<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Media AS Pertanyakan Bukti Video dari Israel Terkait Pengeboman RS Gaza</title><description>NYT mengatakan bahwa video yang diberikan Israel itu kemungkinan tak berhubungan dengan pengeboman RS Al-Ahli di Gaza.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza"/><item><title>Media AS Pertanyakan Bukti Video dari Israel Terkait Pengeboman RS Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 10:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza-dx6GL49sxH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak serangan Israel di Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/18/2908529/media-as-pertanyakan-bukti-video-dari-israel-terkait-pengeboman-rs-gaza-dx6GL49sxH.jpg</image><title>Dampak serangan Israel di Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Salah satu bukti penting yang diberikan Israel untuk membuktikan mereka tak bertanggung jawab atas pengeboman sebuah rumah sakit di Gaza pekan lalu mungkin tidak ada hubungannya dengan insiden tersebut, demikian dilaporkan New York Times, mengutip analisis ekstensif yang dilakukan oleh tim investigasi visual Israel.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Rusia: AS Bisa dengan Mudah Ungkap Pelaku Pengeboman Rumah Sakit Gaza&amp;nbsp;

Bukti berupa rekaman yang awalnya diambil oleh Al Jazeera itu dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Israel setelah serangan mematikan di Rumah Sakit Al-Ahli pada Selasa, (17/10/2023) lalu dan merupakan bagian utama dari penyangkalan negara Zionis tersebut segera setelah pemboman tersebut.
Klip tersebut menunjukkan sebuah proyektil terbang di atas Gaza dan meledak di udara, dengan bagian-bagiannya jatuh ke tanah di bawahnya. Ledakan lainnya &amp;ndash; kali ini di darat &amp;ndash; terjadi setelahnya.
Israel mengklaim bahwa video tersebut menunjukkan roket yang tidak berfungsi diluncurkan oleh kelompok Jihad Islam yang berbasis di Gaza. Proyektil inilah yang diduga menjadi penyebab ledakan maut di RS Al-Ahli, klaim Tel Aviv.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Iran Kutuk Serangan di Rumah Sakit Gaza, Sebut Israel Lakukan Genosida&amp;nbsp;

Insiden besar ini menyebabkan ledakan besar mengguncang tempat parkir di dalam halaman rumah sakit. Meskipun bangunan itu sendiri tidak mengalami kerusakan besar, namun ledakan tersebut dilaporkan menewaskan sekira 500 orang, yang diduga berkumpul di halaman untuk mencari perlindungan dari pemboman Israel di daerah kantong Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat.Para analis New York Times menyimpulkan bahwa ledakan di udara yang digambarkan dalam video tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang sangat buruk karena ledakan tersebut terjadi sekira dua mil (lebih dari tiga kilometer) jauhnya dari fasilitas medis. Ini adalah &amp;ldquo;aspek yang tidak berhubungan&amp;rdquo; dengan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan yang bermarkas di Gaza, kata media tersebut.

&amp;ldquo;Rudal dalam video itu tidak pernah berada di dekat rumah sakit. Rudal tersebut diluncurkan dari Israel, bukan dari Gaza, dan tampaknya meledak di atas perbatasan Israel-Gaza, setidaknya dua mil jauhnya dari rumah sakit,&amp;rdquo; kata surat kabar tersebut sebagaimana dilansir BACA JUGA:

&amp;nbsp;Kanada, Prancis, AS, Sebut Ledakan di Rumah Sakit Gaza Bukan Perbuatan Israel

Meskipun bukti-bukti ini tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit tersebut, upaya para pejabat Israel untuk membangun kasus mereka berdasarkan hal tersebut &amp;ldquo;memperumit narasi langsung yang mereka kemukakan,&amp;rdquo; tambahnya.
NYT mengatakan pihaknya telah menyinkronkan rekaman Al Jazeera dengan lima video lain yang diambil pada waktu yang sama, termasuk yang direkam oleh stasiun televisi Israel, Channel 12, dan kamera CCTV di Tel Aviv. Klip-klip ini memberikan gambaran insiden di udara dari utara, selatan, timur, dan barat.Analis surat kabar tersebut kemudian melakukan triangulasi titik peluncuran dalam video tersebut, menggunakan citra satelit, dan menentukan bahwa proyektil tersebut ditembakkan ke arah Gaza dari Israel. Outlet media tersebut kemudian mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi jenis proyektil yang terlihat di video tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM0NC81L3g4b3dyd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, beberapa kelompok jurnalis dan analis di berbagai LSM dan media juga mempertanyakan narasi Israel berdasarkan video tersebut. Tim di Al Jazeera Qatar dan jaringan Inggris Channel 4 mempelajari rekaman tersebut dan menyimpulkan bahwa kilatan cahaya tersebut tidak dapat dikaitkan dengan ledakan berikutnya di rumah sakit.
Kilatan itu &amp;ldquo;sebenarnya konsisten dengan sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel yang mencegat rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan menghancurkannya di udara,&amp;rdquo; kata Al Jazeera saat itu.</description><content:encoded>NEW YORK - Salah satu bukti penting yang diberikan Israel untuk membuktikan mereka tak bertanggung jawab atas pengeboman sebuah rumah sakit di Gaza pekan lalu mungkin tidak ada hubungannya dengan insiden tersebut, demikian dilaporkan New York Times, mengutip analisis ekstensif yang dilakukan oleh tim investigasi visual Israel.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Rusia: AS Bisa dengan Mudah Ungkap Pelaku Pengeboman Rumah Sakit Gaza&amp;nbsp;

Bukti berupa rekaman yang awalnya diambil oleh Al Jazeera itu dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Israel setelah serangan mematikan di Rumah Sakit Al-Ahli pada Selasa, (17/10/2023) lalu dan merupakan bagian utama dari penyangkalan negara Zionis tersebut segera setelah pemboman tersebut.
Klip tersebut menunjukkan sebuah proyektil terbang di atas Gaza dan meledak di udara, dengan bagian-bagiannya jatuh ke tanah di bawahnya. Ledakan lainnya &amp;ndash; kali ini di darat &amp;ndash; terjadi setelahnya.
Israel mengklaim bahwa video tersebut menunjukkan roket yang tidak berfungsi diluncurkan oleh kelompok Jihad Islam yang berbasis di Gaza. Proyektil inilah yang diduga menjadi penyebab ledakan maut di RS Al-Ahli, klaim Tel Aviv.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Iran Kutuk Serangan di Rumah Sakit Gaza, Sebut Israel Lakukan Genosida&amp;nbsp;

Insiden besar ini menyebabkan ledakan besar mengguncang tempat parkir di dalam halaman rumah sakit. Meskipun bangunan itu sendiri tidak mengalami kerusakan besar, namun ledakan tersebut dilaporkan menewaskan sekira 500 orang, yang diduga berkumpul di halaman untuk mencari perlindungan dari pemboman Israel di daerah kantong Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat.Para analis New York Times menyimpulkan bahwa ledakan di udara yang digambarkan dalam video tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang sangat buruk karena ledakan tersebut terjadi sekira dua mil (lebih dari tiga kilometer) jauhnya dari fasilitas medis. Ini adalah &amp;ldquo;aspek yang tidak berhubungan&amp;rdquo; dengan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan yang bermarkas di Gaza, kata media tersebut.

&amp;ldquo;Rudal dalam video itu tidak pernah berada di dekat rumah sakit. Rudal tersebut diluncurkan dari Israel, bukan dari Gaza, dan tampaknya meledak di atas perbatasan Israel-Gaza, setidaknya dua mil jauhnya dari rumah sakit,&amp;rdquo; kata surat kabar tersebut sebagaimana dilansir BACA JUGA:

&amp;nbsp;Kanada, Prancis, AS, Sebut Ledakan di Rumah Sakit Gaza Bukan Perbuatan Israel

Meskipun bukti-bukti ini tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit tersebut, upaya para pejabat Israel untuk membangun kasus mereka berdasarkan hal tersebut &amp;ldquo;memperumit narasi langsung yang mereka kemukakan,&amp;rdquo; tambahnya.
NYT mengatakan pihaknya telah menyinkronkan rekaman Al Jazeera dengan lima video lain yang diambil pada waktu yang sama, termasuk yang direkam oleh stasiun televisi Israel, Channel 12, dan kamera CCTV di Tel Aviv. Klip-klip ini memberikan gambaran insiden di udara dari utara, selatan, timur, dan barat.Analis surat kabar tersebut kemudian melakukan triangulasi titik peluncuran dalam video tersebut, menggunakan citra satelit, dan menentukan bahwa proyektil tersebut ditembakkan ke arah Gaza dari Israel. Outlet media tersebut kemudian mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi jenis proyektil yang terlihat di video tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM0NC81L3g4b3dyd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, beberapa kelompok jurnalis dan analis di berbagai LSM dan media juga mempertanyakan narasi Israel berdasarkan video tersebut. Tim di Al Jazeera Qatar dan jaringan Inggris Channel 4 mempelajari rekaman tersebut dan menyimpulkan bahwa kilatan cahaya tersebut tidak dapat dikaitkan dengan ledakan berikutnya di rumah sakit.
Kilatan itu &amp;ldquo;sebenarnya konsisten dengan sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel yang mencegat rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan menghancurkannya di udara,&amp;rdquo; kata Al Jazeera saat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
