peran industri semen ramah lingkungan bisa lebih didorong dan didukung pemanfaatannya di proyek-proyek pemerintah serta swasta.
Data yang diterimanya, industri semen menyumbang 7% emisi secara global. Secara nasional industri semen jadi kontributor mayoritas di sektor proses industri dan penggunaan produk (IPPU). Sehingga usaha penurunan emisi dari proses produksi semen akan sangat bermanfaat bagi pencapaian target E-NDC.Sebagai tindak lanjut, Diaz mengecek langsung produksi semen ramah lingkungan sekaligus kelola limbah industri dan limbah kota. Kali ini dilakukan di pabrik PT SBI.
&quot;Jika limbah yang ada bisa dikelola terus menerus sebagai bahan alternatif, akan lebih banyak batu bara yang bisa disubtitusi,&amp;rdquo; kata Diaz.</content:encoded></item></channel></rss>
