<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Situs Resmi Diduga Kena Retas, Kemhan Pastikan Website Tak Terkendala   </title><description>Edwin pun menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi yang tersebar di media sosial itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala"/><item><title>Situs Resmi Diduga Kena Retas, Kemhan Pastikan Website Tak Terkendala   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala-jmjGzgRjsN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi peretasan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2912918/situs-resmi-diduga-kena-retas-kemhan-pastikan-website-tak-terkendala-jmjGzgRjsN.jpg</image><title>ilustrasi peretasan. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi85LzE3MDIwOC81L3g4bnNkNDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Karo Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha memastikan bahwa website resmi milik Kementeriannya tidak ada kendala dan dapat diakses oleh publik. Hal tersebut ia ungkap merespons kabar yang menyebut bahwa telah terjadi peretasan pada situs Kemhan.

&quot;Untuk website tidak ada kendala, namun Satker yang menangani hal ini sedang melaksanakan pemeriksaan terkait informasi tersebut,&quot; kata Edwin kepada MNC Portal, Kamis (2/11/2023).&amp;nbsp;

Edwin pun menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi yang tersebar di media sosial itu.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Geger Situs Kemhan Diduga Diretas, Brigjen Edwin: Sedang Kami Dalami&amp;nbsp;

&quot;Kami sedang mendalami informasi tersebut melalui satker terkait, perkembangan informasi akan kami update yah Mbak,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Sebagai informasi, sebuah akun Twitter atau X yang fokus pada laporan keamanan siber @stealthmole_int, menyebut bahwa ada seorang peretas yang mengaku telah membobol situs resmi milik Kemhan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akun Donald Trump Jr Diretas, Sebut Donald Trump Meninggal Dunia

&quot;Muncul Peretas yang Mengaku Menjual Akses ke Kementerian Pertahanan Indonesia. Seorang peretas mengaku telah berhasil meretas Kementerian Pertahanan Indonesia dan memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web tersebut, serta akses admin,&quot; tulis akun @stealthmole_int, Rabu (1/11/2023).&amp;nbsp;

&quot;Sebagai buktinya, peretas membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64TB data. Analisis tangkapan layar tidak menutup kemungkinan bahwa peretas mengakses situs web tersebut,&quot; sambungnya.&amp;nbsp;Edwin belum dapat memerinci apakah ada kebocoran data seperti yang diklaim sang peretas. Ia menegaskan, informasi selanjutnya akan disampaikan setelah pihaknya selesai melakukan penanganan.



&quot;Perkembangan akan kami update setelah selesai dilakukan pemeriksaan yah mbak,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi85LzE3MDIwOC81L3g4bnNkNDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Karo Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha memastikan bahwa website resmi milik Kementeriannya tidak ada kendala dan dapat diakses oleh publik. Hal tersebut ia ungkap merespons kabar yang menyebut bahwa telah terjadi peretasan pada situs Kemhan.

&quot;Untuk website tidak ada kendala, namun Satker yang menangani hal ini sedang melaksanakan pemeriksaan terkait informasi tersebut,&quot; kata Edwin kepada MNC Portal, Kamis (2/11/2023).&amp;nbsp;

Edwin pun menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi yang tersebar di media sosial itu.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Geger Situs Kemhan Diduga Diretas, Brigjen Edwin: Sedang Kami Dalami&amp;nbsp;

&quot;Kami sedang mendalami informasi tersebut melalui satker terkait, perkembangan informasi akan kami update yah Mbak,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Sebagai informasi, sebuah akun Twitter atau X yang fokus pada laporan keamanan siber @stealthmole_int, menyebut bahwa ada seorang peretas yang mengaku telah membobol situs resmi milik Kemhan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akun Donald Trump Jr Diretas, Sebut Donald Trump Meninggal Dunia

&quot;Muncul Peretas yang Mengaku Menjual Akses ke Kementerian Pertahanan Indonesia. Seorang peretas mengaku telah berhasil meretas Kementerian Pertahanan Indonesia dan memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web tersebut, serta akses admin,&quot; tulis akun @stealthmole_int, Rabu (1/11/2023).&amp;nbsp;

&quot;Sebagai buktinya, peretas membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64TB data. Analisis tangkapan layar tidak menutup kemungkinan bahwa peretas mengakses situs web tersebut,&quot; sambungnya.&amp;nbsp;Edwin belum dapat memerinci apakah ada kebocoran data seperti yang diklaim sang peretas. Ia menegaskan, informasi selanjutnya akan disampaikan setelah pihaknya selesai melakukan penanganan.



&quot;Perkembangan akan kami update setelah selesai dilakukan pemeriksaan yah mbak,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
