<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Kekecewaan Djarot Saiful Hidayat pada Gibran Rakabuming</title><description>Saya curhat saja di sini, saya kecewa sama Mas Gibran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming"/><item><title>Curhat Kekecewaan Djarot Saiful Hidayat pada Gibran Rakabuming</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2023 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming-hAniKZZ7UV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Djarot Saiful Hidayat kecewa dengan Gibran Rakabuming Raka (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/30/337/2911003/curhat-kekecewaan-djarot-saiful-hidayat-pada-gibran-rakabuming-hAniKZZ7UV.jpg</image><title>Djarot Saiful Hidayat kecewa dengan Gibran Rakabuming Raka (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc3Mi81L3g4cDNzMnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengaku kecewa dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang memutuskan untuk menjadi peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Gibran memutuskan untuk menerima pinangan Prabowo Subianto menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres). Sikap itu, jelas bertentangan dengan PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024.


BACA JUGA:
PDIP Sedang Sedih, Luka Hati yang Perih


&quot;Saya curhat saja di sini, saya kecewa sama Mas Gibran. Bukan apa-apa, dia anak muda, tetapi dia tidak punya kesabaran,&quot; ujar Djarot dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan relawan Ganjar Center, di Gedung CM, Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

Djarot berkata, PDI Perjuangan selalu menggembleng kadernya dari awal. Kader yang memiliki potensi kepemimpinan didukung menjadi pemimpin di tingkat kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat nasional

&quot;Tidak langsung potong kompas karena ada karpet merah, misalnya ya. Suka-sukanya ditabrak, ini contoh-contoh yang tidak bagus menurut saya untuk anak muda. Mohon maaf. Contoh tidak bagus,&quot; tutur Djarot.


BACA JUGA:
Petugas Imigrasi Tewas Jatuh dari Apartemen, WN Korea Selatan Ditetapkan Tersangka


Bagi Djarot, anak muda harus memiliki nilai spirit untuk berjuang, bertarung secara adil, kreatifitas hingga bekerja keras. Bukannya sebaliknya.

&quot;Ini spirit anak muda. Untuk melakukan perubahan ke arah yg lebih bagus. Ini semangat anak muda. Bukan yg mengharapkan privilege, tidak mengharapkan karpet (merah), tidak berproses,&quot; urai Djarot.Djarot menilai, Gibran berbeda dengan sang ayah, Jokowi. Baginya, Jokowi merupakan kader PDIP yang berhasil lantaran berproses dari awal.


BACA JUGA:
Bacapres Makan Siang dengan Jokowi di Istana, Ganjar : Bahas Netralitas


&quot;(Jokowi) salah satu kader terbaik dari PDIP. Berproses dari awal, dari wali kota 2 periode, kemudian jadi gubernur, diuji juga di situ. Kemudian 2014 itu,&quot; kata Djarot.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc3Mi81L3g4cDNzMnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengaku kecewa dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang memutuskan untuk menjadi peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Gibran memutuskan untuk menerima pinangan Prabowo Subianto menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres). Sikap itu, jelas bertentangan dengan PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024.


BACA JUGA:
PDIP Sedang Sedih, Luka Hati yang Perih


&quot;Saya curhat saja di sini, saya kecewa sama Mas Gibran. Bukan apa-apa, dia anak muda, tetapi dia tidak punya kesabaran,&quot; ujar Djarot dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan relawan Ganjar Center, di Gedung CM, Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

Djarot berkata, PDI Perjuangan selalu menggembleng kadernya dari awal. Kader yang memiliki potensi kepemimpinan didukung menjadi pemimpin di tingkat kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat nasional

&quot;Tidak langsung potong kompas karena ada karpet merah, misalnya ya. Suka-sukanya ditabrak, ini contoh-contoh yang tidak bagus menurut saya untuk anak muda. Mohon maaf. Contoh tidak bagus,&quot; tutur Djarot.


BACA JUGA:
Petugas Imigrasi Tewas Jatuh dari Apartemen, WN Korea Selatan Ditetapkan Tersangka


Bagi Djarot, anak muda harus memiliki nilai spirit untuk berjuang, bertarung secara adil, kreatifitas hingga bekerja keras. Bukannya sebaliknya.

&quot;Ini spirit anak muda. Untuk melakukan perubahan ke arah yg lebih bagus. Ini semangat anak muda. Bukan yg mengharapkan privilege, tidak mengharapkan karpet (merah), tidak berproses,&quot; urai Djarot.Djarot menilai, Gibran berbeda dengan sang ayah, Jokowi. Baginya, Jokowi merupakan kader PDIP yang berhasil lantaran berproses dari awal.


BACA JUGA:
Bacapres Makan Siang dengan Jokowi di Istana, Ganjar : Bahas Netralitas


&quot;(Jokowi) salah satu kader terbaik dari PDIP. Berproses dari awal, dari wali kota 2 periode, kemudian jadi gubernur, diuji juga di situ. Kemudian 2014 itu,&quot; kata Djarot.</content:encoded></item></channel></rss>
