<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mortir Israel Dikabarkan Serang Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Begini Penjelasan TNI</title><description>Ia pun mengungkap bahwa mortir yang dimaksud adalah roket flare untuk penerangan, bukan menyerang pasukan PBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni"/><item><title>Mortir Israel Dikabarkan Serang Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Begini Penjelasan TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni-WR3HzJxS7J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908950/mortir-israel-dikabarkan-serang-pasukan-perdamaian-pbb-di-lebanon-begini-penjelasan-tni-WR3HzJxS7J.jpg</image><title>Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4NC81L3g4cDQwemY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono membantah adanya serangan mortir Israel ke pangkalan pasukan perdamaian milik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon.
Ia pun memastikan, semua pasukan TNI yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interm Force in Lebanon (UNIFIL) dalam kondisi aman.
Diketahui, sebuah video viral di sosial media dan bernarasi bahwa Israel menyerang markas pasukan UNIFIL menggunakan mortir atau rudal. Video itu diunggah akun instagram @infokomando.official pada Kamis 26 Oktober 2023.

BACA JUGA:
Survei Indikator: Kepercayaan Publik ke Kejaksaan Tertinggi Dibanding Lembaga Hukum Lain

Julius membenarkan bahwa memang terjadi ledakan, namun berjarak satu kilometer dari markas UNIFIL. Ia pun mengungkap bahwa mortir yang dimaksud adalah roket flare untuk penerangan, bukan menyerang pasukan PBB.
&quot;Pasukan kita selama di UNIFIL saat ini dalam keadaan aman, memang terjadi ledakan di sekitar 1 kilometer dari pos. Kemudian yang ada di berita media sosial yang beredar beberapa hari ini, terutama tadi malam itu hanya roket flare,&quot; kata Julius saat ditemui di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
 Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia, 25,1 Kg Sabu Disita&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Roket flare itu untuk memberikan penerangan pada malam hari dari pihak lawan untuk mengukur jarak maupun aktivitas di area situ. Jadi bukan roket yang menyebabkan ledakan di area kita,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Julius mengatakan bahwa TNI aktif berkoordinasi dengan pihak UNIFIL, dan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selama eskalasi konflik Hamas-Israel meningkat. Julius pun menegaskan tidak ada korban jiwa dan kerusakan fatal akibat peristiwa tersebut.
&quot;Sampai hari ini (pasukan) masih dalam keadaan aman, ledakan yang terdekat satu kilometer. Kemudian yang beredar di medsos itu adalah roket flare untuk menerangi pada kegelapan malam, durasinya sekitar 40 detik, biar terang, musuh akan melihat atau pihak yang melemparkan roket akan melihat aktivitas, posisi dari area tersebut,&quot; ucapnya.Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Kontingen Indonesia di UNIFIL untuk memverifikasi informasi serangan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Saksikan Rumahnya Digeledah Polisi, Ketua KPK Firli Bahuri Disebut Santai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Memang terjadi peningkatan intensitas saling serang antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan Libanon-Israel. Namun, tidak ada serangan yang diarahkan langsung ke Markas Kontingen Indonesia,&quot; katanya melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Asian Para Games 2022: Emas Ke-18 Indonesia Datang dari Bulu Tangkis Melalui Subhan/Rina Marlina

Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini seluruh anggota Kontingen Indonesia yang berjumlah 1.200 orang dalam kondisi aman.

&quot;Kontingen Indonesia sudah memiliki rencana kontijensi jika kondisi keamanan semakin memburuk,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4NC81L3g4cDQwemY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono membantah adanya serangan mortir Israel ke pangkalan pasukan perdamaian milik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon.
Ia pun memastikan, semua pasukan TNI yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interm Force in Lebanon (UNIFIL) dalam kondisi aman.
Diketahui, sebuah video viral di sosial media dan bernarasi bahwa Israel menyerang markas pasukan UNIFIL menggunakan mortir atau rudal. Video itu diunggah akun instagram @infokomando.official pada Kamis 26 Oktober 2023.

BACA JUGA:
Survei Indikator: Kepercayaan Publik ke Kejaksaan Tertinggi Dibanding Lembaga Hukum Lain

Julius membenarkan bahwa memang terjadi ledakan, namun berjarak satu kilometer dari markas UNIFIL. Ia pun mengungkap bahwa mortir yang dimaksud adalah roket flare untuk penerangan, bukan menyerang pasukan PBB.
&quot;Pasukan kita selama di UNIFIL saat ini dalam keadaan aman, memang terjadi ledakan di sekitar 1 kilometer dari pos. Kemudian yang ada di berita media sosial yang beredar beberapa hari ini, terutama tadi malam itu hanya roket flare,&quot; kata Julius saat ditemui di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
 Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia, 25,1 Kg Sabu Disita&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Roket flare itu untuk memberikan penerangan pada malam hari dari pihak lawan untuk mengukur jarak maupun aktivitas di area situ. Jadi bukan roket yang menyebabkan ledakan di area kita,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Julius mengatakan bahwa TNI aktif berkoordinasi dengan pihak UNIFIL, dan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selama eskalasi konflik Hamas-Israel meningkat. Julius pun menegaskan tidak ada korban jiwa dan kerusakan fatal akibat peristiwa tersebut.
&quot;Sampai hari ini (pasukan) masih dalam keadaan aman, ledakan yang terdekat satu kilometer. Kemudian yang beredar di medsos itu adalah roket flare untuk menerangi pada kegelapan malam, durasinya sekitar 40 detik, biar terang, musuh akan melihat atau pihak yang melemparkan roket akan melihat aktivitas, posisi dari area tersebut,&quot; ucapnya.Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Kontingen Indonesia di UNIFIL untuk memverifikasi informasi serangan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Saksikan Rumahnya Digeledah Polisi, Ketua KPK Firli Bahuri Disebut Santai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Memang terjadi peningkatan intensitas saling serang antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan Libanon-Israel. Namun, tidak ada serangan yang diarahkan langsung ke Markas Kontingen Indonesia,&quot; katanya melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Asian Para Games 2022: Emas Ke-18 Indonesia Datang dari Bulu Tangkis Melalui Subhan/Rina Marlina

Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini seluruh anggota Kontingen Indonesia yang berjumlah 1.200 orang dalam kondisi aman.

&quot;Kontingen Indonesia sudah memiliki rencana kontijensi jika kondisi keamanan semakin memburuk,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
