<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Situs Padepokan Kiai Aji Gunung, Pusat Penyebaran Islam di Sampang</title><description>Salah satu situs peninggalan bersejarah penyebaran Islam di Kota ini yaitu situs Padepokan Kiai Aji Gunung&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang"/><item><title>Situs Padepokan Kiai Aji Gunung, Pusat Penyebaran Islam di Sampang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang-hzFfQlvK10.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situs padepokan Kiai Aji Gunung/Foto: Diwan Mohammad </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/519/2909300/situs-padepokan-kiai-aji-gunung-pusat-penyebaran-islam-di-sampang-hzFfQlvK10.jpg</image><title>Situs padepokan Kiai Aji Gunung/Foto: Diwan Mohammad </title></images><description>


SAMPANG - Kabupaten Sampang selain dikenal sebagai salah satu Kabupaten yang melahirkan beberapa tokoh sejarah pejuang kemerdekaan seperti Pangeran Trunojoyo, tetapi juga memiliki beberapa situs bersejarah tentang peradaban Islam di Madura.
Beberapa situs bersejarah tentang penyebaran agama Islam di Kabupaten Sampang yang menurut kepercayaan masyarakat sekitar terdapat rantai sanad keilmuan hingga sampai ke jaman Wali Songo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Jimly Asshiddiqie Sebut Pelaporan ke Anwar Usman Cs Baru Terjadi dalam Sejarah Umat Manusia

Salah satu situs peninggalan bersejarah penyebaran Islam di Kota ini yaitu situs Padepokan Kiai Aji Gunung alias Raden Qobul atau Raden Kabul menurut lidah dan kepercayaan masyarakat Madura.
Menurut sejarahnya, Kiai Aji Gunung merupakan salah satu ulama besar di Madura, sekaligus salah satu Waliyullah yang dipercaya merupakan tokoh penyebar ajaran Islam di Pulau Madura.BACA JUGA:

Gunung Kawi, Makam Ulama Pengikut Pangeran Diponegoro yang Dijadikan Tempat Pesugihan?

Menurut kepercayaan masyarakat, terdapat beberapa santri dari Raden Kabul di antara santrinya yang terkenal ialah Kiai Agung Raba Pamekasan (Kiai Abdurrahman), Kiai Abdul &amp;lsquo;Allam Prajjan Sampang, dan Kiai Abdul Jabbar alias Buju&amp;rsquo; Napo Omben Sampang.
Terdapat beberapa versi sejarah menurut kepercayaan msyarakat, akan tetapi yang umum dipercaya yaitu bahwa Empu Bageno dalam menjalankan amanat menyiarkan Islam, mengutus putranya Raden Kobul untuk menyiarkan agama Islam di Sampang khususnya, setelah lama nyantri di Sunan Ampel Surabaya.
Adapun, untuk tempat tinggalnya diharuskan mengikuti jatuhnya lidi yang dilemparkan oleh Empu Bageno dari Arusbaya Bangkalan. Dan dipercaya lidi itu jatuh di Kampung Panyepen dekat SDN Dalpenang 2, Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang.
Menurut sesepuh Kampung Penyepen, Jl. Panglima Sudirman I, Kelurahan Dalpenang, Ach. Munir, menjelaskan bahwa Padepokan Raden Kabul yang berada di daerahnya, dipercaya sebagai tempat awal perjuangan Kiai Aji Gunung dalam menyebarkan ajaran agama Islam.
Dirinya juga menyampaikan di Padepokan itulah, juga dipercaya sebagai salah satu Pondok Pesantren yang didirikan oleh Raden Kabul. Sehingga banyak santri yang mondok di daerah itu seperti Kiai Agung Raba Pamekasan, Kiai Abdul &amp;lsquo;Allam Prajjan Sampang, dan Kiai Abdul Jabbar alias Buju&amp;rsquo; Napo Omben.
&quot;Di Padepokan Raden Kabul itu dipercaya bahwa Empu Bageno memberikan petunjuk semacam lidi kepada Raden Kabul, dan di sini lah lidi itu tertancap. Dipercaya juga di sini pernah didirikan semacam Pondok Pesantren oleh Raden Kabul,&quot; ucapnya.Di sisi lain, Ach. Munir juga menjelaskan selain situs seperti bekas Padepokan Raden Kabul atau Kiai Aji Gunung, di sekitaran lokasi juga terdapat semacam Langgar (Musholla) yang dipercaya sebagai Musholla yang didirikan oleh Raden Kabul.
Menurutnya, tak jauh dikawasan Padepokan juga terdapat sebuah sumur yang berada di sebelah timur Padepokan yang masyarakat sekitar menyebut sebagai &quot;Sumur Tantoh&quot;. Juga dipercaya sebagai situs peninggalan dari Raden Kabul.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pangeran Diponegoro Susah Ditangkap, Belanda Bikin Sayembara dengan Hadiah 20 Ribu Gulden

&quot;Tepat di sebelah barat situs Padepokan Raden Kabul ini, juga ada semacam Langgar (Musholla) yang dipercaya didirikan oleh Raden Kabul. Sebelah timurnya juga ada sebuah Sumur yang dinamakan Sumur Tantoh, juga dipercaya sebagai sumur peninggalan Raden Kabul,&quot; tambahnya.
Beberapa situs peninggalan seperti Padepokan Raden Kabul, langgar atau Musholla Raden Kabul serta sebuah sumur yang dinamakan Sumur Tantoh pun, masih banyak dikunjungi oleh masyarakat Sampang bahkan Madura.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kesaktian Pangeran Diponegoro, Kebal Tertembak Peluru hingga Angkat Kursi Berat Berbahan Jati

Kiai Aji Gunung atau Raden Kabul wafat dan dimakamkan di kompleks pemakaman yang saat ini dikenal dengan kompleks Asta Aji Gunung di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Madura.
Berkat kealiman dan kesolehan Beliau dalam menyiarkan Agama Islam di Sampang terlebih Pulau Madura, makamnya hingga padepokan itu dikeramatkan dan ramai diziarahi banyak orang dari beberapa daerah.</description><content:encoded>


SAMPANG - Kabupaten Sampang selain dikenal sebagai salah satu Kabupaten yang melahirkan beberapa tokoh sejarah pejuang kemerdekaan seperti Pangeran Trunojoyo, tetapi juga memiliki beberapa situs bersejarah tentang peradaban Islam di Madura.
Beberapa situs bersejarah tentang penyebaran agama Islam di Kabupaten Sampang yang menurut kepercayaan masyarakat sekitar terdapat rantai sanad keilmuan hingga sampai ke jaman Wali Songo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Jimly Asshiddiqie Sebut Pelaporan ke Anwar Usman Cs Baru Terjadi dalam Sejarah Umat Manusia

Salah satu situs peninggalan bersejarah penyebaran Islam di Kota ini yaitu situs Padepokan Kiai Aji Gunung alias Raden Qobul atau Raden Kabul menurut lidah dan kepercayaan masyarakat Madura.
Menurut sejarahnya, Kiai Aji Gunung merupakan salah satu ulama besar di Madura, sekaligus salah satu Waliyullah yang dipercaya merupakan tokoh penyebar ajaran Islam di Pulau Madura.BACA JUGA:

Gunung Kawi, Makam Ulama Pengikut Pangeran Diponegoro yang Dijadikan Tempat Pesugihan?

Menurut kepercayaan masyarakat, terdapat beberapa santri dari Raden Kabul di antara santrinya yang terkenal ialah Kiai Agung Raba Pamekasan (Kiai Abdurrahman), Kiai Abdul &amp;lsquo;Allam Prajjan Sampang, dan Kiai Abdul Jabbar alias Buju&amp;rsquo; Napo Omben Sampang.
Terdapat beberapa versi sejarah menurut kepercayaan msyarakat, akan tetapi yang umum dipercaya yaitu bahwa Empu Bageno dalam menjalankan amanat menyiarkan Islam, mengutus putranya Raden Kobul untuk menyiarkan agama Islam di Sampang khususnya, setelah lama nyantri di Sunan Ampel Surabaya.
Adapun, untuk tempat tinggalnya diharuskan mengikuti jatuhnya lidi yang dilemparkan oleh Empu Bageno dari Arusbaya Bangkalan. Dan dipercaya lidi itu jatuh di Kampung Panyepen dekat SDN Dalpenang 2, Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang.
Menurut sesepuh Kampung Penyepen, Jl. Panglima Sudirman I, Kelurahan Dalpenang, Ach. Munir, menjelaskan bahwa Padepokan Raden Kabul yang berada di daerahnya, dipercaya sebagai tempat awal perjuangan Kiai Aji Gunung dalam menyebarkan ajaran agama Islam.
Dirinya juga menyampaikan di Padepokan itulah, juga dipercaya sebagai salah satu Pondok Pesantren yang didirikan oleh Raden Kabul. Sehingga banyak santri yang mondok di daerah itu seperti Kiai Agung Raba Pamekasan, Kiai Abdul &amp;lsquo;Allam Prajjan Sampang, dan Kiai Abdul Jabbar alias Buju&amp;rsquo; Napo Omben.
&quot;Di Padepokan Raden Kabul itu dipercaya bahwa Empu Bageno memberikan petunjuk semacam lidi kepada Raden Kabul, dan di sini lah lidi itu tertancap. Dipercaya juga di sini pernah didirikan semacam Pondok Pesantren oleh Raden Kabul,&quot; ucapnya.Di sisi lain, Ach. Munir juga menjelaskan selain situs seperti bekas Padepokan Raden Kabul atau Kiai Aji Gunung, di sekitaran lokasi juga terdapat semacam Langgar (Musholla) yang dipercaya sebagai Musholla yang didirikan oleh Raden Kabul.
Menurutnya, tak jauh dikawasan Padepokan juga terdapat sebuah sumur yang berada di sebelah timur Padepokan yang masyarakat sekitar menyebut sebagai &quot;Sumur Tantoh&quot;. Juga dipercaya sebagai situs peninggalan dari Raden Kabul.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pangeran Diponegoro Susah Ditangkap, Belanda Bikin Sayembara dengan Hadiah 20 Ribu Gulden

&quot;Tepat di sebelah barat situs Padepokan Raden Kabul ini, juga ada semacam Langgar (Musholla) yang dipercaya didirikan oleh Raden Kabul. Sebelah timurnya juga ada sebuah Sumur yang dinamakan Sumur Tantoh, juga dipercaya sebagai sumur peninggalan Raden Kabul,&quot; tambahnya.
Beberapa situs peninggalan seperti Padepokan Raden Kabul, langgar atau Musholla Raden Kabul serta sebuah sumur yang dinamakan Sumur Tantoh pun, masih banyak dikunjungi oleh masyarakat Sampang bahkan Madura.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kesaktian Pangeran Diponegoro, Kebal Tertembak Peluru hingga Angkat Kursi Berat Berbahan Jati

Kiai Aji Gunung atau Raden Kabul wafat dan dimakamkan di kompleks pemakaman yang saat ini dikenal dengan kompleks Asta Aji Gunung di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Madura.
Berkat kealiman dan kesolehan Beliau dalam menyiarkan Agama Islam di Sampang terlebih Pulau Madura, makamnya hingga padepokan itu dikeramatkan dan ramai diziarahi banyak orang dari beberapa daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
