<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Luntur Akibat Tidur dengan Gadis Keturunan Tionghoa   </title><description>Perempuan itu dikisahkan memang sengaja ditahan oleh pasukan Pangeran Diponegoro.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa"/><item><title>Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Luntur Akibat Tidur dengan Gadis Keturunan Tionghoa   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa-zjEcIklrd3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2904755/kisah-kesaktian-pangeran-diponegoro-luntur-akibat-tidur-dengan-gadis-keturunan-tionghoa-zjEcIklrd3.jpeg</image><title>Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa)</title></images><description>PANGERAN Diponegoro dikenal kebal, bahkan dari terjangan peluru. Ada satu momen sanga Pangeran menyesal karena melakukan kesalahan yang membuat kesaktiannya itu hilang sementara.

Peter Carey dalam &amp;ldquo;Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 &amp;ndash; 1825&amp;rdquo; mengisahkan, usai bertempur di Perang Jawa, Diponegoro tertembak karena kekebalannya yang hilang.

Konon kesaktiaanya itu bisa sirna usai bersenang-senang dengan seorang perempuan Tionghoa yang menjadi tawanan pasukannya. Perempuan itu dikisahkan memang sengaja ditahan oleh pasukan Pangeran Diponegoro.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Pangeran Diponegoro Selalu Pakai Sorban Kepala Putih

Oleh sang pangeran perempuan itu lantas diberdayakan sebagai juru pijat sebelum pertempuran Growok yang dahsyat itu di pertengahan Oktober 1826. Sebagaimana dikutip dari &amp;ldquo;Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 &amp;ndash; 1825&amp;rdquo; dari Peter Carey.

Diponegoro menyesalkan perilaku bersenang-senang dengan perempuan Tionghoa ini. Bahkan sang pangeran sempat bersebadan dengan perempuan muda peranakan Tionghoa ini. Hal ini yang disebut Diponegoro sebagai biang keladi kekalahan pasukannya.

Apalagi di peperangan itu ia mendapat dua luka yang juga disebut menandakan kekuatan spiritualnya telah hilang sementara.

Pangeran Diponegoro juga menyalahkan adanya sosok perempuan ketika saudara iparnya Sosrodilogo mengalami kekalahan. Pasalnya di bulan Januari 1828, sang saudara ipar ini mengabaikan perintah dan larangan untuk tidak berhubungan seks dengan perempuan Tionghoa.

BACA JUGA:


Ternyata Lamaran Pangeran Diponegoro Pernah Ditolak Gadis Manado, Begini Ceritanya&amp;nbsp;
Diponegoro menganggap Sosrodilogo tertimpa sial sebab memperkosa seorang perempuan peranakan di Lasem, setelah kota di pantai utara itu sempat diduduki tanggal 31 Desember 1827.

Hal ini membuat Pangeran Diponegoro meminta pada tawanan perang Belanda untuk bisa berbicara dalam bahasa Jawa Kromo, bukan bahasa Melayu, dan wajib berbusana gaya Jawa bukan gaya Eropa.

Sang pangeran juga wajib mempertimbangkan untuk masuk islam. Hal ini pula yang diharapkan Pangeran Diponegoro pada kaum etnis Tionghoa yang memihak perjuangannya karena proses menjadi seorang muslim sangat sederhana, mulai memotong kucir rambut, disunat, dan mengucapkan dua kalimat syahadat.Cerita mengenai kesaktian Pangeran Diponegoro beredar luas di kalangan warga saat Perang Jawa terjadi (1825-1830). Salah satu mitos kesaktian Diponegoro adalah tidak mempan ditembak senjata milik Belanda.

Belanda tak percaya dengan kekebalan Pangeran Diponegoro mereka beranggapan Diponegoro mengenakan pakaian tempur dari besi.

Diponegoro sempat tertembak sampai dua kali dalam pertempuran. Namun di tubuh Diponegoro tak ditemukan bekas luka tembak. Dalam pertempuran ini pasukan Diponegoro bisa dikalahkan Belanda.

</description><content:encoded>PANGERAN Diponegoro dikenal kebal, bahkan dari terjangan peluru. Ada satu momen sanga Pangeran menyesal karena melakukan kesalahan yang membuat kesaktiannya itu hilang sementara.

Peter Carey dalam &amp;ldquo;Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 &amp;ndash; 1825&amp;rdquo; mengisahkan, usai bertempur di Perang Jawa, Diponegoro tertembak karena kekebalannya yang hilang.

Konon kesaktiaanya itu bisa sirna usai bersenang-senang dengan seorang perempuan Tionghoa yang menjadi tawanan pasukannya. Perempuan itu dikisahkan memang sengaja ditahan oleh pasukan Pangeran Diponegoro.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Pangeran Diponegoro Selalu Pakai Sorban Kepala Putih

Oleh sang pangeran perempuan itu lantas diberdayakan sebagai juru pijat sebelum pertempuran Growok yang dahsyat itu di pertengahan Oktober 1826. Sebagaimana dikutip dari &amp;ldquo;Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 &amp;ndash; 1825&amp;rdquo; dari Peter Carey.

Diponegoro menyesalkan perilaku bersenang-senang dengan perempuan Tionghoa ini. Bahkan sang pangeran sempat bersebadan dengan perempuan muda peranakan Tionghoa ini. Hal ini yang disebut Diponegoro sebagai biang keladi kekalahan pasukannya.

Apalagi di peperangan itu ia mendapat dua luka yang juga disebut menandakan kekuatan spiritualnya telah hilang sementara.

Pangeran Diponegoro juga menyalahkan adanya sosok perempuan ketika saudara iparnya Sosrodilogo mengalami kekalahan. Pasalnya di bulan Januari 1828, sang saudara ipar ini mengabaikan perintah dan larangan untuk tidak berhubungan seks dengan perempuan Tionghoa.

BACA JUGA:


Ternyata Lamaran Pangeran Diponegoro Pernah Ditolak Gadis Manado, Begini Ceritanya&amp;nbsp;
Diponegoro menganggap Sosrodilogo tertimpa sial sebab memperkosa seorang perempuan peranakan di Lasem, setelah kota di pantai utara itu sempat diduduki tanggal 31 Desember 1827.

Hal ini membuat Pangeran Diponegoro meminta pada tawanan perang Belanda untuk bisa berbicara dalam bahasa Jawa Kromo, bukan bahasa Melayu, dan wajib berbusana gaya Jawa bukan gaya Eropa.

Sang pangeran juga wajib mempertimbangkan untuk masuk islam. Hal ini pula yang diharapkan Pangeran Diponegoro pada kaum etnis Tionghoa yang memihak perjuangannya karena proses menjadi seorang muslim sangat sederhana, mulai memotong kucir rambut, disunat, dan mengucapkan dua kalimat syahadat.Cerita mengenai kesaktian Pangeran Diponegoro beredar luas di kalangan warga saat Perang Jawa terjadi (1825-1830). Salah satu mitos kesaktian Diponegoro adalah tidak mempan ditembak senjata milik Belanda.

Belanda tak percaya dengan kekebalan Pangeran Diponegoro mereka beranggapan Diponegoro mengenakan pakaian tempur dari besi.

Diponegoro sempat tertembak sampai dua kali dalam pertempuran. Namun di tubuh Diponegoro tak ditemukan bekas luka tembak. Dalam pertempuran ini pasukan Diponegoro bisa dikalahkan Belanda.

</content:encoded></item></channel></rss>
