<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Masjid Cut Meutia Jadi Markas AH Nasution saat Pimpin MPRS</title><description>Masjid Cut Meutia akan selalu ramai oleh jamaah, apalagi saat bulan suci Ramadan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs"/><item><title>Kala Masjid Cut Meutia Jadi Markas AH Nasution saat Pimpin MPRS</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs-8S5dCQTo3U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masjid Cut Mutia (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/337/2906906/kala-masjid-cut-meutia-jadi-markas-ah-nasution-saat-pimpin-mprs-8S5dCQTo3U.jpg</image><title>Masjid Cut Mutia (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjY0NC81L3g4cDFsbjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bangunan yang dominan dengan warna putih itu dibangun oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen dan mulai digunakan pada 1910.
Bangunan itu adalah Masjid Cut Meutia yang terletak di Jalan Taman Cut Meutia Nomor 1, Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Dahulu, rumah ibadah itu merupakan salah satu bangunan Belanda yang ada di Jakarta.
Masjid Cut Meutia akan selalu ramai oleh jamaah, apalagi saat bulan suci Ramadan.

BACA JUGA:
Ngobrol Bareng Seniman dan Gen Z, Ganjar-Mahfud Ajak Santai Hadapi Dinamika Politik

Dulunya Masjid Cut Meutia adalah kantor N.V de Bouwploeg atau kantor perusahaan real estate pertama di Hindia Belanda. Seiring berjalannya waktu, perpindahan pemangku kekuasaan menjadikan perubahan pula penggunaan gedung tersebut.

BACA JUGA:
Eks Dirut PT Garuda Indonesia Keberatan Didakwa soal Korupsi Pengadaan Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selepas Indonesia merdeka, bangunan itu dipergunakan sebagai Kantor Urusan Perumahan hingga Kantor Urusan Agama (1964 &amp;ndash; 1970). Pada masa kepemimpinan Jenderal Abdul Haris Nasution, bangunan itu juga pernah dijadikan &quot;markas&quot; Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).Sebelum resmi menjadi sebuah masjid, memang gedung itu sering dijadikan tempat ibadah sholat oleh warga sekitar dari tahun 1970 hingga 1984. Barulah pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, gedung Cut Meutia diresmikan sebagai masjid sekaligus cagar budaya dengan Surat Keputusan Nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kritisi Polemik Putusan MK, BEM Nusantara Lakukan Aksi Serentak Jilid II

&quot;Cut Meutia (nama masjid) dari nama jalan (Taman Cut Meutia),&quot; kata salah satu pengurus Masjid Cut Meutia Koko Satrio saat ditemui MNC Portal Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengamat: Etikanya, Gibran Mundur dari PDIP Jika Jadi Cawapres Prabowo

Satrio menyatakan, secara normal bangunan itu mampu menampung hingga 800-an jamaah tanpa ada jaga jarak protokol kesehatan. Namun, nantinya saat pelaksanaan sholat tarawih masjid tersebut akan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai aturan yang berlaku</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjY0NC81L3g4cDFsbjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bangunan yang dominan dengan warna putih itu dibangun oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen dan mulai digunakan pada 1910.
Bangunan itu adalah Masjid Cut Meutia yang terletak di Jalan Taman Cut Meutia Nomor 1, Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Dahulu, rumah ibadah itu merupakan salah satu bangunan Belanda yang ada di Jakarta.
Masjid Cut Meutia akan selalu ramai oleh jamaah, apalagi saat bulan suci Ramadan.

BACA JUGA:
Ngobrol Bareng Seniman dan Gen Z, Ganjar-Mahfud Ajak Santai Hadapi Dinamika Politik

Dulunya Masjid Cut Meutia adalah kantor N.V de Bouwploeg atau kantor perusahaan real estate pertama di Hindia Belanda. Seiring berjalannya waktu, perpindahan pemangku kekuasaan menjadikan perubahan pula penggunaan gedung tersebut.

BACA JUGA:
Eks Dirut PT Garuda Indonesia Keberatan Didakwa soal Korupsi Pengadaan Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selepas Indonesia merdeka, bangunan itu dipergunakan sebagai Kantor Urusan Perumahan hingga Kantor Urusan Agama (1964 &amp;ndash; 1970). Pada masa kepemimpinan Jenderal Abdul Haris Nasution, bangunan itu juga pernah dijadikan &quot;markas&quot; Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).Sebelum resmi menjadi sebuah masjid, memang gedung itu sering dijadikan tempat ibadah sholat oleh warga sekitar dari tahun 1970 hingga 1984. Barulah pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, gedung Cut Meutia diresmikan sebagai masjid sekaligus cagar budaya dengan Surat Keputusan Nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kritisi Polemik Putusan MK, BEM Nusantara Lakukan Aksi Serentak Jilid II

&quot;Cut Meutia (nama masjid) dari nama jalan (Taman Cut Meutia),&quot; kata salah satu pengurus Masjid Cut Meutia Koko Satrio saat ditemui MNC Portal Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengamat: Etikanya, Gibran Mundur dari PDIP Jika Jadi Cawapres Prabowo

Satrio menyatakan, secara normal bangunan itu mampu menampung hingga 800-an jamaah tanpa ada jaga jarak protokol kesehatan. Namun, nantinya saat pelaksanaan sholat tarawih masjid tersebut akan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai aturan yang berlaku</content:encoded></item></channel></rss>
