<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seluruh Pasien Cacar Monyet di Jakarta Adalah Pria, Usianya 25-35 Tahun</title><description>Seluruh Pasien Cacar Monyet di Jakarta Adalah Pria, Usianya 25-35 Tahun</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun"/><item><title>Seluruh Pasien Cacar Monyet di Jakarta Adalah Pria, Usianya 25-35 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun</guid><pubDate>Minggu 22 Oktober 2023 05:26 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun-zyucfq6eSh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seluruh penderita cacar monyet di Jakart adalah pria. (Ilustrasi/Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/22/338/2905835/seluruh-pasien-cacar-monyet-di-jakarta-adalah-pria-usianya-25-35-tahun-zyucfq6eSh.jpg</image><title>Seluruh penderita cacar monyet di Jakart adalah pria. (Ilustrasi/Unsplash)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ4OC81L3g4b3l2MXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan saat ini kasus cacar monyet atau monkey pox bertambah 4. Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat tujuh kasus cacar monyet sejak 2022.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menyatakan, semua kasus tersebut ditemukan di Jakarta. Menurutnya, empat kasus ini tidak saling berkaitan.






BACA JUGA:
Waspada Cacar Monyet di Jakarta, Kemenkes Diminta Tingkatkan Tracing









&quot;Tujuh kasus positif (cacar monyet) di DKI ini semua laki-laki berusia 25-35 tahun,&quot; kata Ngabila kepada wartawan, dikutip Minggu (22/10/2023).

Ngabila pun memberikan tata cara bagi orang yang kontak erat fisik dan kontak erat seksual dengan pasien cacar monyet, sebagai berikut :






BACA JUGA:
Cacar Monyet Muncul Kembali, Epidemiolog: Pentingnya Perilaku Hidup Bersih Termasuk dalam Perilaku Seksual












1. Tidak perlu melakukan isolasi mandiri di rumah jika tidak bergejala.

2. Petugas puskesmas / kesehatan akan memantau kondisi kesehatan setiap hari sampai dengan 21 hari sesudah kontak terakhir (sesuai masa inkubasi rata2 dari kontak sampai muncul gejala 3-21 hari dengan tersering 6-10 hari).
3. Jika tidak bergejala pada kontak erat fisik tidak perlu dilakukan pemeriksaan swab, akan tetapi pada kontak erat seksual akan dilakukan pemeriksaan swab pada tenggorokan dan area genital/anus.







BACA JUGA:
3 Kasus Baru Cacar Monyet, Kemenkes Pantau Semua kontak Erat










4. Jika kontak erat bergejala maka akan langsung dilakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan laboratorium dalam bentuk swab tenggorokan, swab genital / anus, dan swab lesi kulit jika muncul lesi pada kulit baik lenting isi air / nanah, jerawat, bercak kemerahan, atau luka dan koreng lainnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ4OC81L3g4b3l2MXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan saat ini kasus cacar monyet atau monkey pox bertambah 4. Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat tujuh kasus cacar monyet sejak 2022.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menyatakan, semua kasus tersebut ditemukan di Jakarta. Menurutnya, empat kasus ini tidak saling berkaitan.






BACA JUGA:
Waspada Cacar Monyet di Jakarta, Kemenkes Diminta Tingkatkan Tracing









&quot;Tujuh kasus positif (cacar monyet) di DKI ini semua laki-laki berusia 25-35 tahun,&quot; kata Ngabila kepada wartawan, dikutip Minggu (22/10/2023).

Ngabila pun memberikan tata cara bagi orang yang kontak erat fisik dan kontak erat seksual dengan pasien cacar monyet, sebagai berikut :






BACA JUGA:
Cacar Monyet Muncul Kembali, Epidemiolog: Pentingnya Perilaku Hidup Bersih Termasuk dalam Perilaku Seksual












1. Tidak perlu melakukan isolasi mandiri di rumah jika tidak bergejala.

2. Petugas puskesmas / kesehatan akan memantau kondisi kesehatan setiap hari sampai dengan 21 hari sesudah kontak terakhir (sesuai masa inkubasi rata2 dari kontak sampai muncul gejala 3-21 hari dengan tersering 6-10 hari).
3. Jika tidak bergejala pada kontak erat fisik tidak perlu dilakukan pemeriksaan swab, akan tetapi pada kontak erat seksual akan dilakukan pemeriksaan swab pada tenggorokan dan area genital/anus.







BACA JUGA:
3 Kasus Baru Cacar Monyet, Kemenkes Pantau Semua kontak Erat










4. Jika kontak erat bergejala maka akan langsung dilakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan laboratorium dalam bentuk swab tenggorokan, swab genital / anus, dan swab lesi kulit jika muncul lesi pada kulit baik lenting isi air / nanah, jerawat, bercak kemerahan, atau luka dan koreng lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
