<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angin Puting Beliung Melanda Kabupaten Sukabumi, 312 Orang Terdampak</title><description>Angin Puting Beliung kembali menerjang Kabupaten Sukabumi,&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak"/><item><title>Angin Puting Beliung Melanda Kabupaten Sukabumi, 312 Orang Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak</guid><pubDate>Minggu 22 Oktober 2023 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak-5ce6NsugzP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: BNPB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/22/525/2906041/angin-puting-beliung-melanda-kabupaten-sukabumi-312-orang-terdampak-5ce6NsugzP.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: BNPB</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjUxMy81L3g4b3o2Mmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Angin Puting Beliung kembali menerjang Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/10/2023). Kejadian ini dipicu oleh hujan disertai angin kencang.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi di empat desa dari dua kecamatan, yakni Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Tegalpanjang, Desa Cipurut, serta Desa Cireunghas di Kecamatan Cireunghas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Relawan Ganjar Diapresiasi Warga Medan Lantaran Dukung Pengembangan Majelis Taklim

Menurut data yang dihimpun angin kencang ini menyebabkan 70 unit rumah rusak ringan dan tujuh rumah lainnya mengalami rusak sedang dengan kondisi atap rumah terbuka.

Saat ini tim Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi  bersama perangkat desa tengah melakukan pendataan lebih lanjut. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan percepatan penanganan bersama tim gabungan di lokasi terdampak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Ungkap Kasus Judi Online, Amankan 2 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

&quot;Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, saat ini tim sedang turun lagi ke lapangan untuk pendataan korban terdampak lebih lanjut&quot;Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, saat ini tim sedang turun ke lapangan untuk pendataan korban terdampak dan penanganan dengan membersihkan puing puing pohon yang tumbang dan pembersihan yang lainnya,&quot; kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Eko melalui sambungan telepon, Minggu (22/10).

BNPB mengimbau agar masyarakat maupun pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem seperti angin puting beliung maupun angin kencang.

Untuk itu, sebaiknya hindari mobilitas di tengah hujan lebat dan tidak berteduh di bawah pohon, baliho, dan bangunan yang rapuh, serta memangkas ranting pohon yang lapuk.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjUxMy81L3g4b3o2Mmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Angin Puting Beliung kembali menerjang Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/10/2023). Kejadian ini dipicu oleh hujan disertai angin kencang.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi di empat desa dari dua kecamatan, yakni Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Tegalpanjang, Desa Cipurut, serta Desa Cireunghas di Kecamatan Cireunghas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Relawan Ganjar Diapresiasi Warga Medan Lantaran Dukung Pengembangan Majelis Taklim

Menurut data yang dihimpun angin kencang ini menyebabkan 70 unit rumah rusak ringan dan tujuh rumah lainnya mengalami rusak sedang dengan kondisi atap rumah terbuka.

Saat ini tim Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi  bersama perangkat desa tengah melakukan pendataan lebih lanjut. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan percepatan penanganan bersama tim gabungan di lokasi terdampak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Ungkap Kasus Judi Online, Amankan 2 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

&quot;Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, saat ini tim sedang turun lagi ke lapangan untuk pendataan korban terdampak lebih lanjut&quot;Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, saat ini tim sedang turun ke lapangan untuk pendataan korban terdampak dan penanganan dengan membersihkan puing puing pohon yang tumbang dan pembersihan yang lainnya,&quot; kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Eko melalui sambungan telepon, Minggu (22/10).

BNPB mengimbau agar masyarakat maupun pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem seperti angin puting beliung maupun angin kencang.

Untuk itu, sebaiknya hindari mobilitas di tengah hujan lebat dan tidak berteduh di bawah pohon, baliho, dan bangunan yang rapuh, serta memangkas ranting pohon yang lapuk.</content:encoded></item></channel></rss>
