<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>24 Kasus Cacar Monyet di Jakarta, Semua Terinfeksi dari Seks Bebas</title><description>Sebanyak 24 kasus aktif cacar monyet di wilayah DKI Jakarta masih menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit (RS).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas"/><item><title>24 Kasus Cacar Monyet di Jakarta, Semua Terinfeksi dari Seks Bebas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas-ldhV6Swsr0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">cacar monyet (Foto: CNA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/338/2912931/24-kasus-cacar-monyet-di-jakarta-semua-terinfeksi-dari-seks-bebas-ldhV6Swsr0.jpg</image><title>cacar monyet (Foto: CNA)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA0Mi81L3g4cDkwdmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 24 kasus aktif cacar monyet di wilayah DKI Jakarta masih menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit (RS).

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebutkan hingga 1 November 2023 pukul 19.00 WIB jumlah kasus aktif di DKI Jakarta berjumlah 24 orang.

BACA JUGA:
 Pemprov DKI: Kasus Cacar Monyet Mudah Menular di Komunitas Tertentu&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ngabila mengungkapkan, ada satu orang positif cacar monyet pada Agustus 2022 namun sudah sembuh saat ini.

Ia menjelaskan, dari kasus positif aktif cacar monyet di Ibu Kota Jakarta seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

&quot;Kasus positif aktif ada 24 orang, positivity rate PCR 29 persen, semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun,&quot; ujar Ngabila.

BACA JUGA:
 Beredar Informasi Kasus Cacar Monyet Ditemukan di RS PMI Kota Bogor, Begini Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia kemudian merinci jumlah kasus positif cacar monyet di Jakarta yang seluruhnya sedang menjalani isolasi di RS. &quot;1 kasus 13 Oktober 2023, 1 kasus 19 Oktober 2023, 5 kasus 21 Oktober 2023, 3 kasus 24 Oktober 2023, 2 kasus 25 Oktober 2023, 2 kasus 26 Oktober 2023, 1 kasus 27 Oktober 2023, 1 kasus 28 Oktober 2023, 2 kasus 29 Oktober 2023, 3 kasus 30 Oktober 2023, 2 kasus 31 Oktober 2023, dan 1 kasus 1 November 2023,&quot; ujar Ngabila Salama.

Ia menambahkan, jumlah suspek atau terduga bergejala kasus cacar monyet sebanyak 6 orang di wilayah DKI Jakarta.

&quot;Pada 1 November 2023 ada 6 orang terduga suspek cacar monyet,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Dinkes DKI: 23 Kasus Aktif Cacar Monyet Semua Laki-Laki dan Terinfeksi dari Kontak Seks&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Sementara itu, jumlah orang yang diduga suspek namun hasil pemeriksaan PCR negatif berjumlah 60 orang.



&quot;Kemudian untuk KE Asimtomatis berjumlah 9 orang dan masyarakat yang diduga terpapar serta sudah menerima vaksinasi cacar monyet berjumlah 452 orang dari target 495 orang,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Sepak Terjang Nunung Syaifuddin, Dirtipidter Bareskrim Polri yang Baru Pecah Bintang




Sebagaimana diketahui, seluruh pasien positif cacar monyet pada umumnya merupakan laki-laki usia produktif antara 25-50 tahun.




Meskipun awalnya berasal dari luar negeri, hasil penelusuran Kementerian Kesehatan RI diketahui 6 pasien Monkeypox juga merupakan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi Biseksual.







Penderita cacar monyet diketahui pada umumnya memiliki faktor perilaku seks beresiko (homo seksual dan seks bebas) dengan ciri-ciri muncul lesi dan ruam kemerahan, dan diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.

BACA JUGA:
Pecah Bintang, Armia Fahmi Jenderal Polisi dengan Segudang Pengalaman di Bidang SDM








Penularan terjadi dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA0Mi81L3g4cDkwdmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 24 kasus aktif cacar monyet di wilayah DKI Jakarta masih menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit (RS).

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebutkan hingga 1 November 2023 pukul 19.00 WIB jumlah kasus aktif di DKI Jakarta berjumlah 24 orang.

BACA JUGA:
 Pemprov DKI: Kasus Cacar Monyet Mudah Menular di Komunitas Tertentu&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ngabila mengungkapkan, ada satu orang positif cacar monyet pada Agustus 2022 namun sudah sembuh saat ini.

Ia menjelaskan, dari kasus positif aktif cacar monyet di Ibu Kota Jakarta seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

&quot;Kasus positif aktif ada 24 orang, positivity rate PCR 29 persen, semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun,&quot; ujar Ngabila.

BACA JUGA:
 Beredar Informasi Kasus Cacar Monyet Ditemukan di RS PMI Kota Bogor, Begini Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia kemudian merinci jumlah kasus positif cacar monyet di Jakarta yang seluruhnya sedang menjalani isolasi di RS. &quot;1 kasus 13 Oktober 2023, 1 kasus 19 Oktober 2023, 5 kasus 21 Oktober 2023, 3 kasus 24 Oktober 2023, 2 kasus 25 Oktober 2023, 2 kasus 26 Oktober 2023, 1 kasus 27 Oktober 2023, 1 kasus 28 Oktober 2023, 2 kasus 29 Oktober 2023, 3 kasus 30 Oktober 2023, 2 kasus 31 Oktober 2023, dan 1 kasus 1 November 2023,&quot; ujar Ngabila Salama.

Ia menambahkan, jumlah suspek atau terduga bergejala kasus cacar monyet sebanyak 6 orang di wilayah DKI Jakarta.

&quot;Pada 1 November 2023 ada 6 orang terduga suspek cacar monyet,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Dinkes DKI: 23 Kasus Aktif Cacar Monyet Semua Laki-Laki dan Terinfeksi dari Kontak Seks&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Sementara itu, jumlah orang yang diduga suspek namun hasil pemeriksaan PCR negatif berjumlah 60 orang.



&quot;Kemudian untuk KE Asimtomatis berjumlah 9 orang dan masyarakat yang diduga terpapar serta sudah menerima vaksinasi cacar monyet berjumlah 452 orang dari target 495 orang,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Sepak Terjang Nunung Syaifuddin, Dirtipidter Bareskrim Polri yang Baru Pecah Bintang




Sebagaimana diketahui, seluruh pasien positif cacar monyet pada umumnya merupakan laki-laki usia produktif antara 25-50 tahun.




Meskipun awalnya berasal dari luar negeri, hasil penelusuran Kementerian Kesehatan RI diketahui 6 pasien Monkeypox juga merupakan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi Biseksual.







Penderita cacar monyet diketahui pada umumnya memiliki faktor perilaku seks beresiko (homo seksual dan seks bebas) dengan ciri-ciri muncul lesi dan ruam kemerahan, dan diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.

BACA JUGA:
Pecah Bintang, Armia Fahmi Jenderal Polisi dengan Segudang Pengalaman di Bidang SDM








Penularan terjadi dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.</content:encoded></item></channel></rss>
