<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penduduk Gaza Tak Gentar Lawan Serangan Darat Israel, Siap Berperang dengan Tangan Kosong</title><description>Israel mengatakan mereka sedang mempersiapkan invasi darat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong"/><item><title>Penduduk Gaza Tak Gentar Lawan Serangan Darat Israel, Siap Berperang dengan Tangan Kosong</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2023 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong-EQbetq2RQl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penduduk Gaza tak gentar lawan serangan darat Israel dengan tangan kosong (foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/28/18/2910066/penduduk-gaza-tak-gentar-lawan-serangan-darat-israel-siap-berperang-dengan-tangan-kosong-EQbetq2RQl.jpg</image><title>Penduduk Gaza tak gentar lawan serangan darat Israel dengan tangan kosong (foto: AP)</title></images><description>GAZA - Ketika Israel melancarkan serangan darat di Gaza setelah berminggu-minggu melakukan pemboman tanpa henti, beberapa penduduk wilayah kantong Palestina mengatakan mereka siap melawan militer paling kuat di Timur Tengah dengan tangan kosong.

&amp;ldquo;Bahkan jika semua prajurit kami tewas, kami akan berjuang,&amp;rdquo; kata Um Moatasem Al-Alami, yang rumahnya terkena serangan udara Israel, dikutip Reuters.


Israel mengatakan mereka sedang mempersiapkan invasi darat. Namun mereka didesak oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Arab untuk menunda operasi yang akan melipatgandakan jumlah korban sipil di jalur pantai yang padat penduduknya dan mungkin memicu konflik yang lebih luas.


BACA JUGA:
100 Jet Tempur Israel Dikerahkan Serang 150 Target Bawah Tanah Hamas di Gaza

Mohammad Abu Daqqa dan keluarganya tidak mau mengambil risiko terutama sejak Israel melakukan serangkaian serangan kecil. Dia meninggalkan rumahnya di kota Abassan Al-Kabira sebelah timur Khan Younis di selatan Jalur Gaza karena intensitas pemboman Israel.


BACA JUGA:
Marah, Israel Tolak Resolusi Gencatan Senjata PBB di Gaza

Dalam perang seputar berdirinya Israel, sekitar 700.000 warga Palestina, setengah dari populasi Arab di wilayah Palestina yang dikuasai Inggris, melarikan diri atau diusir dari rumah mereka, dan ditolak untuk kembali. Banyak dari mereka yang berakhir di Yordania, Lebanon, Suriah, serta di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Israel dan AS mengatakan mereka meragukan angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza namun mereka belum memberikan perkiraan mereka sendiri. Media afiliasi Hamas melaporkan militan Palestina bentrok dengan pasukan Israel di setidaknya dua wilayah di Jalur Gaza, yang merupakan serangan terbaru dari beberapa serangan skala kecil. Militer Israel tidak segera mengkonfirmasi serangan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant telah memperingatkan bahwa dampak yang harus dibayar oleh Gaza akan mengubah kenyataan dari generasi ke generasi.

Selain ketakutan akan kehilangan tanah mereka, warga Gaza juga menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah akibat kekurangan makanan, air dan obat-obatan. Israel telah memperketat blokadenya terhadap Gaza, sepenuhnya melarang impor makanan dan bahan bakar, serta memotong pasokan listrik.

&amp;ldquo;Kami harus membuka unit perawatan intensif baru, namun unit ini tidak dilengkapi sepenuhnya, tidak memiliki sistem pernapasan buatan dan mesin untuk memantau pasien,&amp;rdquo; kata Dr. Hamouda Shaath di rumah sakit di Gaza.



</description><content:encoded>GAZA - Ketika Israel melancarkan serangan darat di Gaza setelah berminggu-minggu melakukan pemboman tanpa henti, beberapa penduduk wilayah kantong Palestina mengatakan mereka siap melawan militer paling kuat di Timur Tengah dengan tangan kosong.

&amp;ldquo;Bahkan jika semua prajurit kami tewas, kami akan berjuang,&amp;rdquo; kata Um Moatasem Al-Alami, yang rumahnya terkena serangan udara Israel, dikutip Reuters.


Israel mengatakan mereka sedang mempersiapkan invasi darat. Namun mereka didesak oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Arab untuk menunda operasi yang akan melipatgandakan jumlah korban sipil di jalur pantai yang padat penduduknya dan mungkin memicu konflik yang lebih luas.


BACA JUGA:
100 Jet Tempur Israel Dikerahkan Serang 150 Target Bawah Tanah Hamas di Gaza

Mohammad Abu Daqqa dan keluarganya tidak mau mengambil risiko terutama sejak Israel melakukan serangkaian serangan kecil. Dia meninggalkan rumahnya di kota Abassan Al-Kabira sebelah timur Khan Younis di selatan Jalur Gaza karena intensitas pemboman Israel.


BACA JUGA:
Marah, Israel Tolak Resolusi Gencatan Senjata PBB di Gaza

Dalam perang seputar berdirinya Israel, sekitar 700.000 warga Palestina, setengah dari populasi Arab di wilayah Palestina yang dikuasai Inggris, melarikan diri atau diusir dari rumah mereka, dan ditolak untuk kembali. Banyak dari mereka yang berakhir di Yordania, Lebanon, Suriah, serta di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Israel dan AS mengatakan mereka meragukan angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza namun mereka belum memberikan perkiraan mereka sendiri. Media afiliasi Hamas melaporkan militan Palestina bentrok dengan pasukan Israel di setidaknya dua wilayah di Jalur Gaza, yang merupakan serangan terbaru dari beberapa serangan skala kecil. Militer Israel tidak segera mengkonfirmasi serangan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant telah memperingatkan bahwa dampak yang harus dibayar oleh Gaza akan mengubah kenyataan dari generasi ke generasi.

Selain ketakutan akan kehilangan tanah mereka, warga Gaza juga menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah akibat kekurangan makanan, air dan obat-obatan. Israel telah memperketat blokadenya terhadap Gaza, sepenuhnya melarang impor makanan dan bahan bakar, serta memotong pasokan listrik.

&amp;ldquo;Kami harus membuka unit perawatan intensif baru, namun unit ini tidak dilengkapi sepenuhnya, tidak memiliki sistem pernapasan buatan dan mesin untuk memantau pasien,&amp;rdquo; kata Dr. Hamouda Shaath di rumah sakit di Gaza.



</content:encoded></item></channel></rss>
