<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf NU dan Muhammadiyah di Pekalongan</title><description>Raja Antoni, juga menyerahkan 7 sertifikat tanah wakaf milik perkumpulan Nahdlatul Ulama dan 1 sertifikat milik Persyarikatan Muhammadiyah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan"/><item><title>Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf NU dan Muhammadiyah di Pekalongan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 23:27 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan-w944xFIYT1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni serahkan tanah wakaf di Pekalongan (Foto: Kementerian ATR/BPN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/512/2906916/wamen-atr-bpn-serahkan-sertifikat-tanah-wakaf-nu-dan-muhammadiyah-di-pekalongan-w944xFIYT1.jpg</image><title>Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni serahkan tanah wakaf di Pekalongan (Foto: Kementerian ATR/BPN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5OS81L3g4bzI3d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, menyerahkan 16 sertifikat wakaf masjid, mushola, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya dalam kunjungan kerjanya ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Bertempat di Masjid Nur Rahman, Warulor, Wiradesa, Raja Antoni menyampaikan mulai dari 2017 atau sejak dimulainya Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), telah berhasil mensertifikasi sebanyak 135.012 bidang.


BACA JUGA:
Berdiri Sejak 1937, Kediaman Pastor di Manado Dapat Sertifikat


Menurut Raja Antoni, 7 tahun sejak dimulainya PTSL itu, meningkat 1,5 kali apabila dibandingkan dengan 39 tahun pemerintahan sebelumnya yang mencapai 97.420 bidang. Sehingga, rata-rata sertifikasi tahunannya meningkat dari 2.497 menjadi 19.287 per tahunnya.

&amp;ldquo;Berkat Program PTSL Pak Jokowi, sertifikasi tanah wakaf meningkat 772%,&amp;rdquo; ujar Wamen ATR/BPN dalam keterangan yang diterima, Senin (23/10/2023).


BACA JUGA:
Moeldoko Sebut Transformasi di Bidang Pertanian Percepat Indonesia Emas 10 Tahun ke Depan


Raja Antoni menerangkan pentingnya melakukan sertifikasi tanah wakaf, sebab seringkali terjadi masalah setelah generasi yang mewakafkan tiada. Sehingga, kata dia, sertifikasi tanah bukan tentang sombong atau riya, tetapi demi kemaslahatan tanah wakaf itu sendiri.

&amp;ldquo;Sering kita dengar di generasi pertama tidak ada masalah, generasi kedua masih aman, tapi saat ketiga, keempat, mulai ada sengketa. Jadi itulah pentingnya melakukan sertifikasi supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari,&amp;rdquo; tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Antoni, juga menyerahkan 7 sertifikat tanah wakaf milik perkumpulan Nahdlatul Ulama dan 1 sertifikat milik Persyarikatan Muhammadiyah serta sertipikat-sertipikat milik yayasan dan perorangan lainnya.Raja Antoni menyebutkan keberhasilan sertifikasi merupakan kerjasama antara Kantor Pertanahan dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta supaya masyarakat terus semangat berpartisipasi dengan mendaftarkan tanah wakafnya ke Kantor Pertanahan setempat.


BACA JUGA:
Pengamat: Etikanya, Gibran Mundur dari PDIP Jika Jadi Cawapres Prabowo


&amp;ldquo;Dengan penuh kerendahan hati, saya mengajak kepada Bapak/Ibu semua apabila terdapat tanah wakaf yang belum bersertipikat, mari dibawa ke Kantor Pertanahan. Insya Allah kami akan melayani dengan sebaik-baiknya,&amp;rdquo; ujar alumni the University of Queensland, Australia, tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5OS81L3g4bzI3d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, menyerahkan 16 sertifikat wakaf masjid, mushola, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya dalam kunjungan kerjanya ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Bertempat di Masjid Nur Rahman, Warulor, Wiradesa, Raja Antoni menyampaikan mulai dari 2017 atau sejak dimulainya Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), telah berhasil mensertifikasi sebanyak 135.012 bidang.


BACA JUGA:
Berdiri Sejak 1937, Kediaman Pastor di Manado Dapat Sertifikat


Menurut Raja Antoni, 7 tahun sejak dimulainya PTSL itu, meningkat 1,5 kali apabila dibandingkan dengan 39 tahun pemerintahan sebelumnya yang mencapai 97.420 bidang. Sehingga, rata-rata sertifikasi tahunannya meningkat dari 2.497 menjadi 19.287 per tahunnya.

&amp;ldquo;Berkat Program PTSL Pak Jokowi, sertifikasi tanah wakaf meningkat 772%,&amp;rdquo; ujar Wamen ATR/BPN dalam keterangan yang diterima, Senin (23/10/2023).


BACA JUGA:
Moeldoko Sebut Transformasi di Bidang Pertanian Percepat Indonesia Emas 10 Tahun ke Depan


Raja Antoni menerangkan pentingnya melakukan sertifikasi tanah wakaf, sebab seringkali terjadi masalah setelah generasi yang mewakafkan tiada. Sehingga, kata dia, sertifikasi tanah bukan tentang sombong atau riya, tetapi demi kemaslahatan tanah wakaf itu sendiri.

&amp;ldquo;Sering kita dengar di generasi pertama tidak ada masalah, generasi kedua masih aman, tapi saat ketiga, keempat, mulai ada sengketa. Jadi itulah pentingnya melakukan sertifikasi supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari,&amp;rdquo; tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Antoni, juga menyerahkan 7 sertifikat tanah wakaf milik perkumpulan Nahdlatul Ulama dan 1 sertifikat milik Persyarikatan Muhammadiyah serta sertipikat-sertipikat milik yayasan dan perorangan lainnya.Raja Antoni menyebutkan keberhasilan sertifikasi merupakan kerjasama antara Kantor Pertanahan dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta supaya masyarakat terus semangat berpartisipasi dengan mendaftarkan tanah wakafnya ke Kantor Pertanahan setempat.


BACA JUGA:
Pengamat: Etikanya, Gibran Mundur dari PDIP Jika Jadi Cawapres Prabowo


&amp;ldquo;Dengan penuh kerendahan hati, saya mengajak kepada Bapak/Ibu semua apabila terdapat tanah wakaf yang belum bersertipikat, mari dibawa ke Kantor Pertanahan. Insya Allah kami akan melayani dengan sebaik-baiknya,&amp;rdquo; ujar alumni the University of Queensland, Australia, tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
