<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Hapus Israel dari Peta Online Gara-Gara Perang di Gaza, Ternyata Ini Faktanya</title><description>Nama Israel tak tampak dalam peta online dua perusahaan China: Baidu dan Alibaba.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya"/><item><title>China Hapus Israel dari Peta Online Gara-Gara Perang di Gaza, Ternyata Ini Faktanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya-p13W12OYMU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/18/2912898/china-hapus-israel-dari-peta-online-gara-gara-perang-di-gaza-ternyata-ini-faktanya-p13W12OYMU.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>NEW YORK - China dilaporkan telah menghapus Israel dari peta digital online terkemuka setelah pecahnya perang melawan Hamas.
The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa, (31/10/2023) bahwa pengguna internet di China mengungkapkan kebingungannya karena nama Israel tidak lagi muncul di peta digital online utama dari Baidu dan Alibaba.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Melihat Peta Israel dari Masa ke Masa, Meluas Berlipat Ganda karena Menang Perang dan Okupasi Wilayah&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Peta online Baidu berbahasa Mandarin membatasi perbatasan Israel, serta wilayah Palestina, dan kota-kota utama yang diakui secara internasional. Namun, peta tersebut tidak secara jelas mengidentifikasi nama negara tersebut.&amp;nbsp;
Laporan tersebut menyatakan bahwa nama Israel juga telah hilang dari peta online yang dibuat oleh Amap milik Alibaba, yang bahkan menandai negara-negara kecil seperti Luksemburg.
Kedua perusahaan tidak segera menjawab pertanyaan terkait hal ini.

Peta Baidu dari 31 Oktober 2023 dan 3 November 2022 yang tidak menampilkan nama Israel. (Rybar)
Sementara itu grup Telegram Rybar melaporkan bahwa nama Israel telah hilang dari peta Baidu bahkan sebelum pecahnya perang dengan Hamas. Rybar membandingkan dua tangkapan layar peta Baidu, satu dari 31 Oktober 2023, sementara satu lagi dari 3 November 2022, dimana pada kedua peta tersebut nama China untuk Israel (&amp;#20197;&amp;#33394;&amp;#21015;) sama sekali tidak tampak.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Meski Makin Dekat Normalisasi Hubungan, Peta Arab Saudi Tetap Tak Cantumkan Israel&amp;nbsp;

Rybar juga melaporkan bahwa nama Israel masih bisa ditemukan di Baidu, setidaknya melalui aplikasi ponsel, dengan mencarinya menggunakan karakter mandarin.
Berita ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan sebelumnya di The New York Times mengenai lonjakan ekspresi antisemit di media sosial China setelah perang dengan Hamas.Pekan lalu, China dan Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang disponsori Amerika Serikat (AS) yang mengecam Hamas dan menyerukan &amp;ldquo;jeda kemanusiaan&amp;rdquo; dalam pertempuran antara Israel dan kelompok teroris Palestina di Gaza.



Kelompok Hamas membunuh setidaknya 1.400 warga Israel, melukai lebih dari 5.000 orang dan membawa 240 tawanan kembali ke Gaza selama serangannya pada 7 Oktober. Serangan itu dibalas Israel dengan memblokade dan membombardir Gaza tanpa henti menyebabkan lebih dari 8.500 warga sipil Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak tewas.</description><content:encoded>NEW YORK - China dilaporkan telah menghapus Israel dari peta digital online terkemuka setelah pecahnya perang melawan Hamas.
The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa, (31/10/2023) bahwa pengguna internet di China mengungkapkan kebingungannya karena nama Israel tidak lagi muncul di peta digital online utama dari Baidu dan Alibaba.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Melihat Peta Israel dari Masa ke Masa, Meluas Berlipat Ganda karena Menang Perang dan Okupasi Wilayah&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Peta online Baidu berbahasa Mandarin membatasi perbatasan Israel, serta wilayah Palestina, dan kota-kota utama yang diakui secara internasional. Namun, peta tersebut tidak secara jelas mengidentifikasi nama negara tersebut.&amp;nbsp;
Laporan tersebut menyatakan bahwa nama Israel juga telah hilang dari peta online yang dibuat oleh Amap milik Alibaba, yang bahkan menandai negara-negara kecil seperti Luksemburg.
Kedua perusahaan tidak segera menjawab pertanyaan terkait hal ini.

Peta Baidu dari 31 Oktober 2023 dan 3 November 2022 yang tidak menampilkan nama Israel. (Rybar)
Sementara itu grup Telegram Rybar melaporkan bahwa nama Israel telah hilang dari peta Baidu bahkan sebelum pecahnya perang dengan Hamas. Rybar membandingkan dua tangkapan layar peta Baidu, satu dari 31 Oktober 2023, sementara satu lagi dari 3 November 2022, dimana pada kedua peta tersebut nama China untuk Israel (&amp;#20197;&amp;#33394;&amp;#21015;) sama sekali tidak tampak.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Meski Makin Dekat Normalisasi Hubungan, Peta Arab Saudi Tetap Tak Cantumkan Israel&amp;nbsp;

Rybar juga melaporkan bahwa nama Israel masih bisa ditemukan di Baidu, setidaknya melalui aplikasi ponsel, dengan mencarinya menggunakan karakter mandarin.
Berita ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan sebelumnya di The New York Times mengenai lonjakan ekspresi antisemit di media sosial China setelah perang dengan Hamas.Pekan lalu, China dan Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang disponsori Amerika Serikat (AS) yang mengecam Hamas dan menyerukan &amp;ldquo;jeda kemanusiaan&amp;rdquo; dalam pertempuran antara Israel dan kelompok teroris Palestina di Gaza.



Kelompok Hamas membunuh setidaknya 1.400 warga Israel, melukai lebih dari 5.000 orang dan membawa 240 tawanan kembali ke Gaza selama serangannya pada 7 Oktober. Serangan itu dibalas Israel dengan memblokade dan membombardir Gaza tanpa henti menyebabkan lebih dari 8.500 warga sipil Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak tewas.</content:encoded></item></channel></rss>
