<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Akhir Desember Realisasi Investasi di Ibu Kota Nusantara Capai Rp45 Triliun</title><description>Menurutnya, pemindahan dilakukan karena tingginya beban Pulau Jawa baik dari sisi jumlah penduduk maupun perputaran ekonomi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun"/><item><title>Jokowi: Akhir Desember Realisasi Investasi di Ibu Kota Nusantara Capai Rp45 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun-tjDbCGIkVH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2913185/jokowi-akhir-desember-realisasi-investasi-di-ibu-kota-nusantara-capai-rp45-triliun-tjDbCGIkVH.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi83LzE3MzExNC81L3g4cGEzZG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  kembali menjelaskan alasan perlunya ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke Nusantara. Menurutnya, pemindahan dilakukan karena tingginya beban Pulau Jawa baik dari sisi jumlah penduduk maupun perputaran ekonomi.
&quot;Kita perlu yang namanya pemerataan, baik pemerataan pembangunan, pemerataan ekonomi, pemerataan infrastruktur. Oleh sebab itu, sejak Presiden pertama Bung Karno sudah memiliki gagasan dan rencana untuk memindahkan ibu kota. Pak Harto juga sama ingin memindahkan ibu kota dari Jakarta,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada groundbreaking pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).
Kepala Negara pun merasa senang karena setelah pemerintah memulai pembangunan Istana Presiden dan kantor-kantor pemerintahan di IKN, sektor swasta mulai berinvestasi juga. Menurutnya, hingga akhir Desember nanti realisasi investasi yang ada di IKN telah mencapai Rp45 triliun.

BACA JUGA:
Kisah Tentang Cabai Terpedas di Dunia dan Sosok Penemunya

&quot;Hitungan kita sampai Desember nanti total Rp45 triliun akan memulai pekerjaannya di Ibu Kota Nusantara. Ada lima hotel yang akan segera dibangun: empat bintang lima, satu bintang empat. Ada empat rumah sakit yang juga sudah segera dimulai, dan juga sekolah,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
3 Destinasi Wisata di Malaysia yang Cocok buat Pencinta Alam dan Kuliner

Pembangunan di IKN sendiri dibiayai 20 persennya oleh pemerintah melalui APBN untuk infrastruktur dasar dan bangunan-bangunan pemerintah. Adapun 80 persen sisanya akan ditawarkan kepada sektor swasta dan dunia usaha melalui skema public private partnership atau PPP.Selain itu, Presiden Jokowi meyakini pembangunan perkantoran Bank Indonesia akan makin meningkatkan kepercayaan publik dan dunia usaha pada IKN dan mendukung pertumbuhan ekonomi di IKN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Ide Nama Bayi dari Bahasa Sansekerta yang Cocok dengan Masyarakat Indonesia

&quot;Keberadaan gedung perkantoran Bank Indonesia di IKN ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, dunia usaha, dan investor karena otoritas moneter, perbankan, dan sistem pembayaran telah ada dan siap mendukung pengembangan IKN, siap mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara,&quot; ujar Presiden.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Rekor Gila Lionel Messi yang Hampir Mustahil Dipecahkan, Nomor 1 Ungguli Jauh Cristiano Ronaldo!

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi83LzE3MzExNC81L3g4cGEzZG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  kembali menjelaskan alasan perlunya ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke Nusantara. Menurutnya, pemindahan dilakukan karena tingginya beban Pulau Jawa baik dari sisi jumlah penduduk maupun perputaran ekonomi.
&quot;Kita perlu yang namanya pemerataan, baik pemerataan pembangunan, pemerataan ekonomi, pemerataan infrastruktur. Oleh sebab itu, sejak Presiden pertama Bung Karno sudah memiliki gagasan dan rencana untuk memindahkan ibu kota. Pak Harto juga sama ingin memindahkan ibu kota dari Jakarta,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada groundbreaking pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).
Kepala Negara pun merasa senang karena setelah pemerintah memulai pembangunan Istana Presiden dan kantor-kantor pemerintahan di IKN, sektor swasta mulai berinvestasi juga. Menurutnya, hingga akhir Desember nanti realisasi investasi yang ada di IKN telah mencapai Rp45 triliun.

BACA JUGA:
Kisah Tentang Cabai Terpedas di Dunia dan Sosok Penemunya

&quot;Hitungan kita sampai Desember nanti total Rp45 triliun akan memulai pekerjaannya di Ibu Kota Nusantara. Ada lima hotel yang akan segera dibangun: empat bintang lima, satu bintang empat. Ada empat rumah sakit yang juga sudah segera dimulai, dan juga sekolah,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
3 Destinasi Wisata di Malaysia yang Cocok buat Pencinta Alam dan Kuliner

Pembangunan di IKN sendiri dibiayai 20 persennya oleh pemerintah melalui APBN untuk infrastruktur dasar dan bangunan-bangunan pemerintah. Adapun 80 persen sisanya akan ditawarkan kepada sektor swasta dan dunia usaha melalui skema public private partnership atau PPP.Selain itu, Presiden Jokowi meyakini pembangunan perkantoran Bank Indonesia akan makin meningkatkan kepercayaan publik dan dunia usaha pada IKN dan mendukung pertumbuhan ekonomi di IKN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Ide Nama Bayi dari Bahasa Sansekerta yang Cocok dengan Masyarakat Indonesia

&quot;Keberadaan gedung perkantoran Bank Indonesia di IKN ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, dunia usaha, dan investor karena otoritas moneter, perbankan, dan sistem pembayaran telah ada dan siap mendukung pengembangan IKN, siap mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara,&quot; ujar Presiden.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Rekor Gila Lionel Messi yang Hampir Mustahil Dipecahkan, Nomor 1 Ungguli Jauh Cristiano Ronaldo!

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun.



</content:encoded></item></channel></rss>
