<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecewa dengan Putusan MK, Mahasiswa di Palopo Gelar Aksi Bakar Lilin</title><description>Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan rasa kecewa mereka atasan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin"/><item><title>Kecewa dengan Putusan MK, Mahasiswa di Palopo Gelar Aksi Bakar Lilin</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 03:17 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin-48JIBb97kF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa di Palopo gelar aksi bakar lilin sebagai bentuk penolakan pada putusan MK (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/340/2907669/kecewa-dengan-putusan-mk-mahasiswa-di-palopo-gelar-aksi-bakar-lilin-48JIBb97kF.jpg</image><title>Mahasiswa di Palopo gelar aksi bakar lilin sebagai bentuk penolakan pada putusan MK (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY3MC81L3g4cDIydGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

PALOPO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar aksi bakar lilin di depan Kantor Walikota Palopo, pada Senin 23 Oktober 2023. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan rasa kecewa mereka atasan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan kepala daerah yang berpengalaman berusia di bawah 40 tahun bisa maju di Pilpres 2024.

Koordinator Daerah aksi BEM Nusantara wilayah Sulawesi Selatan, Mahligai Nurlan menilai bahwa putusan MK tersebut sarat akan kepentingan politik, serta memuluskan sekelompok tertentu.


BACA JUGA:
MKMK Diberi Waktu 30 Hari Selesaikan Laporan Pelanggaran Kode Etik Anwar Usman Cs


&quot;Keputusan dari Mahkamah Konstitusi ini sangat erat kaitannya dengan politik dinasti,&quot; ujar Mahligai dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (25/10/2023)

Imbas keputusan kontroversial itu, para mahasiswa menuntut agar Ketua MK, Anwar Usman, yang juga merupakan paman dari Gibran Rakabuming Raka, segera mengundurkan diri dari jabatannya.


BACA JUGA:
Anwar Usman Jamin MKMK Independen Tangani Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Selain itu, mereka juga menuntut dan mendesak pemerintah agar segera mereformasi tubuh MK, serta mendesak presiden mengambil sikap terkait keluarnya putusan MK yang kontroversial dan mendapat kritik dari masyarakat.

&quot;Kami tegaskan kami tidak menolak kehadiran pemuda sebagai calon pemimpin bangsa ini, kami menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi yang sangat terburu-buru, sangat sarat akan kepentingan,&quot; ujar Mahligai.Untuk diketahui, jalannya aksi demonstrasi dari para mahasiswa berjalan dengan damai. Mahligai menjelaskan, aksi ini juga merupakan refleksi duka dari para mahasiswa Palolo atas putusan MK.

Sebelum membubarkan diri secara tertib, para mahasiswa tersebut juga nampak membersihkan bekas lilin yang ada di trotoar  tempat berlangsungnya aksi mereka.


BACA JUGA:
Gempa M3,0 Guncang Majalengka


&quot;Gerakan bakar lilin ini adalah gerakan yang kami anggap damai, gerakan yang kami nilai ada makna. Ini adalah bagian daripada duka yang ingin kami sampaikan dari kalangan mahasiswa kepada tubuh Mahkamah Konstitusi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY3MC81L3g4cDIydGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

PALOPO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar aksi bakar lilin di depan Kantor Walikota Palopo, pada Senin 23 Oktober 2023. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan rasa kecewa mereka atasan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan kepala daerah yang berpengalaman berusia di bawah 40 tahun bisa maju di Pilpres 2024.

Koordinator Daerah aksi BEM Nusantara wilayah Sulawesi Selatan, Mahligai Nurlan menilai bahwa putusan MK tersebut sarat akan kepentingan politik, serta memuluskan sekelompok tertentu.


BACA JUGA:
MKMK Diberi Waktu 30 Hari Selesaikan Laporan Pelanggaran Kode Etik Anwar Usman Cs


&quot;Keputusan dari Mahkamah Konstitusi ini sangat erat kaitannya dengan politik dinasti,&quot; ujar Mahligai dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (25/10/2023)

Imbas keputusan kontroversial itu, para mahasiswa menuntut agar Ketua MK, Anwar Usman, yang juga merupakan paman dari Gibran Rakabuming Raka, segera mengundurkan diri dari jabatannya.


BACA JUGA:
Anwar Usman Jamin MKMK Independen Tangani Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Selain itu, mereka juga menuntut dan mendesak pemerintah agar segera mereformasi tubuh MK, serta mendesak presiden mengambil sikap terkait keluarnya putusan MK yang kontroversial dan mendapat kritik dari masyarakat.

&quot;Kami tegaskan kami tidak menolak kehadiran pemuda sebagai calon pemimpin bangsa ini, kami menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi yang sangat terburu-buru, sangat sarat akan kepentingan,&quot; ujar Mahligai.Untuk diketahui, jalannya aksi demonstrasi dari para mahasiswa berjalan dengan damai. Mahligai menjelaskan, aksi ini juga merupakan refleksi duka dari para mahasiswa Palolo atas putusan MK.

Sebelum membubarkan diri secara tertib, para mahasiswa tersebut juga nampak membersihkan bekas lilin yang ada di trotoar  tempat berlangsungnya aksi mereka.


BACA JUGA:
Gempa M3,0 Guncang Majalengka


&quot;Gerakan bakar lilin ini adalah gerakan yang kami anggap damai, gerakan yang kami nilai ada makna. Ini adalah bagian daripada duka yang ingin kami sampaikan dari kalangan mahasiswa kepada tubuh Mahkamah Konstitusi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
