<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emir Qatar: Israel Tak Boleh Diberi Izin Tak Terbatas untuk Membunuh Warga Palestina</title><description>Jumlah korban pembantaian Israel di Gaza telah melebihi 5.000 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina"/><item><title>Emir Qatar: Israel Tak Boleh Diberi Izin Tak Terbatas untuk Membunuh Warga Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina-2sFmS230ql.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/18/2907563/emir-qatar-israel-tak-boleh-diberi-izin-tak-terbatas-untuk-membunuh-warga-palestina-2sFmS230ql.jpg</image><title>Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani. (Foto: Reuters)</title></images><description>DOHA - Emir Qatar yang berkuasa pada Selasa, (24/10/2023) mendesak komunitas internasional untuk tidak memberi Israel &quot;izin tak terbatas untuk membunuh&quot; warga Palestina dalam perangnya melawan Hamas. Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani menyebut kekerasan terbaru ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan global.

BACA JUGA:
Deretan Petinggi Hamas yang Hidup Mewah di Qatar

&amp;ldquo;Cukup. Israel tidak boleh diberikan lampu hijau tanpa syarat dan izin tidak terbatas untuk membunuh,&amp;rdquo; kata Sheikh Tamim dalam pidato tahunannya pada pembukaan dewan penasihat negara Teluk Arab, sebagaimana dilansir Reuters. Ini merupakan komentar publik pertamanya sejak Qatar memulai upaya terbarunya untuk menengahi antara Israel dan Hamas.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 5.000 orang dalam dua minggu serangan udara Israel sebagai respons terhadap serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan, di mana kelompok militan Islam tersebut menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Respon Raja Salman Terhadap Serangan Israel ke Rumah Sakit di Gaza

Sejak itu, produsen gas kaya Qatar telah melakukan dialog terbuka dengan Israel dan Hamas yang menghasilkan pembebasan empat sandera yang ditahan oleh Hamas, termasuk dua wanita Israel pada Senin, (23/10/2023).

&amp;ldquo;Kami menyerukan sikap serius regional dan internasional terhadap eskalasi berbahaya yang kita saksikan, yang mengancam keamanan kawasan dan dunia,&amp;rdquo; kata Sheikh Tamim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM0NC81L3g4b3dyd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami tidak menerima standar ganda dan bertindak seolah-olah kehidupan anak-anak Palestina tidak diperhitungkan, seolah-olah mereka tidak memiliki wajah atau nama.&amp;rdquo;</description><content:encoded>DOHA - Emir Qatar yang berkuasa pada Selasa, (24/10/2023) mendesak komunitas internasional untuk tidak memberi Israel &quot;izin tak terbatas untuk membunuh&quot; warga Palestina dalam perangnya melawan Hamas. Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani menyebut kekerasan terbaru ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan global.

BACA JUGA:
Deretan Petinggi Hamas yang Hidup Mewah di Qatar

&amp;ldquo;Cukup. Israel tidak boleh diberikan lampu hijau tanpa syarat dan izin tidak terbatas untuk membunuh,&amp;rdquo; kata Sheikh Tamim dalam pidato tahunannya pada pembukaan dewan penasihat negara Teluk Arab, sebagaimana dilansir Reuters. Ini merupakan komentar publik pertamanya sejak Qatar memulai upaya terbarunya untuk menengahi antara Israel dan Hamas.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 5.000 orang dalam dua minggu serangan udara Israel sebagai respons terhadap serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan, di mana kelompok militan Islam tersebut menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Respon Raja Salman Terhadap Serangan Israel ke Rumah Sakit di Gaza

Sejak itu, produsen gas kaya Qatar telah melakukan dialog terbuka dengan Israel dan Hamas yang menghasilkan pembebasan empat sandera yang ditahan oleh Hamas, termasuk dua wanita Israel pada Senin, (23/10/2023).

&amp;ldquo;Kami menyerukan sikap serius regional dan internasional terhadap eskalasi berbahaya yang kita saksikan, yang mengancam keamanan kawasan dan dunia,&amp;rdquo; kata Sheikh Tamim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM0NC81L3g4b3dyd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami tidak menerima standar ganda dan bertindak seolah-olah kehidupan anak-anak Palestina tidak diperhitungkan, seolah-olah mereka tidak memiliki wajah atau nama.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
