<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi</title><description>Pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi"/><item><title>Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi-0bUsK6lka4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/337/2908981/wapres-indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi-0bUsK6lka4.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4OC81L3g4cDQyMzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi. Apalagi, masih ada banyak tantangan yang dihadapi agar cita-cita itu dapat terwujud.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki banyak aset dan potensi untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, meskipun di sisi lain berbagai tantangan juga masih dihadapi. Tugas kita bersama adalah mengoptimalkan segala potensi dan peluang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/10/2023).
Apalagi, kata Wapres, pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Meskipun, penerapan teknologi dan digitalisasi juga menjadi sebuah prasyarat bagi seluruh sektor potensial agar sukses menapaki langkah menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:
Tips Merawat Mobil Warna Putih, Awas Jangan sampai Salah!

&amp;ldquo;Teknologi transversal menjadi penggerak utama pertumbuhan Global di masa depan. Tanpa adanya inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target PDB pada tahun 2045,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Disebut Belum Kembalikan KTA PDIP, Gibran: Sudah Clear

Selain mengakselerasi adaptasi teknologi dan digitalisasi, Wapres meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional. &amp;ldquo;Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah termasuk Bank Indonesia telah melakukan upaya serius untuk mengembangkan sektor ini.&amp;rdquo;Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika menengok kembali perjalanan pengembangan ekonomi syariah nasional selama 4 tahun belakangan, dia melihat masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan fokus penguatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Usaha Minta Kepastian soal Investasi Lahan Sawit

&amp;ldquo;Terutama, percepatan sertifikasi halal, penguatan insentif regulasi dan infrastruktur kawasan industri halal, peningkatan skala pembiayaan keuangan syariah, serta hilirisasi produk halal baik segala UMKM maupun skala besar,&amp;rdquo; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4OC81L3g4cDQyMzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi. Apalagi, masih ada banyak tantangan yang dihadapi agar cita-cita itu dapat terwujud.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki banyak aset dan potensi untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, meskipun di sisi lain berbagai tantangan juga masih dihadapi. Tugas kita bersama adalah mengoptimalkan segala potensi dan peluang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/10/2023).
Apalagi, kata Wapres, pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Meskipun, penerapan teknologi dan digitalisasi juga menjadi sebuah prasyarat bagi seluruh sektor potensial agar sukses menapaki langkah menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:
Tips Merawat Mobil Warna Putih, Awas Jangan sampai Salah!

&amp;ldquo;Teknologi transversal menjadi penggerak utama pertumbuhan Global di masa depan. Tanpa adanya inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target PDB pada tahun 2045,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Disebut Belum Kembalikan KTA PDIP, Gibran: Sudah Clear

Selain mengakselerasi adaptasi teknologi dan digitalisasi, Wapres meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional. &amp;ldquo;Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah termasuk Bank Indonesia telah melakukan upaya serius untuk mengembangkan sektor ini.&amp;rdquo;Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika menengok kembali perjalanan pengembangan ekonomi syariah nasional selama 4 tahun belakangan, dia melihat masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan fokus penguatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Usaha Minta Kepastian soal Investasi Lahan Sawit

&amp;ldquo;Terutama, percepatan sertifikasi halal, penguatan insentif regulasi dan infrastruktur kawasan industri halal, peningkatan skala pembiayaan keuangan syariah, serta hilirisasi produk halal baik segala UMKM maupun skala besar,&amp;rdquo; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
