<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Pembunuhan Karyawati di Jakbar, Polisi: Pelaku Mengidap Skizofrenia Paranoid</title><description>Hal itu diketahui berdasarkan observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid"/><item><title>Kasus Pembunuhan Karyawati di Jakbar, Polisi: Pelaku Mengidap Skizofrenia Paranoid</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid-9vywQyWzhQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes M Syahduddi. (Foto: Riyan Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/338/2907306/kasus-pembunuhan-karyawati-di-jakbar-polisi-pelaku-mengidap-skizofrenia-paranoid-9vywQyWzhQ.jpg</image><title>Kombes M Syahduddi. (Foto: Riyan Rizky)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNC8xLzE3MjE4MC81L3g4b3RtcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan AH (26) terhadap seorang karyawati berinisial FD (44) di dekat Mal Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi menyebutkan bahwa pelaku AH mengidap penyakit Skizofrenia Paranoid. Hal itu diketahui berdasarkan observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri.
&amp;ldquo;Di dapat keterangan dari dokter forensik psikiatri, disampaikan bahwa terhadap tersangka AH didapati gangguan jiwa berat, yang dalam istilah kedokteran disebut dengan Skizofrenia Paranoid,&amp;rdquo; kata Syahduddi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Polisi Olah TKP Ulang Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Besok

Syahduddi menjelaskan, berdasarkan rekomendasi dari pihak dokter yang memantau tersangka, bahwa AH perlu dilakukan perawatan.
&amp;ldquo;Dokter pun memberikan rekomendasi bahwa tersangka ini memerlukan perawatan psikiatri untuk mengatasi gejala gangguan jiwanya dan pengawasan ketat guna mencegah terjadinya risiko yang membahayakan diri pelaku dan lingkungan sekitar,&amp;rdquo; ujarnya.
Syahduddi juga menyebutkan bahwa saat pelaku diinterogasi oleh polisi, pelaku mengaku mendapatkan bisikan untuk membunuh korban.

BACA JUGA:
5 Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Subang, Ini Peran 5 Tersangka

&amp;ldquo;Pelaku sering berhalusinasi, berbicara sendiri dan juga memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada penyidik,&amp;rdquo; imbuhnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga pelaku, lanjut Syahduddi, disebutkan bahwa pelaku sudah menunjukan perilaku aneh sejak 6 bulan terakhir.
&amp;ldquo;Pelaku pernah menyampaikan ke ibunya bahwa dia menutup lampu dengan lakban dengan alasan dari lubang lampu tersebut sering keluar debu-debu atau sampah yang bersifat jahat,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Kemudian dari sang adik sering melihat pelaku ketika bawa galon airsecara tiba-tiba galon tersebut dibuang airnya dengan alasan di dalam galon itu ada makhluk jahat,&amp;rdquo; jelasnya.

Diketahui sebelumnya, FD ditemukan tewas mengenaskan di lobby mal pada Selasa (29/9/2023) pagi. Perempuan tersebut ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNC8xLzE3MjE4MC81L3g4b3RtcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan AH (26) terhadap seorang karyawati berinisial FD (44) di dekat Mal Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi menyebutkan bahwa pelaku AH mengidap penyakit Skizofrenia Paranoid. Hal itu diketahui berdasarkan observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri.
&amp;ldquo;Di dapat keterangan dari dokter forensik psikiatri, disampaikan bahwa terhadap tersangka AH didapati gangguan jiwa berat, yang dalam istilah kedokteran disebut dengan Skizofrenia Paranoid,&amp;rdquo; kata Syahduddi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Polisi Olah TKP Ulang Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Besok

Syahduddi menjelaskan, berdasarkan rekomendasi dari pihak dokter yang memantau tersangka, bahwa AH perlu dilakukan perawatan.
&amp;ldquo;Dokter pun memberikan rekomendasi bahwa tersangka ini memerlukan perawatan psikiatri untuk mengatasi gejala gangguan jiwanya dan pengawasan ketat guna mencegah terjadinya risiko yang membahayakan diri pelaku dan lingkungan sekitar,&amp;rdquo; ujarnya.
Syahduddi juga menyebutkan bahwa saat pelaku diinterogasi oleh polisi, pelaku mengaku mendapatkan bisikan untuk membunuh korban.

BACA JUGA:
5 Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Subang, Ini Peran 5 Tersangka

&amp;ldquo;Pelaku sering berhalusinasi, berbicara sendiri dan juga memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada penyidik,&amp;rdquo; imbuhnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga pelaku, lanjut Syahduddi, disebutkan bahwa pelaku sudah menunjukan perilaku aneh sejak 6 bulan terakhir.
&amp;ldquo;Pelaku pernah menyampaikan ke ibunya bahwa dia menutup lampu dengan lakban dengan alasan dari lubang lampu tersebut sering keluar debu-debu atau sampah yang bersifat jahat,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Kemudian dari sang adik sering melihat pelaku ketika bawa galon airsecara tiba-tiba galon tersebut dibuang airnya dengan alasan di dalam galon itu ada makhluk jahat,&amp;rdquo; jelasnya.

Diketahui sebelumnya, FD ditemukan tewas mengenaskan di lobby mal pada Selasa (29/9/2023) pagi. Perempuan tersebut ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher.

</content:encoded></item></channel></rss>
