<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ratu Belanda Wilhelmina Tak Rela Indonesia Merdeka</title><description>Indonesia mengalami penjajahan hingga berabad-abad. Hingga pada akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka"/><item><title>Kisah Ratu Belanda Wilhelmina Tak Rela Indonesia Merdeka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 04:12 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka-PVSEjB03zi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratu Belanda Wilhelmina (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906820/kisah-ratu-belanda-wilhelmina-tak-rela-indonesia-merdeka-PVSEjB03zi.jpg</image><title>Ratu Belanda Wilhelmina (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia mengalami penjajahan hingga berabad-abad. Hingga pada akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Ada seorang Ratu Belanda, yakni Wilhelmina yang memimpin selama kurang lebih 58 tahun. Ia menjadi satu-satunya ratu di dunia yang tidak rela kemerdekaan Indonesia.

Melansir iNews.id, alasan Wilhelmina tidak rela Indonesia merdeka karena Indonesia merupakan sumber utama perekonomian untuk bangsanya. Mereka sebenarnya enggan melepaskan tanah jajahannya tersebut.

BACA JUGA:
Nahas! Adu Banteng dengan Mobil, Pengendara Motor Terpental ke Semak dan Tewas


Apalagi, Belanda merasa telah banyak melakukan pembangunan di negeri ini. Ungkapan &amp;lsquo;Indisch verloren, ramspoed geboren&amp;rsquo; yang berarti &amp;lsquo;Hindia hilang, kesengsaraan datang&amp;rsquo; bahkan begitu populer pada awal tahun 1940-an di kalangan orang-orang Belanda.

Pada akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan. Tragisnya, Belanda saat itu tengah mengalami keterpurukan ekonomi akibat Perang Dunia ke-2.

BACA JUGA:
Dengar Kata-Kata Ini, Bocah Korban Penganiayaan 5 Anggota Keluarganya Langsung Diam


Ratu Wilhelmina yang tak rela melakukan berbagai cara agar Indonesia tidak lepas. Bahkan, dirinya mengirim pasukan untuk menduduki kembali Indonesia secara paksa.

Ratu Wilhelmina juga sempat melakukan upaya perundingan untuk mempertahankan tanah jajahannya. Kepada bangsa Indonesia, sang ratu menjanjikan Hindia dibentuk sebagai negara persemakmuran berbentuk federasi.

BACA JUGA:
KPK Bakal Banding Atas Vonis 8 Tahun Penjara Lukas Enembe


Indonesia diperbolehkan memiliki pemerintahan sendiri dalam ikatan kesatuan Kerajaan Belanda dengan sistem tersebut. Letnan Gubernur Jenderal H.J. van Mook selalu menekankan hal tersebut setiap kali melakukan perundingan dengan bangsa Indonesia.

Berbagai upaya Belanda tak berhasil untuk menduduki Indonesia kembali. Hingga saat ini, Indonesia mampu bertahan sebagai negara yang merdeka dari penjajahan.


&amp;nbsp;
Profil Ratu Wilhelmina



Ratu Wilhelmina lahir di Den Haag, Belanda, 31 Agustus 1880. Ia memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria.

BACA JUGA:
Kiat Ganjar Pranowo Tingkatkan Ekonomi Kreatif: Permudah Izin dan Beri Kepastian Hukum




Ratu Wilhelmina merupakan anak tunggal dari Raja Willem III dan istri keduanya, Ratu Emma. Wilhelmina sebenarnya memiliki tiga saudara laki-laki, tetapi semuanya meninggal dunia.



Ratu Wilhelmina pun menjadi wanita yang mewarisi takhta sang ayah. Ia dilantik menjadi seorang ratu di usianya yang masih menginjak 10 tahun.



Lantaran masih anak-anak, sang ibu menggantikannya hingga Wilhelmina berusia 18 tahun. Meskipun demikian, Ratu Wilhelmina tercatat memimpin negaranya dari tahun 1890 sampai 1948.

BACA JUGA:
Tegas! Mahfud MD Akan Sikat Abis Mafia di Kementerian, Termasuk Kemenko Polhukam




Bahkan, masa kekuasaan Ratu Wilhelmina menjadi masa terlama sepanjang sejarah Kerajaan Belanda. Ia telah melalui banyak peristiwa penting, mulai dari perang dunia pertama, perang dunia kedua, krisis ekonomi, hingga jatuhnya Belanda sebagai penguasa kolonial selama memimpin Belanda.



Ratu Wilhelmina menikah dengan Pangeran Hendrik dari Mecklenburg-Schwerin pada 7 Februari 1901. Delapan tahun pasca menikah, keduanya dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Juliana.

BACA JUGA:
Viral! Dua Pemuda Rampok dan Aniaya Pengemis Disabilitas di Pematang Siantar




Ratu Wilhelmina meninggal dunia di Apeldoorn, Belanda, 28 November 1962. Anak tunggalnya, Juliana naik takhta menjadi seorang ratu menggantikan dirinya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia mengalami penjajahan hingga berabad-abad. Hingga pada akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Ada seorang Ratu Belanda, yakni Wilhelmina yang memimpin selama kurang lebih 58 tahun. Ia menjadi satu-satunya ratu di dunia yang tidak rela kemerdekaan Indonesia.

Melansir iNews.id, alasan Wilhelmina tidak rela Indonesia merdeka karena Indonesia merupakan sumber utama perekonomian untuk bangsanya. Mereka sebenarnya enggan melepaskan tanah jajahannya tersebut.

BACA JUGA:
Nahas! Adu Banteng dengan Mobil, Pengendara Motor Terpental ke Semak dan Tewas


Apalagi, Belanda merasa telah banyak melakukan pembangunan di negeri ini. Ungkapan &amp;lsquo;Indisch verloren, ramspoed geboren&amp;rsquo; yang berarti &amp;lsquo;Hindia hilang, kesengsaraan datang&amp;rsquo; bahkan begitu populer pada awal tahun 1940-an di kalangan orang-orang Belanda.

Pada akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan. Tragisnya, Belanda saat itu tengah mengalami keterpurukan ekonomi akibat Perang Dunia ke-2.

BACA JUGA:
Dengar Kata-Kata Ini, Bocah Korban Penganiayaan 5 Anggota Keluarganya Langsung Diam


Ratu Wilhelmina yang tak rela melakukan berbagai cara agar Indonesia tidak lepas. Bahkan, dirinya mengirim pasukan untuk menduduki kembali Indonesia secara paksa.

Ratu Wilhelmina juga sempat melakukan upaya perundingan untuk mempertahankan tanah jajahannya. Kepada bangsa Indonesia, sang ratu menjanjikan Hindia dibentuk sebagai negara persemakmuran berbentuk federasi.

BACA JUGA:
KPK Bakal Banding Atas Vonis 8 Tahun Penjara Lukas Enembe


Indonesia diperbolehkan memiliki pemerintahan sendiri dalam ikatan kesatuan Kerajaan Belanda dengan sistem tersebut. Letnan Gubernur Jenderal H.J. van Mook selalu menekankan hal tersebut setiap kali melakukan perundingan dengan bangsa Indonesia.

Berbagai upaya Belanda tak berhasil untuk menduduki Indonesia kembali. Hingga saat ini, Indonesia mampu bertahan sebagai negara yang merdeka dari penjajahan.


&amp;nbsp;
Profil Ratu Wilhelmina



Ratu Wilhelmina lahir di Den Haag, Belanda, 31 Agustus 1880. Ia memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria.

BACA JUGA:
Kiat Ganjar Pranowo Tingkatkan Ekonomi Kreatif: Permudah Izin dan Beri Kepastian Hukum




Ratu Wilhelmina merupakan anak tunggal dari Raja Willem III dan istri keduanya, Ratu Emma. Wilhelmina sebenarnya memiliki tiga saudara laki-laki, tetapi semuanya meninggal dunia.



Ratu Wilhelmina pun menjadi wanita yang mewarisi takhta sang ayah. Ia dilantik menjadi seorang ratu di usianya yang masih menginjak 10 tahun.



Lantaran masih anak-anak, sang ibu menggantikannya hingga Wilhelmina berusia 18 tahun. Meskipun demikian, Ratu Wilhelmina tercatat memimpin negaranya dari tahun 1890 sampai 1948.

BACA JUGA:
Tegas! Mahfud MD Akan Sikat Abis Mafia di Kementerian, Termasuk Kemenko Polhukam




Bahkan, masa kekuasaan Ratu Wilhelmina menjadi masa terlama sepanjang sejarah Kerajaan Belanda. Ia telah melalui banyak peristiwa penting, mulai dari perang dunia pertama, perang dunia kedua, krisis ekonomi, hingga jatuhnya Belanda sebagai penguasa kolonial selama memimpin Belanda.



Ratu Wilhelmina menikah dengan Pangeran Hendrik dari Mecklenburg-Schwerin pada 7 Februari 1901. Delapan tahun pasca menikah, keduanya dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Juliana.

BACA JUGA:
Viral! Dua Pemuda Rampok dan Aniaya Pengemis Disabilitas di Pematang Siantar




Ratu Wilhelmina meninggal dunia di Apeldoorn, Belanda, 28 November 1962. Anak tunggalnya, Juliana naik takhta menjadi seorang ratu menggantikan dirinya.



</content:encoded></item></channel></rss>
