<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Religius, Pangeran Diponegoro Tertarik Sejarah Jawa Kuno hingga Nyi Roro Kidul</title><description>Knoerle utusan Belanda mencatat, Pangeran Diponegoro berbicara panjang lebar tentang Dewi Pantai Selatan yakni Ratu Kidul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul"/><item><title>Selain Religius, Pangeran Diponegoro Tertarik Sejarah Jawa Kuno hingga Nyi Roro Kidul</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 05:47 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul-bwNHX0Bgen.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pangeran Diponegoro ternayta menyukai sejarah tanah jawa hingga Nyi Roro Kidul (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908422/selain-religius-pangeran-diponegoro-tertarik-sejarah-jawa-kuno-hingga-nyi-roro-kidul-bwNHX0Bgen.jpg</image><title>Pangeran Diponegoro ternayta menyukai sejarah tanah jawa hingga Nyi Roro Kidul (Foto : Istimewa)</title></images><description>PANGERAN Diponegoro selain terkenal religius dengan kerap belajar ilmu-ilmu agama Islam, juga ternyata menyukai sejarah Jawa. Hal ini terlihat ketika sang pangeran diasingkan ke Makassar oleh Belanda. Di sana sang pangeran kerap menceritakan melalui catatan-catatannya yang selalu ditulis.

Konon Pangeran Diponegoro mempunyai jiwa penyelidik yang tajam dan pengetahuan luas dengan tema-tema tertentu. Hal yang disukainya yakni tema-tema sejarah Jawa dan legenda-legendanya. Pada catatannya selama berada di pengasingan sang pangeran berbicara panjang lebar mengenai budaya Jawa.


BACA JUGA:
Pangeran Diponegoro Nyantri ke Sejumlah Tokoh, Salah Satunya Kiai Taptojani


Pada buku &quot;Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855&quot;, sang pangeran mengulas bagaimana itu wayang, mitologi Jawa, pahlawan-pahlawan legendaris, dan tempat-tempat suci. Tak hanya itu, di sepanjang rangkaian percakapan tersebut, Knoerle utusan Belanda mencatat, Pangeran Diponegoro berbicara panjang lebar tentang Dewi Pantai Selatan yakni Ratu Kidul.

Pangeran Diponegoro juga sempat membicarakan sejarah Kerajaan Pajajaran dan Majapahit, Sultan Demak Pertama, Raden Patah yang bertahta sekitar 1500 hingga 1518-an, dan tentang Untung Suropati (1644-1706), tentara bayaran sekaligus petualang Bali di akhir abad ke-17.


BACA JUGA:
Ini Sederet Penghargaan di Dada KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto


Dia banyak bertanya dan mencari tahu mengenai dunia perdagangan, pelayaran, dan sejarah dinasti-dinasti Eropa kepada utusan Belanda bernama Knoerle ini. la juga menunjukkan minat besar akan peta-peta di kapal perang Belanda dan alat-alat navigasinya yang membawanya ke pengasingan, juga ilustrasi dalam buku-buku yang dipinjamkan kepada Knoerle tentang agama Buddha di Sailan, yang kini bernama Sri Lanka dan Perang Salib Pertama (1095-9).Di berbagai kesempatan, Pangeran Diponegoro menampilkan dirinya benar-benar rileks dalam menghadapi para pengawalnya yang orang Eropa.

Opsir pengawal asal Belanda yang pertama, Mayor de Stuers (1792-1881), menantu De Kock, malah mencatat tentang cara Pangeran membawa diri dengan anggun dan paham benar tentang etiket gaya Eropa di meja makan.</description><content:encoded>PANGERAN Diponegoro selain terkenal religius dengan kerap belajar ilmu-ilmu agama Islam, juga ternyata menyukai sejarah Jawa. Hal ini terlihat ketika sang pangeran diasingkan ke Makassar oleh Belanda. Di sana sang pangeran kerap menceritakan melalui catatan-catatannya yang selalu ditulis.

Konon Pangeran Diponegoro mempunyai jiwa penyelidik yang tajam dan pengetahuan luas dengan tema-tema tertentu. Hal yang disukainya yakni tema-tema sejarah Jawa dan legenda-legendanya. Pada catatannya selama berada di pengasingan sang pangeran berbicara panjang lebar mengenai budaya Jawa.


BACA JUGA:
Pangeran Diponegoro Nyantri ke Sejumlah Tokoh, Salah Satunya Kiai Taptojani


Pada buku &quot;Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855&quot;, sang pangeran mengulas bagaimana itu wayang, mitologi Jawa, pahlawan-pahlawan legendaris, dan tempat-tempat suci. Tak hanya itu, di sepanjang rangkaian percakapan tersebut, Knoerle utusan Belanda mencatat, Pangeran Diponegoro berbicara panjang lebar tentang Dewi Pantai Selatan yakni Ratu Kidul.

Pangeran Diponegoro juga sempat membicarakan sejarah Kerajaan Pajajaran dan Majapahit, Sultan Demak Pertama, Raden Patah yang bertahta sekitar 1500 hingga 1518-an, dan tentang Untung Suropati (1644-1706), tentara bayaran sekaligus petualang Bali di akhir abad ke-17.


BACA JUGA:
Ini Sederet Penghargaan di Dada KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto


Dia banyak bertanya dan mencari tahu mengenai dunia perdagangan, pelayaran, dan sejarah dinasti-dinasti Eropa kepada utusan Belanda bernama Knoerle ini. la juga menunjukkan minat besar akan peta-peta di kapal perang Belanda dan alat-alat navigasinya yang membawanya ke pengasingan, juga ilustrasi dalam buku-buku yang dipinjamkan kepada Knoerle tentang agama Buddha di Sailan, yang kini bernama Sri Lanka dan Perang Salib Pertama (1095-9).Di berbagai kesempatan, Pangeran Diponegoro menampilkan dirinya benar-benar rileks dalam menghadapi para pengawalnya yang orang Eropa.

Opsir pengawal asal Belanda yang pertama, Mayor de Stuers (1792-1881), menantu De Kock, malah mencatat tentang cara Pangeran membawa diri dengan anggun dan paham benar tentang etiket gaya Eropa di meja makan.</content:encoded></item></channel></rss>
