<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Indikator Temukan Ada Warga Miskin Tak Masuk Penerima Bansos</title><description>Survei membagi penilaian tersebut dalam dua klaster.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos"/><item><title>Survei Indikator Temukan Ada Warga Miskin Tak Masuk Penerima Bansos</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Alifia Zahra Kinanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos-zcchCDGDv2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Miskin di Jakarta/Ilustrasi okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/337/2905309/survei-indikator-temukan-ada-warga-miskin-tak-masuk-penerima-bansos-zcchCDGDv2.jpg</image><title>Warga Miskin di Jakarta/Ilustrasi okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS8xLzE3MDY4NC81L3g4bzNobng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indikator Politik Indonesia baru saja merilis hasil survei teranyar. Salah satunya soal temuan masyarakat yang belum menerima bantuan, seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung usaha (BLU), termasuk program keluarga harapan (PKH) dan sejumlah lainnya.
Survei ini dilakukan dalam rentang 2-10 Oktober 2023, melibatkan 1,200 responden dengan over sampel di 12 provinsi, sehingga totalnya menjadi 4.300 responden.

BACA JUGA:
493 Ribu Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Partai Perindo: Harus Segera Direspons&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ketika kami tanyakan apakah pernah menerima bantuan, sebanyak 54,1 persennya menyatakan tidak pernah,&amp;rdquo; ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei bertajuk &amp;lsquo;Pergeseran Dukungan Partai dan Capres Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024&amp;rsquo;,Jumat (20/10/2023).
Dikatakan Burhanuddin, hanya 45,9 persen yang menyatakan pernah menerima bantuan, baik itu BST, BLU, PKH, atau program bantuan lainnya.

BACA JUGA:
Duh! Masih Ada Warga Miskin yang Tak Masuk Data Penerima Bansos

&amp;ldquo;Kemudian kami tanya lagi, dari yang pernah mendapat bantuan, apakah sampai saat ini masih menerima. Hasilnya, 58 persennya menyatakan masih. Ada 41,1 persen yang mengatakan bantuannya sudah tak diterima,&amp;rdquo;tuturnya.
Mayoritas masyarakat mengatakan masih terdapat masyarakat yang tidak mampu tapi tidak mendapatkan bansos.Survei membagi penilaian tersebut dalam dua klaster. Pertama, yang mengatakan banyak jumlahnya mencapai 35 persen. Klaster kedua yang menyatakan ada tapi sedikit, jumlahnya 39,1 persen.

Selain itu, ada juga 33,5 persen publik yang menilai ada banyak masyarakat tidak mampu dan tidak menerima bantuan, tapi yang mampu justru menerima bantuan. &amp;ldquo;Angkanya mencapai 33,5 persen,&amp;rdquo; kata Burhanuddin.

Klaster publik yang menilai ada tapi sedikit ihwal persoalan tersebut, jumlahnya mencapai 40,6 persen.
&amp;ldquo;Persepsi warga cenderung mirip, artinya secara umum kondisi di lapangan juga menyerupai. Banyak warga yang kurang mampu dan tidak pernah menerima bantuan, sekaligus juga terdapat warga yang dinilai mampu tapi malah mendapat bantuan,&amp;rdquo; tutup Burhanuddin.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS8xLzE3MDY4NC81L3g4bzNobng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indikator Politik Indonesia baru saja merilis hasil survei teranyar. Salah satunya soal temuan masyarakat yang belum menerima bantuan, seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung usaha (BLU), termasuk program keluarga harapan (PKH) dan sejumlah lainnya.
Survei ini dilakukan dalam rentang 2-10 Oktober 2023, melibatkan 1,200 responden dengan over sampel di 12 provinsi, sehingga totalnya menjadi 4.300 responden.

BACA JUGA:
493 Ribu Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Partai Perindo: Harus Segera Direspons&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ketika kami tanyakan apakah pernah menerima bantuan, sebanyak 54,1 persennya menyatakan tidak pernah,&amp;rdquo; ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei bertajuk &amp;lsquo;Pergeseran Dukungan Partai dan Capres Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024&amp;rsquo;,Jumat (20/10/2023).
Dikatakan Burhanuddin, hanya 45,9 persen yang menyatakan pernah menerima bantuan, baik itu BST, BLU, PKH, atau program bantuan lainnya.

BACA JUGA:
Duh! Masih Ada Warga Miskin yang Tak Masuk Data Penerima Bansos

&amp;ldquo;Kemudian kami tanya lagi, dari yang pernah mendapat bantuan, apakah sampai saat ini masih menerima. Hasilnya, 58 persennya menyatakan masih. Ada 41,1 persen yang mengatakan bantuannya sudah tak diterima,&amp;rdquo;tuturnya.
Mayoritas masyarakat mengatakan masih terdapat masyarakat yang tidak mampu tapi tidak mendapatkan bansos.Survei membagi penilaian tersebut dalam dua klaster. Pertama, yang mengatakan banyak jumlahnya mencapai 35 persen. Klaster kedua yang menyatakan ada tapi sedikit, jumlahnya 39,1 persen.

Selain itu, ada juga 33,5 persen publik yang menilai ada banyak masyarakat tidak mampu dan tidak menerima bantuan, tapi yang mampu justru menerima bantuan. &amp;ldquo;Angkanya mencapai 33,5 persen,&amp;rdquo; kata Burhanuddin.

Klaster publik yang menilai ada tapi sedikit ihwal persoalan tersebut, jumlahnya mencapai 40,6 persen.
&amp;ldquo;Persepsi warga cenderung mirip, artinya secara umum kondisi di lapangan juga menyerupai. Banyak warga yang kurang mampu dan tidak pernah menerima bantuan, sekaligus juga terdapat warga yang dinilai mampu tapi malah mendapat bantuan,&amp;rdquo; tutup Burhanuddin.

</content:encoded></item></channel></rss>
