<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Rekrut Tahanan untuk Perang di Ukraina, Diiming-imingi Gaji Rp32 Juta per Bulan</title><description>Mmantan tahanan tersebut menyadari bahwa mereka dikirim ke &amp;ldquo;penggiling daging&amp;rdquo; tanpa persenjataan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan"/><item><title>Rusia Rekrut Tahanan untuk Perang di Ukraina, Diiming-imingi Gaji Rp32 Juta per Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan-T27QKslBS9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusia rekrut tahanan untuk perang lawan Ukraina (Foto: Ivan Zhdanov)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/18/2908748/rusia-rekrut-tahanan-untuk-perang-di-ukraina-diiming-imingi-gaji-rp32-juta-per-bulan-T27QKslBS9.jpg</image><title>Rusia rekrut tahanan untuk perang lawan Ukraina (Foto: Ivan Zhdanov)</title></images><description>
RUSIA - Laporan dari Rusia menunjukkan bahwa kementerian pertahanan telah mengambil alih tugas Wagner sebagai perekrut narapidana untuk perang melawan Ukraina.

&amp;ldquo;Skemanya sama dengan perusahaan militer swasta [Wagner],&amp;rdquo; kata RTVI, situs berita Rusia.
&amp;ldquo;Tahanan menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan, dan setelah menyelesaikannya mereka bisa pulang atau terus bertugas,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Gantikan Wagner, Rusia Rekrut Tahanan untuk Perang Lawan Ukraina

Salah satu anggota Storm-Z, mantan tahanan yang diwawancarai oleh situs web yang didanai AS, Sever Realii, mengatakan bahwa perekrut kementerian pertahanan menjanjikan bayaran yang besar kepada narapidana.

BACA JUGA:
Serangan Rusia Meningkat, Ukraina Evakuasi Paksa 1.000 Anak-Anak ke Tempat Aman

Yakni gaji 205.000 rubel (sekitar USD2.000 atau Rp32 juta) sebulan, pembayaran 3 juta rubel (USD31.000 atau Rp494 juta) per cedera dan 5 juta rubel (USD52.000 atau Rp828 juta) yang harus dibayarkan kepada keluarga tahanan yang direkrut  jika dia terbunuh.

&quot;Semuanya terdengar keren!,&amp;rdquo; ujarnya.
Namun segera setelah dikerahkan ke Ukraina, para mantan tahanan tersebut menyadari bahwa mereka dikirim ke &amp;ldquo;penggiling daging&amp;rdquo; tanpa persenjataan yang memadai atau bahkan tanpa diberitahu tentang situasi sebenarnya di garis depan.Pria itu - yang nama aslinya tidak disebutkan Sever Realii - kehilangan satu kakinya dalam pertempuran, tetapi dia selamat, tidak seperti beberapa rekan pejuangnya dari Storm-Z.



Meski militer Rusia belum membenarkan atau membantah merekrut narapidana, ada banyak indikasi mereka dikirim ke unit yang dikenal dengan nama Storm-Z.



Misalnya, Mikhail Razvozhayev, gubernur kota Sevastopol di Krimea yang dilantik Rusia, pada 17 Oktober menegaskan bahwa salah satu dari dua anggota Storm-Z yang baru-baru ini terbunuh dalam pertempuran adalah mantan tahanan yang &quot;telah memutuskan untuk menebus kesalahannya.&quot; bersalah dan menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan pada musim semi 2023&quot;.



Juga di bulan Oktober, surat kabar populer Rusia Moskovsky Komsomolets mewawancarai anggota Storm-Z lainnya, seorang terpidana pembunuh yang menggunakan tanda panggilan Bandit. Dia telah menjalani enam tahun dari 19 tahun hukuman penjaranya sebelum bergabung dengan militer Rusia.



&amp;ldquo;Tidak masalah apakah Anda seorang tentara kontrak, apakah Anda telah dimobilisasi atau bahkan seorang narapidana. Tidak, kami seperti keluarga,&amp;rdquo; kata Bandit kepada surat kabar tersebut.

&quot;Saya hanya berharap Kementerian Pertahanan menepati janjinya dan memberikan pengampunan bagi saya,&amp;rdquo; lanjutnya.



</description><content:encoded>
RUSIA - Laporan dari Rusia menunjukkan bahwa kementerian pertahanan telah mengambil alih tugas Wagner sebagai perekrut narapidana untuk perang melawan Ukraina.

&amp;ldquo;Skemanya sama dengan perusahaan militer swasta [Wagner],&amp;rdquo; kata RTVI, situs berita Rusia.
&amp;ldquo;Tahanan menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan, dan setelah menyelesaikannya mereka bisa pulang atau terus bertugas,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Gantikan Wagner, Rusia Rekrut Tahanan untuk Perang Lawan Ukraina

Salah satu anggota Storm-Z, mantan tahanan yang diwawancarai oleh situs web yang didanai AS, Sever Realii, mengatakan bahwa perekrut kementerian pertahanan menjanjikan bayaran yang besar kepada narapidana.

BACA JUGA:
Serangan Rusia Meningkat, Ukraina Evakuasi Paksa 1.000 Anak-Anak ke Tempat Aman

Yakni gaji 205.000 rubel (sekitar USD2.000 atau Rp32 juta) sebulan, pembayaran 3 juta rubel (USD31.000 atau Rp494 juta) per cedera dan 5 juta rubel (USD52.000 atau Rp828 juta) yang harus dibayarkan kepada keluarga tahanan yang direkrut  jika dia terbunuh.

&quot;Semuanya terdengar keren!,&amp;rdquo; ujarnya.
Namun segera setelah dikerahkan ke Ukraina, para mantan tahanan tersebut menyadari bahwa mereka dikirim ke &amp;ldquo;penggiling daging&amp;rdquo; tanpa persenjataan yang memadai atau bahkan tanpa diberitahu tentang situasi sebenarnya di garis depan.Pria itu - yang nama aslinya tidak disebutkan Sever Realii - kehilangan satu kakinya dalam pertempuran, tetapi dia selamat, tidak seperti beberapa rekan pejuangnya dari Storm-Z.



Meski militer Rusia belum membenarkan atau membantah merekrut narapidana, ada banyak indikasi mereka dikirim ke unit yang dikenal dengan nama Storm-Z.



Misalnya, Mikhail Razvozhayev, gubernur kota Sevastopol di Krimea yang dilantik Rusia, pada 17 Oktober menegaskan bahwa salah satu dari dua anggota Storm-Z yang baru-baru ini terbunuh dalam pertempuran adalah mantan tahanan yang &quot;telah memutuskan untuk menebus kesalahannya.&quot; bersalah dan menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan pada musim semi 2023&quot;.



Juga di bulan Oktober, surat kabar populer Rusia Moskovsky Komsomolets mewawancarai anggota Storm-Z lainnya, seorang terpidana pembunuh yang menggunakan tanda panggilan Bandit. Dia telah menjalani enam tahun dari 19 tahun hukuman penjaranya sebelum bergabung dengan militer Rusia.



&amp;ldquo;Tidak masalah apakah Anda seorang tentara kontrak, apakah Anda telah dimobilisasi atau bahkan seorang narapidana. Tidak, kami seperti keluarga,&amp;rdquo; kata Bandit kepada surat kabar tersebut.

&quot;Saya hanya berharap Kementerian Pertahanan menepati janjinya dan memberikan pengampunan bagi saya,&amp;rdquo; lanjutnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
