<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolak Politik Dinasti, Warga Adat NTT Datangi Patung Jokowi</title><description>Ritual ini diawali dengan pendakian dari kaki gunung hingga mendekati puncak Gunung Sunu tempat patung Jokowi tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi"/><item><title>Tolak Politik Dinasti, Warga Adat NTT Datangi Patung Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Eman Suni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi-iYFxEkTits.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patung Jokowi di Gunung Sunu (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/340/2906343/tolak-politik-dinasti-warga-adat-ntt-datangi-patung-jokowi-iYFxEkTits.jpg</image><title>Patung Jokowi di Gunung Sunu (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjU5OS81L3g4cDEydXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NTT - Tokoh adat Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama warnya yang berada di Desa Sunu, Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi Patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan penolakan terhadap politik dinasti.
Dalam kesempatan itu, warga menilai putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka masih terlalu muda untuk diusung menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Ritual ini diawali dengan pendakian dari kaki gunung hingga mendekati puncak Gunung Sunu tempat patung Jokowi tersebut.

BACA JUGA:
5 Potret Macho El Rumi, Mantan Kekasih Marsha Aruan yang Ditantang Jefri Nichol Tanding Tinju

Setelah berkumpul para masyarakat adat ini mulai menyanyi sambil bergandengan mendekati patung Jokowi.
Para tokoh adat ini menggelar ritual mohon dukungan leluhur dalam menghadapi pesta demokrasi pergatian pimpinan negara.
Mereka juga menyampaikan sejumlah aspirasi di hadapan Patung Jokowi.

BACA JUGA:
MK Bacakan 5 Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, Ini Daftarnya


Salah satu tokoh adat, Nithanel Benu mengatakan bahwa banyak aspirasi dan harapan yang ingin disampaikan kepada Presiden Jokowi. Namun, kata dia, keterbatasan mereka hanya bisa menyampaikan keluh kesah di hadapan patung sang kepala negara.

Warga NTT tersebut sangat puas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi dan berharap Pemilu serentak 2024 berjalan jujur dan adil.

&quot;Warga menolak pencalonan Gibran yang dinilai masih terlalu muda,&quot; kata dia, Senin (23/10/2023).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjU5OS81L3g4cDEydXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NTT - Tokoh adat Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama warnya yang berada di Desa Sunu, Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi Patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan penolakan terhadap politik dinasti.
Dalam kesempatan itu, warga menilai putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka masih terlalu muda untuk diusung menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Ritual ini diawali dengan pendakian dari kaki gunung hingga mendekati puncak Gunung Sunu tempat patung Jokowi tersebut.

BACA JUGA:
5 Potret Macho El Rumi, Mantan Kekasih Marsha Aruan yang Ditantang Jefri Nichol Tanding Tinju

Setelah berkumpul para masyarakat adat ini mulai menyanyi sambil bergandengan mendekati patung Jokowi.
Para tokoh adat ini menggelar ritual mohon dukungan leluhur dalam menghadapi pesta demokrasi pergatian pimpinan negara.
Mereka juga menyampaikan sejumlah aspirasi di hadapan Patung Jokowi.

BACA JUGA:
MK Bacakan 5 Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, Ini Daftarnya


Salah satu tokoh adat, Nithanel Benu mengatakan bahwa banyak aspirasi dan harapan yang ingin disampaikan kepada Presiden Jokowi. Namun, kata dia, keterbatasan mereka hanya bisa menyampaikan keluh kesah di hadapan patung sang kepala negara.

Warga NTT tersebut sangat puas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi dan berharap Pemilu serentak 2024 berjalan jujur dan adil.

&quot;Warga menolak pencalonan Gibran yang dinilai masih terlalu muda,&quot; kata dia, Senin (23/10/2023).

</content:encoded></item></channel></rss>
