<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Indonesia Berpeluang Masuk Lima Besar Ekonomi Dunia</title><description>Selain itu, Indonesia juga punya peluang keluar sebagai negara berpenghasilan menengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia"/><item><title>Wapres: Indonesia Berpeluang Masuk Lima Besar Ekonomi Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia-UxIpaixMRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/337/2909535/wapres-indonesia-berpeluang-masuk-lima-besar-ekonomi-dunia-UxIpaixMRh.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgzMi81L3g4cDR2cWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan berbagai kajian bahwa Indonesia berpeluang masuk menjadi lima besar ekonomi dunia. Selain itu, Indonesia juga punya peluang keluar sebagai negara berpenghasilan menengah.
&amp;ldquo;Berbagai kajian memprediksi Indonesia memiliki peluang untuk keluar dari posisi negara berpenghasilan menengah, dan masuk menjadi lima besar ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran Hall-A, Jl. H. Benyamin Sueb, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Saat ini, kata Wapres, dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai upaya untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Meskipun, masih banyak tantangan yang harus dilalui yakni bonus demografi harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing.

BACA JUGA:
Penyidik Polda Metro Sita Barang Bukti dari Rumah Firli Bahuri di Bekasi dan Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika Indonesia juga dinilai mempunyai beragam aset esensial yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satunya adalah berlimpahnya Sumber Daya Manusia (SDM) angkatan kerja berusia muda dan cakap digital.

BACA JUGA:
Terdengar Suara Keributan Sebelum Petugas Imigrasi Jatuh dari Apartemen

&amp;ldquo;Kita masih memiliki tantangan yang tidak ringan. Surplus angkatan kerja ini mesti dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. Bonus demografi seyogianya mampu menjadi kekuatan besar yang menggerakkan kemajuan ekonomi bangsa, bukan malah membebani,&amp;rdquo; katanya.Wapres mengungkapkan pembangunan SDM unggul ini butuh komitmen yang tinggi, serta sinergi lintas pemangku kepentingan. &amp;ldquo;Jangan sampai unggul hanya kuantitasnya saja, tetapi lupa kualitasnya, baik secara fisik, karakter, etos kerja, kedisiplinan, keterampilan, maupun intelektual.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Biadab! Paman, Kakek dan Ayah Kompak Perkosa Anak Gadisnya 5 Hari Berturut-turut

Untuk itu, Wapres memastikan saat ini pemerintah terus menggerakkan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. &amp;ldquo;Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan cita-cita Indonesia Emas.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gabriella Desta Terima Pembalasan Sadis di Twisted 3: The Sinners Episode 2

&amp;ldquo;Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem terus dilakukan tidak hanya melalui pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Salah satunya yakni pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgzMi81L3g4cDR2cWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan berbagai kajian bahwa Indonesia berpeluang masuk menjadi lima besar ekonomi dunia. Selain itu, Indonesia juga punya peluang keluar sebagai negara berpenghasilan menengah.
&amp;ldquo;Berbagai kajian memprediksi Indonesia memiliki peluang untuk keluar dari posisi negara berpenghasilan menengah, dan masuk menjadi lima besar ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran Hall-A, Jl. H. Benyamin Sueb, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Saat ini, kata Wapres, dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai upaya untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Meskipun, masih banyak tantangan yang harus dilalui yakni bonus demografi harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing.

BACA JUGA:
Penyidik Polda Metro Sita Barang Bukti dari Rumah Firli Bahuri di Bekasi dan Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika Indonesia juga dinilai mempunyai beragam aset esensial yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satunya adalah berlimpahnya Sumber Daya Manusia (SDM) angkatan kerja berusia muda dan cakap digital.

BACA JUGA:
Terdengar Suara Keributan Sebelum Petugas Imigrasi Jatuh dari Apartemen

&amp;ldquo;Kita masih memiliki tantangan yang tidak ringan. Surplus angkatan kerja ini mesti dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. Bonus demografi seyogianya mampu menjadi kekuatan besar yang menggerakkan kemajuan ekonomi bangsa, bukan malah membebani,&amp;rdquo; katanya.Wapres mengungkapkan pembangunan SDM unggul ini butuh komitmen yang tinggi, serta sinergi lintas pemangku kepentingan. &amp;ldquo;Jangan sampai unggul hanya kuantitasnya saja, tetapi lupa kualitasnya, baik secara fisik, karakter, etos kerja, kedisiplinan, keterampilan, maupun intelektual.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Biadab! Paman, Kakek dan Ayah Kompak Perkosa Anak Gadisnya 5 Hari Berturut-turut

Untuk itu, Wapres memastikan saat ini pemerintah terus menggerakkan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. &amp;ldquo;Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan cita-cita Indonesia Emas.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gabriella Desta Terima Pembalasan Sadis di Twisted 3: The Sinners Episode 2

&amp;ldquo;Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem terus dilakukan tidak hanya melalui pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Salah satunya yakni pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
