<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Menguat, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Komoditas</title><description>Salah satu komoditas yang diperkirakan akan melonjak harganya adalah kedelai.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas"/><item><title>Dolar AS Menguat, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Komoditas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas-XxnLxdLxE4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/337/2907445/dolar-as-menguat-ketua-dpr-ingatkan-pemerintah-antisipasi-lonjakan-harga-komoditas-XxnLxdLxE4.jpg</image><title>Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi kenaikan harga komoditas akibat menguatnya nilai tukar dolar AS (Amerika Serikat) terhadap rupiah. Salah satu komoditas yang diperkirakan akan melonjak harganya adalah kedelai.

&quot;Pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan yang mengendalikan impor barang-barang yang sensitif terhadap nilai tukar rupiah, seperti kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe,&quot; kata Puan dalam keterangannya, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Reshuffle Kabinet, Amran Sulaiman Dikabarkan Dilantik Jokowi Jadi Mentan Kedua Kalinya


Kendati pengaruh dolar AS terhadap kedelai sangat signifikan, Puan pun mendorong adanya penguatan bantuan untuk petani kedelai. Di sisi lain, ia meminta, pemerintah untuk melakukan intervensi dalam upaya menggenjot produksi kedelai lokal.

&quot;Produksi kedelai yang meningkat akan berdampak positif pada ekonomi dan ketahanan pangan negara,&quot; ujar Puan.

BACA JUGA:
Apresiasi Pasar Sembako Murah, Masyarakat Pandeglang Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024


Ia mengingatkan, kedelai tak hanya menjadi bahan baku tempe dan tahu yang merupakan makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Puan pun menilai, peningkatan produksi kedelai lokal juga akan membantu industri pangan lainnya karena kedelai juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap dan pakan ternak.

&quot;Ibu-ibu pasti merasakan dampaknya, karena biasanya tahu tempe disajikan sebagai makanan sehari-hari. Kalau harganya naik, pengeluaran rumah tangga juga akan naik. Perekonomian keluarga ikut berpengaruh,&quot; katanya.

Puan juga menyoroti kenaikan harga tempe tahu dan komoditas lainnya seperti cabai yang dapat berdampak terhadap pelaku usaha makanan. Terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).



&amp;ldquo;Pelaku usaha makanan tidak bisa menaikkan harga sembarangan karena bisa berpengaruh terhadap pembeli. Jadi harus ada antisipasi yang memadai agar kenaikan harga pangan tidak merugikan UMKM sebagai penggerak perekonomian negara,&amp;rdquo; ucap Puan.



</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi kenaikan harga komoditas akibat menguatnya nilai tukar dolar AS (Amerika Serikat) terhadap rupiah. Salah satu komoditas yang diperkirakan akan melonjak harganya adalah kedelai.

&quot;Pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan yang mengendalikan impor barang-barang yang sensitif terhadap nilai tukar rupiah, seperti kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe,&quot; kata Puan dalam keterangannya, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Reshuffle Kabinet, Amran Sulaiman Dikabarkan Dilantik Jokowi Jadi Mentan Kedua Kalinya


Kendati pengaruh dolar AS terhadap kedelai sangat signifikan, Puan pun mendorong adanya penguatan bantuan untuk petani kedelai. Di sisi lain, ia meminta, pemerintah untuk melakukan intervensi dalam upaya menggenjot produksi kedelai lokal.

&quot;Produksi kedelai yang meningkat akan berdampak positif pada ekonomi dan ketahanan pangan negara,&quot; ujar Puan.

BACA JUGA:
Apresiasi Pasar Sembako Murah, Masyarakat Pandeglang Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024


Ia mengingatkan, kedelai tak hanya menjadi bahan baku tempe dan tahu yang merupakan makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Puan pun menilai, peningkatan produksi kedelai lokal juga akan membantu industri pangan lainnya karena kedelai juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap dan pakan ternak.

&quot;Ibu-ibu pasti merasakan dampaknya, karena biasanya tahu tempe disajikan sebagai makanan sehari-hari. Kalau harganya naik, pengeluaran rumah tangga juga akan naik. Perekonomian keluarga ikut berpengaruh,&quot; katanya.

Puan juga menyoroti kenaikan harga tempe tahu dan komoditas lainnya seperti cabai yang dapat berdampak terhadap pelaku usaha makanan. Terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).



&amp;ldquo;Pelaku usaha makanan tidak bisa menaikkan harga sembarangan karena bisa berpengaruh terhadap pembeli. Jadi harus ada antisipasi yang memadai agar kenaikan harga pangan tidak merugikan UMKM sebagai penggerak perekonomian negara,&amp;rdquo; ucap Puan.



</content:encoded></item></channel></rss>
