<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei: Publik Percaya Jokowi Tak Ikut Campur Putusan MK</title><description>Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak mencampuri urusan terkait penentuan sosok capres cawapres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk"/><item><title>Survei: Publik Percaya Jokowi Tak Ikut Campur Putusan MK</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Alifia Zahra Kinanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk-6HIYrJnx8v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan Gibran/ Setneg</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/337/2911905/survei-publik-percaya-jokowi-tak-ikut-campur-putusan-mk-6HIYrJnx8v.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan Gibran/ Setneg</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY1Ni81L3g4cDF5YmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash;  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya tidak mencampuri urusan terkait penentuan sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Hal tersebut menanggapi perihal Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan materiil soal batas usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres Cawapres).
&quot;Saya tegaskan saya tidak mencampuri urusan penentuan capres atau cawapres,&quot; tegas Jokowi dalam keterangannya yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 16 Oktober 2023.

BACA JUGA:
 Usai Putusan MK, Jokowi Tegaskan Tak Campuri Urusan Penentuan Capres-cawapres&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, hasil survei Polling Institute berhasil memotret persepsi publik terkait kontroversi putusan MK.
Setelah melakukan wawancara kepada 1.207 responden melalui sambungan telepon dalam rentang 25-28 Oktober 2023, diketahui mayoritas publik tak menganggap Jokowi ikut terlibat dalam putusan MK.
&amp;ldquo;Mayoritas, 59,3 persen publik berpendapat Jokowi tidak ikut campur dalam putusan tersebut. Publik juga menilai keputusan MK merupakan proses hukum yang lumrah,&amp;rdquo; ujar Peneliti Polling Institute Kennedy Muslim saat memaparkan hasil survei bertajuk &amp;lsquo;Peta Persaingan Elektoral Capres-Cawapres dan Parpol Pasca Penutupan Pendaftaran KPU&amp;rsquo;, Selasa (31/10/2023).

BACA JUGA:
 Fantastis! Rumah Kertanegara 46 Disewa Bos Alexis untuk Firli Bahuri Seharga Rp650 Juta per Tahun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebelum memotret persepsi tersebut, Polling Insitute lebih dulu membedah jumlah masyarakat yang mengetahui putusan MK. Hasilnya cukup tinggi, yakni sebanyak 50 persen mengetahui putusan MK terkait usia capres-cawapres.Dari yang mengetahui, Kennedy menjelaskan, sebanyak 51,8 persennya menyatakan setuju dengan putusan MK. Sementara yang menilai sebaliknya mencapai 46 persen.

&amp;ldquo;Untuk seluruh responden baik yang mengetahui atau tidak, jumlah yang mendukung putusan MK mencapai 49,7 persen. Yang tidak setuju sekitar 40,4 persen,&amp;rdquo; tutup Kennedy.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY1Ni81L3g4cDF5YmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash;  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya tidak mencampuri urusan terkait penentuan sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Hal tersebut menanggapi perihal Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan materiil soal batas usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres Cawapres).
&quot;Saya tegaskan saya tidak mencampuri urusan penentuan capres atau cawapres,&quot; tegas Jokowi dalam keterangannya yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 16 Oktober 2023.

BACA JUGA:
 Usai Putusan MK, Jokowi Tegaskan Tak Campuri Urusan Penentuan Capres-cawapres&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, hasil survei Polling Institute berhasil memotret persepsi publik terkait kontroversi putusan MK.
Setelah melakukan wawancara kepada 1.207 responden melalui sambungan telepon dalam rentang 25-28 Oktober 2023, diketahui mayoritas publik tak menganggap Jokowi ikut terlibat dalam putusan MK.
&amp;ldquo;Mayoritas, 59,3 persen publik berpendapat Jokowi tidak ikut campur dalam putusan tersebut. Publik juga menilai keputusan MK merupakan proses hukum yang lumrah,&amp;rdquo; ujar Peneliti Polling Institute Kennedy Muslim saat memaparkan hasil survei bertajuk &amp;lsquo;Peta Persaingan Elektoral Capres-Cawapres dan Parpol Pasca Penutupan Pendaftaran KPU&amp;rsquo;, Selasa (31/10/2023).

BACA JUGA:
 Fantastis! Rumah Kertanegara 46 Disewa Bos Alexis untuk Firli Bahuri Seharga Rp650 Juta per Tahun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebelum memotret persepsi tersebut, Polling Insitute lebih dulu membedah jumlah masyarakat yang mengetahui putusan MK. Hasilnya cukup tinggi, yakni sebanyak 50 persen mengetahui putusan MK terkait usia capres-cawapres.Dari yang mengetahui, Kennedy menjelaskan, sebanyak 51,8 persennya menyatakan setuju dengan putusan MK. Sementara yang menilai sebaliknya mencapai 46 persen.

&amp;ldquo;Untuk seluruh responden baik yang mengetahui atau tidak, jumlah yang mendukung putusan MK mencapai 49,7 persen. Yang tidak setuju sekitar 40,4 persen,&amp;rdquo; tutup Kennedy.

</content:encoded></item></channel></rss>
