<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>894 Petugas KPPS Meninggal pada Pemilu 2019, Wapres Tegaskan Tidak Boleh Terulang</title><description>894 Petugas KPPS Meninggal pada Pemilu 2019, Wapres Tegaskan Tidak Boleh Terulang
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang"/><item><title>894 Petugas KPPS Meninggal pada Pemilu 2019, Wapres Tegaskan Tidak Boleh Terulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang-0CfaTNnqYO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebanyak 894 petugas KPPS meninggal, wapres tegaskan tak boleh terulang kembali pada Pemilu 2024. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/337/2912434/894-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019-wapres-tegaskan-tidak-boleh-terulang-0CfaTNnqYO.jpg</image><title>Sebanyak 894 petugas KPPS meninggal, wapres tegaskan tak boleh terulang kembali pada Pemilu 2024. (Ist)</title></images><description>



JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menegaskan, pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2019, terutama sebanyak 894 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia tidak boleh terulang pada Pemilu 2024. Sementara, tercatat 5.175 petugas dilaporkan sakit.

&quot;Pengalaman 2019 itu tidak boleh terulang sehingga banyak korban karena kelelahan terutama karena kelelahan, di samping penyakit bawaan,&quot; kata Wapres dalam keterangan resminya usai menghadiri acara di Cibitung, Jawa Barat, Rabu (1/11/2023).

Wapres memastikan saat ini sudah dilakukan pemetaan agar petugas KPPS tidak kelelahan saat bertugas.

&quot;Karena itu sekarang sudah dipetakan bagaimana mereka itu supaya tidak mengalami hal itu, saya kira begitu.&quot;







BACA JUGA:
Instruksi Kapolri di Apel Kasatwil: Amankan Seluruh Tahapan Pemilu dan Program Pembangunan Nasional











Sementara pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pihaknya telah memetakan kriteria kerawanan Pemilu yakni ada dua indeks yang dikeluarkan oleh Bawaslu dan Badan Intelijen.

&quot;Tentunya dua-duanya kita perhatikan. Namun demikian, kita kembalikan kepada wilayah masing-masing untuk melakukan mapping ataupun identifikasi berdasarkan data yang ada ditambahkan dengan data terbaru,&quot; jelasnya.






BACA JUGA:
Pemilu 2024, Wapres Ingatkan Agar Kasus Kelelahan Petugas Tidak Terulang














Sehingga, kata Listyo, akan ditentukan kategori wilayah rawan untuk menentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan, agak rawan, amat rawan.

&quot;Itu tentunya menentukan berapa jumlah personel yang akan kita tempatkan di TPS-TPS tersebut,&quot; katanya.







BACA JUGA:
Wapres: Waspadai Aksi Terorisme saat Pemilu 2024











Listyo pun mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan TNI untuk mengantisipasi potensi kerawanan khususnya di Daerah Otonomi Baru (DOB).



&quot;Tentunya terhadap wilayah-wilayah yang rawan, kami memiliki kerjasama dengan TNI. Khususnya juga wilayah di Republik baru yang tentunya menjadi perhatian khusus dan harus bisa terselenggara Pilkada nanti sehingga pemerintahan baru di empat DOB bisa terpenuhi,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>



JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menegaskan, pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2019, terutama sebanyak 894 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia tidak boleh terulang pada Pemilu 2024. Sementara, tercatat 5.175 petugas dilaporkan sakit.

&quot;Pengalaman 2019 itu tidak boleh terulang sehingga banyak korban karena kelelahan terutama karena kelelahan, di samping penyakit bawaan,&quot; kata Wapres dalam keterangan resminya usai menghadiri acara di Cibitung, Jawa Barat, Rabu (1/11/2023).

Wapres memastikan saat ini sudah dilakukan pemetaan agar petugas KPPS tidak kelelahan saat bertugas.

&quot;Karena itu sekarang sudah dipetakan bagaimana mereka itu supaya tidak mengalami hal itu, saya kira begitu.&quot;







BACA JUGA:
Instruksi Kapolri di Apel Kasatwil: Amankan Seluruh Tahapan Pemilu dan Program Pembangunan Nasional











Sementara pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pihaknya telah memetakan kriteria kerawanan Pemilu yakni ada dua indeks yang dikeluarkan oleh Bawaslu dan Badan Intelijen.

&quot;Tentunya dua-duanya kita perhatikan. Namun demikian, kita kembalikan kepada wilayah masing-masing untuk melakukan mapping ataupun identifikasi berdasarkan data yang ada ditambahkan dengan data terbaru,&quot; jelasnya.






BACA JUGA:
Pemilu 2024, Wapres Ingatkan Agar Kasus Kelelahan Petugas Tidak Terulang














Sehingga, kata Listyo, akan ditentukan kategori wilayah rawan untuk menentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan, agak rawan, amat rawan.

&quot;Itu tentunya menentukan berapa jumlah personel yang akan kita tempatkan di TPS-TPS tersebut,&quot; katanya.







BACA JUGA:
Wapres: Waspadai Aksi Terorisme saat Pemilu 2024











Listyo pun mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan TNI untuk mengantisipasi potensi kerawanan khususnya di Daerah Otonomi Baru (DOB).



&quot;Tentunya terhadap wilayah-wilayah yang rawan, kami memiliki kerjasama dengan TNI. Khususnya juga wilayah di Republik baru yang tentunya menjadi perhatian khusus dan harus bisa terselenggara Pilkada nanti sehingga pemerintahan baru di empat DOB bisa terpenuhi,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
