<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Prevalensi Turun 9,2%, 2,6 Juta Anak Dientaskan dari Stunting dalam 4 Tahun</title><description>Angka Prevalensi Turun 9,2%, 2,6 Juta Anak Dientaskan dari Stunting dalam 4 Tahun
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun"/><item><title>Angka Prevalensi Turun 9,2%, 2,6 Juta Anak Dientaskan dari Stunting dalam 4 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun-mqD0Uxoy8e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres sebut angka prevalensi stunting turun 9,2%, sebanyak 2,6 juta anak dientaskan dari stunting. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908871/angka-prevalensi-turun-9-2-2-6-juta-anak-dientaskan-dari-stunting-dalam-4-tahun-mqD0Uxoy8e.jpeg</image><title>Wapres sebut angka prevalensi stunting turun 9,2%, sebanyak 2,6 juta anak dientaskan dari stunting. (tangkapan layar)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjczOC81L3g4cDM1bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan 2,6 juta anak telah dientaskan dari stunting. Tercatat prevalensi stunting Indonesia turun 9,2% dalam 4 tahun terakhir.


&amp;ldquo;Kita bersyukur hasilnya sudah mulai terlihat. Prevalensi stunting bisa diturunkan sebesar 9,2% poin dalam kurun waktu empat tahun. Penurunan tersebut setara dengan 2,6 juta anak yang dientaskan dari stunting,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam keterangan resminya, Kamis (26/10/2023).



Sementara itu, pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting harus bisa turun 14% pada 2024.







BACA JUGA:
Rahasia Jitu Ganjar Pranowo Turunkan Angka Stunting Jateng: Indonesia Selanjutnya!&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&amp;ldquo;Pemerintah telah melaksanakan program percepatan penurunan stunting selama lima tahun, sejak 2018. Kita punya waktu satu tahun ke depan untuk mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024.&amp;rdquo;



Wapres mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan kualitas intervensi spesifik dan sensitif, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan.






BACA JUGA:
Lebih dari 300 Balita di Gianyar Terindikasi Alami Stunting














&amp;ldquo;Pemerintah juga memastikan keterlibatan aktif berbagai lembaga nonpemerintah, seperti dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga filantropi, mitra pembangunan, LSM, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Wapres.




Ia menyebutkan, saat ini tengah menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, untuk mengetahui angka prevalensi tahun 2023.



&amp;ldquo;Dengan mempertimbangkan berbagai upaya yang dilakukan, saya yakin prevalensi stunting akan terus turun secara signifikan.&amp;rdquo;







BACA JUGA:
Konsisten Cegah Stunting, MNC Peduli Berikan Makanan Protein Tinggi Hasil bersama Food Cycle Indonesia

















Wapres juga mengatakan meskipun kemajuan pelaksanaan program sudah terlihat, tetapi berbagai perbaikan masih harus dilakukan.



&amp;ldquo;Seperti perluasan cakupan dan peningkatan kualitas intervensi prioritas, terutama untuk jenis intervensi yang cakupannya masih rendah,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjczOC81L3g4cDM1bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan 2,6 juta anak telah dientaskan dari stunting. Tercatat prevalensi stunting Indonesia turun 9,2% dalam 4 tahun terakhir.


&amp;ldquo;Kita bersyukur hasilnya sudah mulai terlihat. Prevalensi stunting bisa diturunkan sebesar 9,2% poin dalam kurun waktu empat tahun. Penurunan tersebut setara dengan 2,6 juta anak yang dientaskan dari stunting,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam keterangan resminya, Kamis (26/10/2023).



Sementara itu, pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting harus bisa turun 14% pada 2024.







BACA JUGA:
Rahasia Jitu Ganjar Pranowo Turunkan Angka Stunting Jateng: Indonesia Selanjutnya!&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&amp;ldquo;Pemerintah telah melaksanakan program percepatan penurunan stunting selama lima tahun, sejak 2018. Kita punya waktu satu tahun ke depan untuk mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024.&amp;rdquo;



Wapres mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan kualitas intervensi spesifik dan sensitif, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan.






BACA JUGA:
Lebih dari 300 Balita di Gianyar Terindikasi Alami Stunting














&amp;ldquo;Pemerintah juga memastikan keterlibatan aktif berbagai lembaga nonpemerintah, seperti dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga filantropi, mitra pembangunan, LSM, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Wapres.




Ia menyebutkan, saat ini tengah menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, untuk mengetahui angka prevalensi tahun 2023.



&amp;ldquo;Dengan mempertimbangkan berbagai upaya yang dilakukan, saya yakin prevalensi stunting akan terus turun secara signifikan.&amp;rdquo;







BACA JUGA:
Konsisten Cegah Stunting, MNC Peduli Berikan Makanan Protein Tinggi Hasil bersama Food Cycle Indonesia

















Wapres juga mengatakan meskipun kemajuan pelaksanaan program sudah terlihat, tetapi berbagai perbaikan masih harus dilakukan.



&amp;ldquo;Seperti perluasan cakupan dan peningkatan kualitas intervensi prioritas, terutama untuk jenis intervensi yang cakupannya masih rendah,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
