<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>82 Santri di Batang Jateng Keracunan, Konidisinya Kini Membaik</title><description>Sebanyak 82 santri di Batang, Jawa Tengah, keracunan massal pada Senin 30 Oktober 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik"/><item><title>82 Santri di Batang Jateng Keracunan, Konidisinya Kini Membaik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik-Uchbo2Foj2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi mengambil sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan massal santri di Batang (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/512/2912112/82-santri-di-batang-jateng-keracunan-konidisinya-kini-membaik-Uchbo2Foj2.jpg</image><title>Polisi mengambil sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan massal santri di Batang (Foto : iNews)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk3MS81L3g4cDdodnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BATANG - Sebanyak 82 santri di Batang, Jawa Tengah, keracunan massal pada Senin 30 Oktober 2023. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

Sementara, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut.


BACA JUGA:
Polisi: Keracunan Massal di Cianjur Akibat Kelalaian Korban, Bukan Kesengajaan!


Tim penyidik Satreskrim Polres Batang hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan massal yang menimpa puluhan santri.

Saat ini, polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium.

Sementara, para korban yang sebelumnya mendapat perawatan di puskesmas subah dan RSUD Limpung, saat ini kondisinya berangsur membaik. Dari 82 santri yang mengalami keracunan massal, saat ini hanya masih tersisa 20 korban yang mendapat perawatan.


BACA JUGA:
Kronologi Pelajar SMK Aniaya Siswi SMP di Sawangan Depok yang Viral di Medsos


Dari jumlah tersebut, diperkirakan hari ini sudah bisa dipulangkan atau rawat jalan.

Dari keterangan tim medis, para korban ini mengalami keluhan sakit yang sama, di antaranya mual, muntah, diare dan nyeri perut.

&quot;Dugaan sementara, para santri mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang higienis sehingga tercemar bakteri,&quot; ujar dokter Puskesma Subah, Dian Kurniawati, Selasa 31 Oktober 2023.Kasus keracunan massal ini terjadi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Musibah tersebut diduga berawal dari salah santri yang merayakan ulang tahun dan memberikan hidangan berupa nasi goreng dan minuman kemasan kepada teman-temannya.

&quot;Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebabnya,&quot; ujar Kasi Humas Polres Batang AKP Busono.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk3MS81L3g4cDdodnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BATANG - Sebanyak 82 santri di Batang, Jawa Tengah, keracunan massal pada Senin 30 Oktober 2023. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

Sementara, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut.


BACA JUGA:
Polisi: Keracunan Massal di Cianjur Akibat Kelalaian Korban, Bukan Kesengajaan!


Tim penyidik Satreskrim Polres Batang hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan massal yang menimpa puluhan santri.

Saat ini, polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium.

Sementara, para korban yang sebelumnya mendapat perawatan di puskesmas subah dan RSUD Limpung, saat ini kondisinya berangsur membaik. Dari 82 santri yang mengalami keracunan massal, saat ini hanya masih tersisa 20 korban yang mendapat perawatan.


BACA JUGA:
Kronologi Pelajar SMK Aniaya Siswi SMP di Sawangan Depok yang Viral di Medsos


Dari jumlah tersebut, diperkirakan hari ini sudah bisa dipulangkan atau rawat jalan.

Dari keterangan tim medis, para korban ini mengalami keluhan sakit yang sama, di antaranya mual, muntah, diare dan nyeri perut.

&quot;Dugaan sementara, para santri mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang higienis sehingga tercemar bakteri,&quot; ujar dokter Puskesma Subah, Dian Kurniawati, Selasa 31 Oktober 2023.Kasus keracunan massal ini terjadi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Musibah tersebut diduga berawal dari salah santri yang merayakan ulang tahun dan memberikan hidangan berupa nasi goreng dan minuman kemasan kepada teman-temannya.

&quot;Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebabnya,&quot; ujar Kasi Humas Polres Batang AKP Busono.</content:encoded></item></channel></rss>
