<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Ini Motif Petani Sawit Ditembak dari Semak-Semak</title><description>Motif penembakan dari semak-semak terhadap seorang petani sawit bernama Syamsi (57) akhirnya terungkap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak"/><item><title>Terungkap! Ini Motif Petani Sawit Ditembak dari Semak-Semak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 01:07 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak-GTGHLVf9i1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi mengungkap motif penembakan petani sawit dari semak-semak (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/340/2908384/terungkap-ini-motif-petani-sawit-ditembak-dari-semak-semak-GTGHLVf9i1.jpg</image><title>Polisi mengungkap motif penembakan petani sawit dari semak-semak (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYzNy81L3g4cDFnNXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BATANGHARI - Motif penembakan dari semak-semak terhadap seorang petani sawit bernama Syamsi (57) di Jalan Kebun PT Gatar, RT 10, Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada akhir pekan lalu terungkap.

Pelaku atas nama Rudi (27) sakit hati, lantaran korban acap kali ketahuan mencuri buah sawit di kebun pelaku.

&quot;Marah, sakit hati masalah panenan sawit,&quot; tandas Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Piet Yardi, Rabu (25/10/2023).


BACA JUGA:
 Petani Sawit di Tewas Ditembak, Polisi Buru Pelaku


Tidak terima dengan perlakuan tersebut, kemudian pelaku melakukan aksi melanggar hukum. Pada Sabtu pekan lalu di kawasan perkebunan sawit, pelaku bersembunyi di semak-semak.

Tidak sendiri, tapi pelaku ditemani senapan yang dibawanya dari rumah. Disaat korban melintas usai memanen sawit, pelaku yang sudah menunggunya langsung membidik korban.


BACA JUGA:
Tragis! Nenek Tewas Tertembak Senapan Angin Cucunya, Peluru Tembus Kepala


Dengan satu kali tembakan, korban langsung terjatuh hingga terjungkal dari motornya.

&quot;Pelaku sakit hati. Terus menunggu di semak-semak kebun sawit. Ketika korban melintas langsung ditembak dari belakang dan mengenai punggung korban,&amp;rdquo; ujar Piet.Teman korban yang beriringan terkejut mendengar suara letusan tersebut. Saat melihat ke belakang, dilihatnya korban telah terjatuh dari sepeda motornya dan meminta tolong.


BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Raih Dukungan dari Pagarwaja, TGB Zainul Majdi: Ini Suara yang Otentik


Saat ditolong saksi, dilihatnya pada bagian punggung korban mengalir keluar darah. Sedangkan korban sudah tidak bersuara lagi. Saat saksi membawa korban ke Puskesmas Mersam, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi hingga menghembus nafas terakhirnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari tersebut harus mendekam di balik jeruji besi Polres Batanghari.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYzNy81L3g4cDFnNXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BATANGHARI - Motif penembakan dari semak-semak terhadap seorang petani sawit bernama Syamsi (57) di Jalan Kebun PT Gatar, RT 10, Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada akhir pekan lalu terungkap.

Pelaku atas nama Rudi (27) sakit hati, lantaran korban acap kali ketahuan mencuri buah sawit di kebun pelaku.

&quot;Marah, sakit hati masalah panenan sawit,&quot; tandas Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Piet Yardi, Rabu (25/10/2023).


BACA JUGA:
 Petani Sawit di Tewas Ditembak, Polisi Buru Pelaku


Tidak terima dengan perlakuan tersebut, kemudian pelaku melakukan aksi melanggar hukum. Pada Sabtu pekan lalu di kawasan perkebunan sawit, pelaku bersembunyi di semak-semak.

Tidak sendiri, tapi pelaku ditemani senapan yang dibawanya dari rumah. Disaat korban melintas usai memanen sawit, pelaku yang sudah menunggunya langsung membidik korban.


BACA JUGA:
Tragis! Nenek Tewas Tertembak Senapan Angin Cucunya, Peluru Tembus Kepala


Dengan satu kali tembakan, korban langsung terjatuh hingga terjungkal dari motornya.

&quot;Pelaku sakit hati. Terus menunggu di semak-semak kebun sawit. Ketika korban melintas langsung ditembak dari belakang dan mengenai punggung korban,&amp;rdquo; ujar Piet.Teman korban yang beriringan terkejut mendengar suara letusan tersebut. Saat melihat ke belakang, dilihatnya korban telah terjatuh dari sepeda motornya dan meminta tolong.


BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Raih Dukungan dari Pagarwaja, TGB Zainul Majdi: Ini Suara yang Otentik


Saat ditolong saksi, dilihatnya pada bagian punggung korban mengalir keluar darah. Sedangkan korban sudah tidak bersuara lagi. Saat saksi membawa korban ke Puskesmas Mersam, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi hingga menghembus nafas terakhirnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari tersebut harus mendekam di balik jeruji besi Polres Batanghari.</content:encoded></item></channel></rss>
