<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersama Kemenkes, Dinkes DKI Gencar Deteksi Cepat Kasus Cacar Monyet</title><description>Ani menjelaskan, kasus aktif Monkeypox tidak hanya ditemukan pada kontak erat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet"/><item><title>Bersama Kemenkes, Dinkes DKI Gencar Deteksi Cepat Kasus Cacar Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2023 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet-O3X3eKsk45.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi cacar monyet (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/28/338/2909793/bersama-kemenkes-dinkes-dki-gencar-deteksi-cepat-kasus-cacar-monyet-O3X3eKsk45.jpg</image><title>Ilustrasi cacar monyet (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ4OC81L3g4b3l2MXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan di tengah penyebaran infeksi virus Monkeypox atau Cacar Monyet pihaknya gencar melakukan upaya deteksi, preventif, dan respons cepat untuk mencegah wabah semakin meluas.

Dengan bersinergi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sejumlah upaya dilakukan, mulai dari deteksi dini dengan melihat gejala awal agar bisa segera diobati dan mencegah kematian.

&amp;ldquo;Tingkat kematian/Case Fatality Rate sekitar 1 persen. Artinya, dari 100 kasus positif kemungkinan ada satu yang meninggal. Mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko, seperti Lelaki Seks Lelaki (LSL), ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia,&amp;rdquo; kata Ani dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
Tekan Kasus Monkeypox, Dinkes DKI Investigasi Dini dan Lacak Kontak Erat



Ani menjelaskan, kasus aktif Monkeypox tidak hanya ditemukan pada kontak erat, namun juga pasien suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan. Kemudian, dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, jika dinilai menunjukkan tanda dan gejala khas penyakit Cacar Monyet, maka dilakukan tes PCR.

Untuk membantu pemeriksaan PCR yang dilakukan di Laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

&quot;Pasien yang terkonfirmasi positif usai dilakukan tes PCR akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendapatkan informasi genetik mengenai asal penyakit dan penyebarannya di masyarakat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Kasus Monkeypox di Indonesia Bertambah, Kemenkes: Akibat Sex Beresiko&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus Monkeypox atau cacar monyet mencapai 17 orang. Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebut sebelas orang di antaranya suspek atau bergejala.

&quot;Update Monkeypox DKI Jakarta per 27 Oktober 2023 jam 07.00 kasus positif total 17 orang. Suspek atau terduga bergejala 11 orang,&quot; ucap Ngabila dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).Ngabila menjelaskan, dari total 17 kasus, sebanyak 16 kasus masih aktif dan satu di antaranya telah dinyatakan sembuh.&amp;nbsp;
&quot;Kasus positif aktif 16 orang, positivity rate PCR 44%, semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun, dua kasus di antaranya domisili luar DKI Jakarta,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
23 Perwira Tinggi TNI AD Dimutasi, Berikut Daftarnya

Lebih lanjut, Ngabila menyebut vaksinasi terus dilakukan kepada kelompok berisiko terpapar Monkeypox. &quot;Total penerima vaksinasi 251 orang dari target 495 orang,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ4OC81L3g4b3l2MXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan di tengah penyebaran infeksi virus Monkeypox atau Cacar Monyet pihaknya gencar melakukan upaya deteksi, preventif, dan respons cepat untuk mencegah wabah semakin meluas.

Dengan bersinergi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sejumlah upaya dilakukan, mulai dari deteksi dini dengan melihat gejala awal agar bisa segera diobati dan mencegah kematian.

&amp;ldquo;Tingkat kematian/Case Fatality Rate sekitar 1 persen. Artinya, dari 100 kasus positif kemungkinan ada satu yang meninggal. Mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko, seperti Lelaki Seks Lelaki (LSL), ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia,&amp;rdquo; kata Ani dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
Tekan Kasus Monkeypox, Dinkes DKI Investigasi Dini dan Lacak Kontak Erat



Ani menjelaskan, kasus aktif Monkeypox tidak hanya ditemukan pada kontak erat, namun juga pasien suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan. Kemudian, dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, jika dinilai menunjukkan tanda dan gejala khas penyakit Cacar Monyet, maka dilakukan tes PCR.

Untuk membantu pemeriksaan PCR yang dilakukan di Laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

&quot;Pasien yang terkonfirmasi positif usai dilakukan tes PCR akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendapatkan informasi genetik mengenai asal penyakit dan penyebarannya di masyarakat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Kasus Monkeypox di Indonesia Bertambah, Kemenkes: Akibat Sex Beresiko&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus Monkeypox atau cacar monyet mencapai 17 orang. Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebut sebelas orang di antaranya suspek atau bergejala.

&quot;Update Monkeypox DKI Jakarta per 27 Oktober 2023 jam 07.00 kasus positif total 17 orang. Suspek atau terduga bergejala 11 orang,&quot; ucap Ngabila dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).Ngabila menjelaskan, dari total 17 kasus, sebanyak 16 kasus masih aktif dan satu di antaranya telah dinyatakan sembuh.&amp;nbsp;
&quot;Kasus positif aktif 16 orang, positivity rate PCR 44%, semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun, dua kasus di antaranya domisili luar DKI Jakarta,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
23 Perwira Tinggi TNI AD Dimutasi, Berikut Daftarnya

Lebih lanjut, Ngabila menyebut vaksinasi terus dilakukan kepada kelompok berisiko terpapar Monkeypox. &quot;Total penerima vaksinasi 251 orang dari target 495 orang,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
