<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dinkes DKI Jakarta: Waspadai Penyebaran Cacar Monyet karena Perilaku Seks</title><description>Seluruh pasien positif cacar monyet, kata Ngabila, adalah laki-laki usia produktif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks"/><item><title>   Dinkes DKI Jakarta: Waspadai Penyebaran Cacar Monyet karena Perilaku Seks</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 07:47 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks-naVTZpEgtm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Parade)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/337/2906978/dinkes-dki-jakarta-waspadai-penyebaran-cacar-monyet-karena-perilaku-seks-naVTZpEgtm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Parade)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY0Ny81L3g4cDF1eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan pola hidup sehat dan tidak melakukan aktifitas seks di luar kewajaran untuk mencegah maraknya kasus cacar monyet.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan bahwa tujuh kasus konfirmasi Monkeypox di Indonesia ditemukan di wilayah Ibu Kota.
Hingga Senin 23 Oktober 2023, tujuh kasus tersebut berada di sejumlah wilayah seperti Jatinegara (1 kasus), Mampang (1 kasus), Setiabudi (2 kasus), Grogol Petamburan (1 kasus), Kebayoran Lama (1 kasus), dan Kembangan (1 kasus).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Cs Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Jaga Pertumbuhan 5%

Seluruh pasien positif cacar monyet, kata Ngabila, adalah laki-laki usia produktif.
Mayoritas atau sekitar 71 persen adalah laki-laki berusia 25-29 tahun, sementara 29 persen di antaranya adalah laki-laki berusia 30-39 tahun.

BACA JUGA:
5 Fakta Dokter Tepergok Setengah Bugil Bareng Mahasiswi Cantik, Malah Ludahi Istri

Dari hasil penelusuran diketahui 6 pasien Monkeypox juga merupakan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi Biseksual.Para pasien disebut Ngabila sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Perawatan akan dilakukan hingga luka mengering dengan sempurna. Pihaknya juga terus melakukan tracing kepada orang yang kerap berhubungan dengan pasien positif cacar monyet.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Momen Pangeran Diponegoro Ditemani Ibu Kandungnya Selama 20 Tahun di Pengasingan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Cacar monyet dijelaskan Ngabila memiliki faktor prilaku seks beresiko dengan ciri-ciri muncul lesi dan ruam kemerahan, dan diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bendungan Ameroro Longsor Jelang Diresmikan

Penularan terjadi dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY0Ny81L3g4cDF1eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan pola hidup sehat dan tidak melakukan aktifitas seks di luar kewajaran untuk mencegah maraknya kasus cacar monyet.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan bahwa tujuh kasus konfirmasi Monkeypox di Indonesia ditemukan di wilayah Ibu Kota.
Hingga Senin 23 Oktober 2023, tujuh kasus tersebut berada di sejumlah wilayah seperti Jatinegara (1 kasus), Mampang (1 kasus), Setiabudi (2 kasus), Grogol Petamburan (1 kasus), Kebayoran Lama (1 kasus), dan Kembangan (1 kasus).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Cs Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Jaga Pertumbuhan 5%

Seluruh pasien positif cacar monyet, kata Ngabila, adalah laki-laki usia produktif.
Mayoritas atau sekitar 71 persen adalah laki-laki berusia 25-29 tahun, sementara 29 persen di antaranya adalah laki-laki berusia 30-39 tahun.

BACA JUGA:
5 Fakta Dokter Tepergok Setengah Bugil Bareng Mahasiswi Cantik, Malah Ludahi Istri

Dari hasil penelusuran diketahui 6 pasien Monkeypox juga merupakan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi Biseksual.Para pasien disebut Ngabila sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Perawatan akan dilakukan hingga luka mengering dengan sempurna. Pihaknya juga terus melakukan tracing kepada orang yang kerap berhubungan dengan pasien positif cacar monyet.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Momen Pangeran Diponegoro Ditemani Ibu Kandungnya Selama 20 Tahun di Pengasingan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Cacar monyet dijelaskan Ngabila memiliki faktor prilaku seks beresiko dengan ciri-ciri muncul lesi dan ruam kemerahan, dan diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bendungan Ameroro Longsor Jelang Diresmikan

Penularan terjadi dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.

</content:encoded></item></channel></rss>
