<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putri Cantik dari Wengker Jadi Obat Luka Hati Hayam Wuruk Usai Perang Bubat</title><description>Hati Hayam Wuruk hancur usai peristiwa Perang Bubat, yang membuat hancurnya Kerajaan Sunda</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat"/><item><title>Putri Cantik dari Wengker Jadi Obat Luka Hati Hayam Wuruk Usai Perang Bubat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 04:13 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat-hL8tctVfIL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/337/2912600/putri-cantik-dari-wengker-jadi-obat-luka-hati-hayam-wuruk-usai-perang-bubat-hL8tctVfIL.jpeg</image><title>Ilustrasi/Foto: Istimewa</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hati Hayam Wuruk hancur usai peristiwa Perang Bubat, yang membuat hancurnya Kerajaan Sunda. Bagaimana tidak, prosesi pernikahan antara Hayam Wuruk, Raja Majapahit, dengan putri Maharaja Linggabuana Wisesa, Raja Sunda, gagal terealisasikan.

Sang putri Raja Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi yang sedianya dinikahkan dengan Hayam Wuruk, yang sudah dimabuk cinta akan kecantikan putri Sunda sirna. Gajah Mada mencoba mempolitisasi pernikahan yang didasari dengan cinta.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bara Pemberontakan di Internal Majapahit, Raja Tewas di Tangan Abdi Dalem

Pada akhirnya peperangan pun terjadi. Peperangan berat sebelah ini mengakibatkan seluruh rombongan pengiring pengantin dari Kerajaan Sunda gugur. Konon dari pejabat Sunda - hingga pasukannya, termasuk sang raja sendiri hanya satu perwira yang berhasil melarikan diri yakni Pitar, karena berpura-pura gugur.

Sementara sang putri Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi memilih mengakhiri hidupnya sendiri melihat ayah ibunya gugur di tangan pasukan Bhayangkara yang dikomandoi Gajah Mada. Ia tampak sedih dan terkejut pasca Perang Bubat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Jabatan Sang Panca Wilwatikta di Kerajaan Majapahit yang Bikin Pemberontakan Pertama

Pasca Perang Bubat, sebagaimana dikutip dari &quot;Tafsir Sejarah Nagarakretagama&quot; dari Prof. Slamet Muljana, Hayam Wuruk memang terlihat sedih. Ia merasa bersalah karena niatan menikahnya gagal terealisasi hingga membuat Dyah Pitaloka Citraresmi memilih bunuh diri.

Tetapi dikisahkan pada Pararaton sebagaimana tercantum pada buku tersebut, Hayam Wuruk akhirnya menikah dengan seorang perempuan cantik. Perempuan cantik itu bernama Paduka Sori, putri Wijayarajasa dari Wengker.

Bahkan Pararaton mengisahkan Hayam Wuruk konon masih hidup selama 32 tahun pasca Perang Bubat, hingga akhirnya mangkat atau meninggal dunia pada 1389. Menariknya konon hubungan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada tidak langsung renggang pasca Perang Bubat.


Mahapatih Gajah Mada konon masih ikut mengiringi sang prabu Hayam Wuruk dalam perjalanannya keliling ke Lumajang pada tahun 1359, sebagaimana terdapat di pupuh 18 / 2 Kakawin Pararaton. Bahkan Gajah Mada dan Hayam Wuruk juga masih sama-sama ikut dalam perayaan serada tahun 1362 untuk memperingati wafatnya Sri Rajapatni atau Gayatri, yang merupakan nenek Hayam Wuruk.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

20 Mobil dan 37 Motor di Jakarta Kena Tilang Uji Emisi


Pada tahun 1364 Pararaton menyinggung mangkatnya Gajah Mada sebagaimana pada pupuh 71 / 1. Kakawin Pararaton pulalah yang mengisahkan Gajah Mada melakukan mukti palapa atau bisa dikatakan pemberhentian dari jabatannya.



Pemberhentian Gajah Mada dari patih amangkubhumi ini konon terjadi sesudah Perang Bubat. Karena sang prabu Hayam Wuruk tidak menyetujui politik Gajah Mada terhadap Sunda. Peristiwa ini yang disebut sejarawan Slamet Muljana sama sekali tidak disinggung pada Nagarakretagama.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hati Hayam Wuruk hancur usai peristiwa Perang Bubat, yang membuat hancurnya Kerajaan Sunda. Bagaimana tidak, prosesi pernikahan antara Hayam Wuruk, Raja Majapahit, dengan putri Maharaja Linggabuana Wisesa, Raja Sunda, gagal terealisasikan.

Sang putri Raja Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi yang sedianya dinikahkan dengan Hayam Wuruk, yang sudah dimabuk cinta akan kecantikan putri Sunda sirna. Gajah Mada mencoba mempolitisasi pernikahan yang didasari dengan cinta.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bara Pemberontakan di Internal Majapahit, Raja Tewas di Tangan Abdi Dalem

Pada akhirnya peperangan pun terjadi. Peperangan berat sebelah ini mengakibatkan seluruh rombongan pengiring pengantin dari Kerajaan Sunda gugur. Konon dari pejabat Sunda - hingga pasukannya, termasuk sang raja sendiri hanya satu perwira yang berhasil melarikan diri yakni Pitar, karena berpura-pura gugur.

Sementara sang putri Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi memilih mengakhiri hidupnya sendiri melihat ayah ibunya gugur di tangan pasukan Bhayangkara yang dikomandoi Gajah Mada. Ia tampak sedih dan terkejut pasca Perang Bubat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Jabatan Sang Panca Wilwatikta di Kerajaan Majapahit yang Bikin Pemberontakan Pertama

Pasca Perang Bubat, sebagaimana dikutip dari &quot;Tafsir Sejarah Nagarakretagama&quot; dari Prof. Slamet Muljana, Hayam Wuruk memang terlihat sedih. Ia merasa bersalah karena niatan menikahnya gagal terealisasi hingga membuat Dyah Pitaloka Citraresmi memilih bunuh diri.

Tetapi dikisahkan pada Pararaton sebagaimana tercantum pada buku tersebut, Hayam Wuruk akhirnya menikah dengan seorang perempuan cantik. Perempuan cantik itu bernama Paduka Sori, putri Wijayarajasa dari Wengker.

Bahkan Pararaton mengisahkan Hayam Wuruk konon masih hidup selama 32 tahun pasca Perang Bubat, hingga akhirnya mangkat atau meninggal dunia pada 1389. Menariknya konon hubungan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada tidak langsung renggang pasca Perang Bubat.


Mahapatih Gajah Mada konon masih ikut mengiringi sang prabu Hayam Wuruk dalam perjalanannya keliling ke Lumajang pada tahun 1359, sebagaimana terdapat di pupuh 18 / 2 Kakawin Pararaton. Bahkan Gajah Mada dan Hayam Wuruk juga masih sama-sama ikut dalam perayaan serada tahun 1362 untuk memperingati wafatnya Sri Rajapatni atau Gayatri, yang merupakan nenek Hayam Wuruk.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

20 Mobil dan 37 Motor di Jakarta Kena Tilang Uji Emisi


Pada tahun 1364 Pararaton menyinggung mangkatnya Gajah Mada sebagaimana pada pupuh 71 / 1. Kakawin Pararaton pulalah yang mengisahkan Gajah Mada melakukan mukti palapa atau bisa dikatakan pemberhentian dari jabatannya.



Pemberhentian Gajah Mada dari patih amangkubhumi ini konon terjadi sesudah Perang Bubat. Karena sang prabu Hayam Wuruk tidak menyetujui politik Gajah Mada terhadap Sunda. Peristiwa ini yang disebut sejarawan Slamet Muljana sama sekali tidak disinggung pada Nagarakretagama.



</content:encoded></item></channel></rss>
