<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Slamet Bergemuruh, Pelajar SD di Gambutan Ketakutan karena Masih Bersekolah</title><description>Saat ini status Gunung Slamet berada di level dua atau waspada dengan kondisi gempa hembusan dan tremor terus meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah"/><item><title>Gunung Slamet Bergemuruh, Pelajar SD di Gambutan Ketakutan karena Masih Bersekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah-TMFmPEcDCf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/512/2908702/gunung-slamet-bergemuruh-pelajar-sd-di-gambutan-ketakutan-karena-masih-bersekolah-TMFmPEcDCf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi83LzE3Mjc3MC81L3g4cDNxbnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PEMALANG - Pelajar sekolah dasar (SD) dan warga takut Gunung Slamet meletus setelah kegiatan belajar mengajar dan aktivitas warga masih berjalan normal.
Namun para warga tetap waspada jika ada peringatan bahaya seperti suara gemuruh dan asap yang terus terjadi di puncak gunung tertinggi di Jateng ini.
Saat ini status Gunung Slamet berada di level dua atau waspada dengan kondisi gempa hembusan dan tremor terus meningkat.
Suara gemuruh disertai asap putih masih terus terlihat di puncak Gunung Slamet di kampung terdekat di Gambuhan Pulosari, Pemalang, Jateng, yang berjarak sekitar 5 - 8 kilometer dari puncak gunung. Lokasi ini merupakan daerah rawan bencana gunung api.

BACA JUGA:
Penyebab Chow Yun Damanik Diragukan Perkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023

Aktifitas warga masih terlihat normal tidak terlalu terpengaruh, namun sejumlah sekolah yang berada di lereng gunung diberikan imbauan agar terus waspada karena kondisi bisa sewaktu waktu berubah cepat.
&quot;Para siswa mengaku takut dengan kondisi Gunung Slamet yang sering terdengar bergemuruh dan ada asap putih membubung tinggi. Mereka mengaku tidak konsentrasi belajar karena takut gunung meletus,&quot; kata Kepala Sekolah SD Gambutan Gutoma, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Adi Kla Project Luncurkan Rumah KITA XVG untuk Dukung Capres Ganjar Pranowo

Dari pos pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan terlihat asap putih terus mengepul dari kawah. Selian itu tidak terdengar letusan atau getaran namun asap terlihat mengarah ke barat atau arah Brebes dan Banyumas.
Hingga kini terus terjadi peningkatan gempa hembusan dan tremor data atau catatan gempa hembusan tidak bisa dilakukan karena tertutup gempa tremor yang terus terjadi .

Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet, Deri Alhidayat mengatakan getaran atau gempa tremor terus menerus terjadi dan cenderung meningkat sejak pagi hingga siang ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ABA PLN Makin Bermanfaat, Jadi Beton Untuk Jalan Tol Jogja-Solo dan Bawen-Jogja

&quot;Dengan kondisi naik ke waspada masyarakat diminta tetap tenang tidak panik namun tetap waspada,&quot; ujar dia.

Kondisi masyarakat tetap aktivitas normal, seperti bekerja ke ladang, bertani sayuran, dan pekerja lainnya tetap seperti biasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perang Hamas-Israel Hari Ke-19, Israel Bunuh Anggota Keluarga Jurnalis Al Jazeera di Gaza

&quot;Masyarakat dan wisatawan atau pendaki diminta menjauh dari puncak radius dua kilometer untuk menjaga keselamatan semua pihak mengingat potensi bahaya yang dapat timbul,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi83LzE3Mjc3MC81L3g4cDNxbnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PEMALANG - Pelajar sekolah dasar (SD) dan warga takut Gunung Slamet meletus setelah kegiatan belajar mengajar dan aktivitas warga masih berjalan normal.
Namun para warga tetap waspada jika ada peringatan bahaya seperti suara gemuruh dan asap yang terus terjadi di puncak gunung tertinggi di Jateng ini.
Saat ini status Gunung Slamet berada di level dua atau waspada dengan kondisi gempa hembusan dan tremor terus meningkat.
Suara gemuruh disertai asap putih masih terus terlihat di puncak Gunung Slamet di kampung terdekat di Gambuhan Pulosari, Pemalang, Jateng, yang berjarak sekitar 5 - 8 kilometer dari puncak gunung. Lokasi ini merupakan daerah rawan bencana gunung api.

BACA JUGA:
Penyebab Chow Yun Damanik Diragukan Perkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023

Aktifitas warga masih terlihat normal tidak terlalu terpengaruh, namun sejumlah sekolah yang berada di lereng gunung diberikan imbauan agar terus waspada karena kondisi bisa sewaktu waktu berubah cepat.
&quot;Para siswa mengaku takut dengan kondisi Gunung Slamet yang sering terdengar bergemuruh dan ada asap putih membubung tinggi. Mereka mengaku tidak konsentrasi belajar karena takut gunung meletus,&quot; kata Kepala Sekolah SD Gambutan Gutoma, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Adi Kla Project Luncurkan Rumah KITA XVG untuk Dukung Capres Ganjar Pranowo

Dari pos pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan terlihat asap putih terus mengepul dari kawah. Selian itu tidak terdengar letusan atau getaran namun asap terlihat mengarah ke barat atau arah Brebes dan Banyumas.
Hingga kini terus terjadi peningkatan gempa hembusan dan tremor data atau catatan gempa hembusan tidak bisa dilakukan karena tertutup gempa tremor yang terus terjadi .

Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet, Deri Alhidayat mengatakan getaran atau gempa tremor terus menerus terjadi dan cenderung meningkat sejak pagi hingga siang ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ABA PLN Makin Bermanfaat, Jadi Beton Untuk Jalan Tol Jogja-Solo dan Bawen-Jogja

&quot;Dengan kondisi naik ke waspada masyarakat diminta tetap tenang tidak panik namun tetap waspada,&quot; ujar dia.

Kondisi masyarakat tetap aktivitas normal, seperti bekerja ke ladang, bertani sayuran, dan pekerja lainnya tetap seperti biasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perang Hamas-Israel Hari Ke-19, Israel Bunuh Anggota Keluarga Jurnalis Al Jazeera di Gaza

&quot;Masyarakat dan wisatawan atau pendaki diminta menjauh dari puncak radius dua kilometer untuk menjaga keselamatan semua pihak mengingat potensi bahaya yang dapat timbul,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
