<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Puluhan Teroris Ingin Gagalkan Pemilu 2024,  40 Anggota JAD Ditangkap   </title><description>Namun Aswin tidak memerinci wilayah mana saja yang menjadi target perencanaan aksi teror tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap"/><item><title>Breaking News! Puluhan Teroris Ingin Gagalkan Pemilu 2024,  40 Anggota JAD Ditangkap   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap-J0se5MlTii.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Densus 88 Tangkap 40 Teroris/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/337/2911472/breaking-news-puluhan-teroris-ingin-gagalkan-pemilu-2024-40-anggota-jad-ditangkap-J0se5MlTii.jpg</image><title>Densus 88 Tangkap 40 Teroris/Foto: Okezone</title></images><description>


JAKARTA&amp;nbsp; - Densus 88 Antiteror Polri menangkap sebanyak 40 pelaku terorisme dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di tiga lokasi berbeda. Mereka ditangkap sebelum melancarkan aksi teror dalam menganggu jalannya Pemilu 2024.
&quot;40 orang tersangka merupakan kelompok JAD pimpinan AU yang menjadi pendukung Daulah Islamiyah atau ISIS, mereka merupakan pendukung ISIS,&quot; kata Aswin saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Densus 88 Gerebek Teroris di Sukabumi, 3 Polres Diterjunkan Amankan Lokasi

Aswin memerinci, 23 orang ditangkap di wilayah Jawa Barat. Lalu 11 di wilayah DKI Jakarta, dan enam di Sulawesi Tengah.
&quot;Ini adalah kelompok pimpinannya AU ada yang disebut dengan kegiatan yang terencana oleh kelompok ini untuk menggagalkan atau menggangu jalannya pesta demokrasi pemilu,&quot; ucapnya.
Aswin menjelaskan, rencana menganggu jalannya pemilu itu terungkap dari keterangan para pelaku.
&quot;Dari pendalaman memang ada rencana penyerangan tersebut terutama ke fasilitas pengamanan polisi. Masih ada kaitan dengan aksi atau tujuan besar  untuk menggagalkan pesta demokrasi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usai Penangkapan Teroris, Kabupaten Bogor Tingkatkan Keamanan

&quot;Masih ada kaitannya dengan aksi atau tujuan besar untuk menggagalkan pesta demokrasi atau rangkaian pemilu tersebut,&quot; sambungnya.
Namun Aswin tidak memerinci wilayah mana saja yang menjadi target perencanaan aksi teror tersebut.
&quot;Saya kira untuk memberikan detail seperti itu kita pending dulu ya karena saya kira penyidikan akan terus berkembang, informasi-informasi yang bersifat clasified nanti kita ga bisa fokus seperti itu, mungkin nanti akan dirilis setelah penyidik selesai mengembangkan kasusnya,&quot; katanya.
Dari penangkapan tersebut, kata Aswin, Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api, amunisi, hingga bahan peledak yang diduga akan dirakit oleh teroris menjadi bom.&quot;Bersama dengan itu telah dilakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti berupa 1 pucuk senjata api AK47, kemudian banyak amunisi, magazine, kemudian beberapa senjata lainnya termasuk yang PCP, itu yang dipakai untuk latihan ya senapan angin,&quot; katanya.
&quot;Kemudian senjata tajam, kemudian satu pucuk senjata revolver beserta 17 amunisi untuk revolver. Kemudian densus juga menyita bahan-bahan kimia untuk pembuatan bahan peledak seperti belerang, kemudian garam himalaya yang ini biasanya dipakai untuk mengganti HCL yang untuk bahan peledak,&quot; sambungnya.
Kendati 40 teroris tersebut berencana menggagalkan pemilu, Aswin memastikan, tidak ada eskalasi ancaman keamanan di Indonesia. Termasuk ancaman yang datang dari kelompok teror luar yang masuk ke dalam wilayah RI.&quot;Tindakan-tindakan yang dilakukan adalah tindakan preemtif dan preventif jadi tindakan yang dilakukan sebelum atau pada tahap persiapan. Jadi sebenarnya kalo kita menjelang ada peningkatan ancaman tidak ada peningkatan ancaman itu,&quot; katanya.
&quot;Tapi kesiagaan di tahap persiapan ini dan sebelum persiapan dari kelompok-kelompok teror ini yang menjadi target utama kita. Kita tidak ingin lagi terjadi peristiwa dari aksi dulu baru kita bertindak makanya kita mencegah di depan,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>


JAKARTA&amp;nbsp; - Densus 88 Antiteror Polri menangkap sebanyak 40 pelaku terorisme dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di tiga lokasi berbeda. Mereka ditangkap sebelum melancarkan aksi teror dalam menganggu jalannya Pemilu 2024.
&quot;40 orang tersangka merupakan kelompok JAD pimpinan AU yang menjadi pendukung Daulah Islamiyah atau ISIS, mereka merupakan pendukung ISIS,&quot; kata Aswin saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Densus 88 Gerebek Teroris di Sukabumi, 3 Polres Diterjunkan Amankan Lokasi

Aswin memerinci, 23 orang ditangkap di wilayah Jawa Barat. Lalu 11 di wilayah DKI Jakarta, dan enam di Sulawesi Tengah.
&quot;Ini adalah kelompok pimpinannya AU ada yang disebut dengan kegiatan yang terencana oleh kelompok ini untuk menggagalkan atau menggangu jalannya pesta demokrasi pemilu,&quot; ucapnya.
Aswin menjelaskan, rencana menganggu jalannya pemilu itu terungkap dari keterangan para pelaku.
&quot;Dari pendalaman memang ada rencana penyerangan tersebut terutama ke fasilitas pengamanan polisi. Masih ada kaitan dengan aksi atau tujuan besar  untuk menggagalkan pesta demokrasi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usai Penangkapan Teroris, Kabupaten Bogor Tingkatkan Keamanan

&quot;Masih ada kaitannya dengan aksi atau tujuan besar untuk menggagalkan pesta demokrasi atau rangkaian pemilu tersebut,&quot; sambungnya.
Namun Aswin tidak memerinci wilayah mana saja yang menjadi target perencanaan aksi teror tersebut.
&quot;Saya kira untuk memberikan detail seperti itu kita pending dulu ya karena saya kira penyidikan akan terus berkembang, informasi-informasi yang bersifat clasified nanti kita ga bisa fokus seperti itu, mungkin nanti akan dirilis setelah penyidik selesai mengembangkan kasusnya,&quot; katanya.
Dari penangkapan tersebut, kata Aswin, Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api, amunisi, hingga bahan peledak yang diduga akan dirakit oleh teroris menjadi bom.&quot;Bersama dengan itu telah dilakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti berupa 1 pucuk senjata api AK47, kemudian banyak amunisi, magazine, kemudian beberapa senjata lainnya termasuk yang PCP, itu yang dipakai untuk latihan ya senapan angin,&quot; katanya.
&quot;Kemudian senjata tajam, kemudian satu pucuk senjata revolver beserta 17 amunisi untuk revolver. Kemudian densus juga menyita bahan-bahan kimia untuk pembuatan bahan peledak seperti belerang, kemudian garam himalaya yang ini biasanya dipakai untuk mengganti HCL yang untuk bahan peledak,&quot; sambungnya.
Kendati 40 teroris tersebut berencana menggagalkan pemilu, Aswin memastikan, tidak ada eskalasi ancaman keamanan di Indonesia. Termasuk ancaman yang datang dari kelompok teror luar yang masuk ke dalam wilayah RI.&quot;Tindakan-tindakan yang dilakukan adalah tindakan preemtif dan preventif jadi tindakan yang dilakukan sebelum atau pada tahap persiapan. Jadi sebenarnya kalo kita menjelang ada peningkatan ancaman tidak ada peningkatan ancaman itu,&quot; katanya.
&quot;Tapi kesiagaan di tahap persiapan ini dan sebelum persiapan dari kelompok-kelompok teror ini yang menjadi target utama kita. Kita tidak ingin lagi terjadi peristiwa dari aksi dulu baru kita bertindak makanya kita mencegah di depan,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
