<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungan ke Lampung, Ganjar Dicurhati Emak-Emak dan Nelayan soal Jamban hingga Perizinan Kapal</title><description>Kunjungan ke Lampung, Ganjar Dicurhati Emak-Emak dan Nelayan soal Jamban hingga Perizinan Kapal</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal"/><item><title>Kunjungan ke Lampung, Ganjar Dicurhati Emak-Emak dan Nelayan soal Jamban hingga Perizinan Kapal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal-DnefiT7hkR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunjungan ke Lampung, Ganjar dicurhati soal jamban hingga air bersih. (MPI/Ira Widyanti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/340/2908310/kunjungan-ke-lampung-ganjar-dicurhati-emak-emak-dan-nelayan-soal-jamban-hingga-perizinan-kapal-DnefiT7hkR.jpg</image><title>Kunjungan ke Lampung, Ganjar dicurhati soal jamban hingga air bersih. (MPI/Ira Widyanti)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjcwMC81L3g4cDJpdzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDARLAMPUNG - Bakal calon presiden (bacapres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyapa nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Bandarlampung, Rabu (25/10/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo menerima curhatan emak-emak soal minimnya ketersediaan jamban hingga air bersih di sekitar TPI Lempasing.

Salah seorang emak-emak di TPI Lempasing, Carem, mengatakan, warga sekitar mengalami kesulitan lantaran tidak memiliki jamban serta kesulitan mendapatkan air bersih.

&quot;Kami di sini nggak ada WC, kalo BAB di laut atau di WC umum, di rumah enggak ada (WC), banyak yang enggak punya,&quot; ucapnya.

Carem melanjutkan, warga di TPI Lempasing juga kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih saat musim kemarau.

&quot;Butuhnya jamban dan air bersih Pak, ada PAM kadang mati kadang hidup. Ada sumur, tapi rata-rata kering karena musim kemarau,&quot; ucapnya.







BACA JUGA:
Kunjungi Desa Lempasing, Ganjar Dengarkan Curhat Para Nelayan di Lampung







Warga lainnya yang merupakan seorang nelayan, Harun menyampaikan keluhannya soal sulitnya mengurus dokumen kapal.

Menurut Harun, selain perizinan saat ini yang menggunakan sistem online, peraturan terkait izin kapal juga kerap berubah-ubah sehingga membingungkan nelayan.





BACA JUGA:
Doa Bersama untuk Ganjar-Mahfud MD, TGB: Inilah Suara Otentik Masyarakat










&quot;Untuk izin kapal peraturannya ganti-ganti pak. Setiap ganti menteri peraturannya ganti. Contohnya, dulu enggak ada cek fisik, setelah ibu susi turun, dengan menteri penggantinya peraturan ganti lagi, suratnya harus ada yang ditambah. Maunya yah kayak mobil aja maksudnya (jangan ganti-ganti peraturan),&quot; ungkapnya.

Menanggapi hasil pertemuan dan dialog interaktif tersebut, Ganjar Pranowo berjanji akan meneruskan dan menyampaikan keluhan warga setempat ke pemerintah pusat. Termasuk soal penyediaan fasilitas jamban hingga air bersih.






BACA JUGA:
Puan Tak Khawatir Suara Ganjar di Jateng Digerus Gibran: Semua Punya Strategi












Menurut Ganjar, ketersediaan sarana tersebut merupakan kebutuhan dasar warga hingga harus segera dipenuhi dan ditindaklanjuti pemerintah.



&quot;Ini harus segera direspons. Saya akan coba komunikasikan, termasuk tadi cerita soal izin kapal yang belum selesai. Saya akan komunikasi langsung ke menteri,&quot; tutur Ganjar.

</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjcwMC81L3g4cDJpdzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDARLAMPUNG - Bakal calon presiden (bacapres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyapa nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Bandarlampung, Rabu (25/10/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo menerima curhatan emak-emak soal minimnya ketersediaan jamban hingga air bersih di sekitar TPI Lempasing.

Salah seorang emak-emak di TPI Lempasing, Carem, mengatakan, warga sekitar mengalami kesulitan lantaran tidak memiliki jamban serta kesulitan mendapatkan air bersih.

&quot;Kami di sini nggak ada WC, kalo BAB di laut atau di WC umum, di rumah enggak ada (WC), banyak yang enggak punya,&quot; ucapnya.

Carem melanjutkan, warga di TPI Lempasing juga kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih saat musim kemarau.

&quot;Butuhnya jamban dan air bersih Pak, ada PAM kadang mati kadang hidup. Ada sumur, tapi rata-rata kering karena musim kemarau,&quot; ucapnya.







BACA JUGA:
Kunjungi Desa Lempasing, Ganjar Dengarkan Curhat Para Nelayan di Lampung







Warga lainnya yang merupakan seorang nelayan, Harun menyampaikan keluhannya soal sulitnya mengurus dokumen kapal.

Menurut Harun, selain perizinan saat ini yang menggunakan sistem online, peraturan terkait izin kapal juga kerap berubah-ubah sehingga membingungkan nelayan.





BACA JUGA:
Doa Bersama untuk Ganjar-Mahfud MD, TGB: Inilah Suara Otentik Masyarakat










&quot;Untuk izin kapal peraturannya ganti-ganti pak. Setiap ganti menteri peraturannya ganti. Contohnya, dulu enggak ada cek fisik, setelah ibu susi turun, dengan menteri penggantinya peraturan ganti lagi, suratnya harus ada yang ditambah. Maunya yah kayak mobil aja maksudnya (jangan ganti-ganti peraturan),&quot; ungkapnya.

Menanggapi hasil pertemuan dan dialog interaktif tersebut, Ganjar Pranowo berjanji akan meneruskan dan menyampaikan keluhan warga setempat ke pemerintah pusat. Termasuk soal penyediaan fasilitas jamban hingga air bersih.






BACA JUGA:
Puan Tak Khawatir Suara Ganjar di Jateng Digerus Gibran: Semua Punya Strategi












Menurut Ganjar, ketersediaan sarana tersebut merupakan kebutuhan dasar warga hingga harus segera dipenuhi dan ditindaklanjuti pemerintah.



&quot;Ini harus segera direspons. Saya akan coba komunikasikan, termasuk tadi cerita soal izin kapal yang belum selesai. Saya akan komunikasi langsung ke menteri,&quot; tutur Ganjar.

</content:encoded></item></channel></rss>
