<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karhutla Gunung Abang Bali, BNPB: Medan Terjal Sulitkan Pemadaman</title><description>Hingga saat ini api belum dapat dipadamkan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman"/><item><title>Karhutla Gunung Abang Bali, BNPB: Medan Terjal Sulitkan Pemadaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman-y5BeBPCrXh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: BNPB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/337/2913225/karhutla-gunung-abang-bali-bnpb-medan-terjal-sulitkan-pemadaman-y5BeBPCrXh.JPG</image><title>Foto: BNPB</title></images><description>JAKARTA - Kebakaran hutan (karhutla) terjadi di Gunung Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporkan titik api terpantau pada Minggu lalu (31/10). Hingga saat ini api belum dapat dipadamkan.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan. Meski begitu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan lokasi titik api berada di medan terjal puncak gunung. &amp;ldquo;Kondisi itu menyulitkan pemadaman secara optimal,&amp;rdquo; katanya dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (2/11/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan selain kendala medan, upaya pemadaman memiliki risiko tinggi disebabkan oleh cuaca panas, angin kencang dan asap yang mudah berubah arah mengikuti arah angin.

BACA JUGA:
Lahan Terbakar Gunung Merbabu Capai 489,07 Hektare, BNPB: 91 Orang Mengungsi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem juga terus berupaya untuk meminimalkan dampak karhutla. Langkah yang dilakukan yaitu dengan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api merembet lebih luas.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, penanganan karhutla Gunung Abang membutuhkan upaya penanganan dari udara, baik secara alami maupun buatan.&amp;ldquo;Tipikal Gunung Abang ini kan bidang vertikal sehingga kalau kita mau bawa personel ke atas cukup sulit, belum lagi peralatannya. Sumber air juga terbatas. Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk diadakan teknologi modifikasi cuaca agar turun hujan di wilayah yang terjadi karhutla,&amp;rdquo; ujar Arimbawa.
Data terakhir, lahan terbakar merupakan wilayah hutan lindung Munduk Asti di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat. Total hutan terbakar seluas 1.048 ha. Kerugian material dalam karhutla ini adanya pipa sambungan air yang terbakar.
BPBD setempat bersama dinas kehutanan dan kelompok tani Jatituhu terus melakukan pemantauan titik api di Gunung Abang. &amp;ldquo;Kami terus lakukan pemantauan, khususnya pada malam hari karena di situ waktunya titik api terlihat jelas, kalau siang hanya tampak kepulan asap saja,&amp;rdquo; pungkas Arimbawa.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebakaran hutan (karhutla) terjadi di Gunung Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporkan titik api terpantau pada Minggu lalu (31/10). Hingga saat ini api belum dapat dipadamkan.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan. Meski begitu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan lokasi titik api berada di medan terjal puncak gunung. &amp;ldquo;Kondisi itu menyulitkan pemadaman secara optimal,&amp;rdquo; katanya dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (2/11/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan selain kendala medan, upaya pemadaman memiliki risiko tinggi disebabkan oleh cuaca panas, angin kencang dan asap yang mudah berubah arah mengikuti arah angin.

BACA JUGA:
Lahan Terbakar Gunung Merbabu Capai 489,07 Hektare, BNPB: 91 Orang Mengungsi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem juga terus berupaya untuk meminimalkan dampak karhutla. Langkah yang dilakukan yaitu dengan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api merembet lebih luas.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, penanganan karhutla Gunung Abang membutuhkan upaya penanganan dari udara, baik secara alami maupun buatan.&amp;ldquo;Tipikal Gunung Abang ini kan bidang vertikal sehingga kalau kita mau bawa personel ke atas cukup sulit, belum lagi peralatannya. Sumber air juga terbatas. Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk diadakan teknologi modifikasi cuaca agar turun hujan di wilayah yang terjadi karhutla,&amp;rdquo; ujar Arimbawa.
Data terakhir, lahan terbakar merupakan wilayah hutan lindung Munduk Asti di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat. Total hutan terbakar seluas 1.048 ha. Kerugian material dalam karhutla ini adanya pipa sambungan air yang terbakar.
BPBD setempat bersama dinas kehutanan dan kelompok tani Jatituhu terus melakukan pemantauan titik api di Gunung Abang. &amp;ldquo;Kami terus lakukan pemantauan, khususnya pada malam hari karena di situ waktunya titik api terlihat jelas, kalau siang hanya tampak kepulan asap saja,&amp;rdquo; pungkas Arimbawa.</content:encoded></item></channel></rss>
