<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mohammad Yamin, Pemuda Sumatera Perumus Sumpah Pemuda</title><description>&amp;nbsp;
Dia adalah tokoh yang membuat Ikrar Pemuda yang sekarang disebut sebagai Sumpah Pemud&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/28/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda"/><item><title>Mohammad Yamin, Pemuda Sumatera Perumus Sumpah Pemuda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/28/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2023 04:15 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda-8nWQHg3PYV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mohammad Yamin/Foto: Istimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/337/2909558/mohammad-yamin-pemuda-sumatera-perumus-sumpah-pemuda-8nWQHg3PYV.jpg</image><title>Mohammad Yamin/Foto: Istimewa </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTMzNC81L3g4bmFheG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sumpah Pemuda tak lepas dari sosok Mohammad Yamin. Terutama di saat Kongres Pemuda II yang diadakan pada 27-28 Oktober 1928.

Dia adalah tokoh yang membuat Ikrar Pemuda yang sekarang disebut sebagai Sumpah Pemuda, yaitu &quot;Bertanah Air, Berbangsa, dan Menjunjung Bahasa Persatuan Indonesia&quot;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Benarkah Tanggal 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda Ada Hari Libur Nasional?

Yamin adalah tokoh nasional yang lahir di Tawali, Sawah Lunto, Sumatera Barat pada 22 Agustus 1903.

Dia mengenyam pendidikan tinggi di Rechtshoogeschool te Batavia yang merupakan Sekolah Tinggi Hukum (saat ini FH UI).

Mohammad Yamin dalam Perumusan Sumpah Pemuda
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Napak Tilas Sejarah Indonesia di Museum Sumpah Pemuda, Selengkapnya di Okezone Updates Hari Ini

Pada awal abad ke-20, Yamin bergerak pertama kali sebagai pejuang pemuda saat dia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond.

Organisasi tersebut merupakan perkumpulan para pemuda asal Sumatera yang bersekolah di Jakarta.

Dia menjadi pemimpin yang aktif di Jong Sumatranen Bond. Selain itu, Yamin juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Kongres Pemuda I

Dalam Kongres Pemuda I, Yamin ditunjuk untuk membuat naskah rumusan putusan Kongres Pemuda Indonesia (Sumpah Pemuda).

Dia tidak sendiri melainkan bersama tiga orang lainnya, yaitu M. Tabrani, Sanusi Pane, Jamaludin.

Selain itu, Yamin juga melakukan pidato mengenai &amp;ldquo;Persatuan Kebangsaan Indonesia&amp;rdquo;.

Melansir dari buku &amp;ldquo;Dari Kongres Pemuda Indonesia Pertama ke Sumpah Pemuda&amp;rdquo; karya B. Sularto (1986), terdapat perdebatan pendapat antara Yamin dengan M. Tabrani pada 2 Mei 1926.










Baris ketiga dari naskah rumusan yang dibuat oleh Yamin itu ditolak oleh M. Tabrani. Baris itu awalnya berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;.



Sebagai ketua Kongres Pemuda I, M. Tabrani menolak usulan naskah itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bidik Tersangka Kasus Pemerasan SYL, Polda Metro Periksa Sejumlah Saksi Ahli



Dia ingin bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa persatuan.



Perbedaan pendapat itu pun membuat keputusan naskah ditunda.



Kongres Pemuda II



Di Kongres Pemuda II, Yamin menjabat sebagai sekretaris yang mewakili Jong Sumatranen Bond.



Rapat pertama diselenggarakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Ngaku Segera Temuai FX Rudy, Segera Kembalikan KTA PDIP


Melansir dari Museum Sumpah Pemuda, Yamin saat itu membicarakan soal arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.



Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.



Rapat kedua diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.



Rapat ketiga diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106.



Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda buatan Yamin terlahir.



Yamin memberikan secarik kertas yang berisi naskah rumusan kepada ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito.



Dia sudah mengubah baris ketiga atas usulan dari M. Tabrani mengenai bahasa persatuan.



Sebelumnya baris itu berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;. Kemudian bahasa Melayu diubah menjadi bahasa Indonesia.



Naskah itu pun langsung disetujui oleh Soegondo dan anggota panitia lainnya. Keputusan naskah akhir pun selesai. Berikut isi naskah asli Sumpah Pemuda.



Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.





Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.





Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.



Berkat Yamin, semangat keindonesiaan muncul. Gerakan yang semula bersifat kedaerahan atau kesukuan mulai melebur menjadi semangat persatuan Indonesia.





Oleh karena peran penting Sumpah Pemuda bagi gerakan kemerdekaan Indonesia, maka setiap tanggal 28 Oktober pun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.



Baris ketiga dari naskah rumusan yang dibuat oleh Yamin itu ditolak oleh M. Tabrani. Baris itu awalnya berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;.

Sebagai ketua Kongres Pemuda I, M. Tabrani menolak usulan naskah itu. Dia ingin bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa persatuan. Perbedaan pendapat itu pun membuat keputusan naskah ditunda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bidik Tersangka Kasus Pemerasan SYL, Polda Metro Periksa Sejumlah Saksi Ahli

Kongres Pemuda II

Di Kongres Pemuda II, Yamin menjabat sebagai sekretaris yang mewakili Jong Sumatranen Bond. Rapat pertama diselenggarakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

Melansir dari Museum Sumpah Pemuda, Yamin saat itu membicarakan soal arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Ngaku Segera Temuai FX Rudy, Segera Kembalikan KTA PDIP

Rapat kedua diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.

Rapat ketiga diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106. Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda buatan Yamin terlahir.

Yamin memberikan secarik kertas yang berisi naskah rumusan kepada ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito.

Dia sudah mengubah baris ketiga atas usulan dari M. Tabrani mengenai bahasa persatuan. Sebelumnya baris itu berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;. Kemudian bahasa Melayu diubah menjadi bahasa Indonesia.

Naskah itu pun langsung disetujui oleh Soegondo dan anggota panitia lainnya. Keputusan naskah akhir pun selesai. Berikut isi naskah asli Sumpah Pemuda.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
&amp;nbsp;
Berkat Yamin, semangat keindonesiaan muncul. Gerakan yang semula bersifat kedaerahan atau kesukuan mulai melebur menjadi semangat persatuan Indonesia.


Oleh karena peran penting Sumpah Pemuda bagi gerakan kemerdekaan Indonesia, maka setiap tanggal 28 Oktober pun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTMzNC81L3g4bmFheG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sumpah Pemuda tak lepas dari sosok Mohammad Yamin. Terutama di saat Kongres Pemuda II yang diadakan pada 27-28 Oktober 1928.

Dia adalah tokoh yang membuat Ikrar Pemuda yang sekarang disebut sebagai Sumpah Pemuda, yaitu &quot;Bertanah Air, Berbangsa, dan Menjunjung Bahasa Persatuan Indonesia&quot;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Benarkah Tanggal 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda Ada Hari Libur Nasional?

Yamin adalah tokoh nasional yang lahir di Tawali, Sawah Lunto, Sumatera Barat pada 22 Agustus 1903.

Dia mengenyam pendidikan tinggi di Rechtshoogeschool te Batavia yang merupakan Sekolah Tinggi Hukum (saat ini FH UI).

Mohammad Yamin dalam Perumusan Sumpah Pemuda
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Napak Tilas Sejarah Indonesia di Museum Sumpah Pemuda, Selengkapnya di Okezone Updates Hari Ini

Pada awal abad ke-20, Yamin bergerak pertama kali sebagai pejuang pemuda saat dia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond.

Organisasi tersebut merupakan perkumpulan para pemuda asal Sumatera yang bersekolah di Jakarta.

Dia menjadi pemimpin yang aktif di Jong Sumatranen Bond. Selain itu, Yamin juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Kongres Pemuda I

Dalam Kongres Pemuda I, Yamin ditunjuk untuk membuat naskah rumusan putusan Kongres Pemuda Indonesia (Sumpah Pemuda).

Dia tidak sendiri melainkan bersama tiga orang lainnya, yaitu M. Tabrani, Sanusi Pane, Jamaludin.

Selain itu, Yamin juga melakukan pidato mengenai &amp;ldquo;Persatuan Kebangsaan Indonesia&amp;rdquo;.

Melansir dari buku &amp;ldquo;Dari Kongres Pemuda Indonesia Pertama ke Sumpah Pemuda&amp;rdquo; karya B. Sularto (1986), terdapat perdebatan pendapat antara Yamin dengan M. Tabrani pada 2 Mei 1926.










Baris ketiga dari naskah rumusan yang dibuat oleh Yamin itu ditolak oleh M. Tabrani. Baris itu awalnya berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;.



Sebagai ketua Kongres Pemuda I, M. Tabrani menolak usulan naskah itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bidik Tersangka Kasus Pemerasan SYL, Polda Metro Periksa Sejumlah Saksi Ahli



Dia ingin bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa persatuan.



Perbedaan pendapat itu pun membuat keputusan naskah ditunda.



Kongres Pemuda II



Di Kongres Pemuda II, Yamin menjabat sebagai sekretaris yang mewakili Jong Sumatranen Bond.



Rapat pertama diselenggarakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Ngaku Segera Temuai FX Rudy, Segera Kembalikan KTA PDIP


Melansir dari Museum Sumpah Pemuda, Yamin saat itu membicarakan soal arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.



Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.



Rapat kedua diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.



Rapat ketiga diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106.



Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda buatan Yamin terlahir.



Yamin memberikan secarik kertas yang berisi naskah rumusan kepada ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito.



Dia sudah mengubah baris ketiga atas usulan dari M. Tabrani mengenai bahasa persatuan.



Sebelumnya baris itu berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;. Kemudian bahasa Melayu diubah menjadi bahasa Indonesia.



Naskah itu pun langsung disetujui oleh Soegondo dan anggota panitia lainnya. Keputusan naskah akhir pun selesai. Berikut isi naskah asli Sumpah Pemuda.



Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.





Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.





Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.



Berkat Yamin, semangat keindonesiaan muncul. Gerakan yang semula bersifat kedaerahan atau kesukuan mulai melebur menjadi semangat persatuan Indonesia.





Oleh karena peran penting Sumpah Pemuda bagi gerakan kemerdekaan Indonesia, maka setiap tanggal 28 Oktober pun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.



Baris ketiga dari naskah rumusan yang dibuat oleh Yamin itu ditolak oleh M. Tabrani. Baris itu awalnya berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;.

Sebagai ketua Kongres Pemuda I, M. Tabrani menolak usulan naskah itu. Dia ingin bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa persatuan. Perbedaan pendapat itu pun membuat keputusan naskah ditunda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bidik Tersangka Kasus Pemerasan SYL, Polda Metro Periksa Sejumlah Saksi Ahli

Kongres Pemuda II

Di Kongres Pemuda II, Yamin menjabat sebagai sekretaris yang mewakili Jong Sumatranen Bond. Rapat pertama diselenggarakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

Melansir dari Museum Sumpah Pemuda, Yamin saat itu membicarakan soal arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Ngaku Segera Temuai FX Rudy, Segera Kembalikan KTA PDIP

Rapat kedua diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.

Rapat ketiga diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106. Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda buatan Yamin terlahir.

Yamin memberikan secarik kertas yang berisi naskah rumusan kepada ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito.

Dia sudah mengubah baris ketiga atas usulan dari M. Tabrani mengenai bahasa persatuan. Sebelumnya baris itu berbunyi, &amp;ldquo;Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&amp;rdquo;. Kemudian bahasa Melayu diubah menjadi bahasa Indonesia.

Naskah itu pun langsung disetujui oleh Soegondo dan anggota panitia lainnya. Keputusan naskah akhir pun selesai. Berikut isi naskah asli Sumpah Pemuda.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
&amp;nbsp;
Berkat Yamin, semangat keindonesiaan muncul. Gerakan yang semula bersifat kedaerahan atau kesukuan mulai melebur menjadi semangat persatuan Indonesia.


Oleh karena peran penting Sumpah Pemuda bagi gerakan kemerdekaan Indonesia, maka setiap tanggal 28 Oktober pun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.





</content:encoded></item></channel></rss>
