<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan Atas Dugaan Nepotisme, KPK: Akan Kita Tindaklanjuti!</title><description>Pihaknya akan menindaklanjuti dan memverifikasi terkait laporan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti"/><item><title>Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan Atas Dugaan Nepotisme, KPK: Akan Kita Tindaklanjuti!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti-dUdj2tBazv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906764/ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-atas-dugaan-nepotisme-kpk-akan-kita-tindaklanjuti-dUdj2tBazv.jpg</image><title>Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK (Foto: Antara)</title></images><description>


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan terkait laporan dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme yang diduga dilakukan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dan memverifikasi terkait laporan tersebut.

BACA JUGA:
Breaking News! Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Nepotisme

&amp;ldquo;Berikutnya sesuai ketentuan kami lakukan tindak lanjut atas laporan masyarakat dengan analisis dan verifikasi untuk memastikan apakah memenuhi syarat dan menjadi kewenangan KPK,&amp;rdquo; kata Ali melalui keterangannya, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
 Buntut Putusan Anwar Usman, Hakim Enny Nurbaningsih Khawatir Publik Tak Percaya MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa peran dari masyarakat dalam upaya  memberantas korupsi sangat dibutuhkan. &amp;ldquo;Tentu dengan didukung data awal sebagai bahan telaah dan analisis laniutannya,&amp;rdquo; tutup Ali Fikri.
Sebelumnya, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melaporkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme.Koordinator TPDI Erick S. Paat, menjelaskan bahwa alasan pihaknya melaporkan Anwar Usman hingga keluarga Jokowi terkait putusan MK yang mengabulkan gugatan batas usia capres-cawapres.
Erick pun mempertanyakan alasan Ketua MK Anwar Usman yang tidak mundur dari jabatannya usai memberikan putusan tersebut.
&amp;ldquo;Sesuai dengan UU daripada kekuasaan kehakiman kalau punya hubungan kekeluargaan itu ketua, ketuanya majelisnya harus mengundurkan diri, itu tegas. Tapi kenapa Ketua MK membiarkan dirinya tetap menjadi ketua majelis hakim,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain Anwar Usman, pihaknya juga melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Kemudian Mensesneg Pratikno, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Almas Tsaqibbirru selaku pemohon, Arif Suhadi serta seluruh hakim konstitusi yang mengawal putusan tersebut.</description><content:encoded>


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan terkait laporan dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme yang diduga dilakukan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dan memverifikasi terkait laporan tersebut.

BACA JUGA:
Breaking News! Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Nepotisme

&amp;ldquo;Berikutnya sesuai ketentuan kami lakukan tindak lanjut atas laporan masyarakat dengan analisis dan verifikasi untuk memastikan apakah memenuhi syarat dan menjadi kewenangan KPK,&amp;rdquo; kata Ali melalui keterangannya, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
 Buntut Putusan Anwar Usman, Hakim Enny Nurbaningsih Khawatir Publik Tak Percaya MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa peran dari masyarakat dalam upaya  memberantas korupsi sangat dibutuhkan. &amp;ldquo;Tentu dengan didukung data awal sebagai bahan telaah dan analisis laniutannya,&amp;rdquo; tutup Ali Fikri.
Sebelumnya, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melaporkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme.Koordinator TPDI Erick S. Paat, menjelaskan bahwa alasan pihaknya melaporkan Anwar Usman hingga keluarga Jokowi terkait putusan MK yang mengabulkan gugatan batas usia capres-cawapres.
Erick pun mempertanyakan alasan Ketua MK Anwar Usman yang tidak mundur dari jabatannya usai memberikan putusan tersebut.
&amp;ldquo;Sesuai dengan UU daripada kekuasaan kehakiman kalau punya hubungan kekeluargaan itu ketua, ketuanya majelisnya harus mengundurkan diri, itu tegas. Tapi kenapa Ketua MK membiarkan dirinya tetap menjadi ketua majelis hakim,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain Anwar Usman, pihaknya juga melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Kemudian Mensesneg Pratikno, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Almas Tsaqibbirru selaku pemohon, Arif Suhadi serta seluruh hakim konstitusi yang mengawal putusan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
