<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dinkes Depok: Belum Ada Laporan Konfirmasi Positif Kasus Cacar Monyet</title><description>Umi menambahkan akan berkoordinasi dengan tim terkait update kasus Monkeypox di Kota Depok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet"/><item><title>   Dinkes Depok: Belum Ada Laporan Konfirmasi Positif Kasus Cacar Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet-6Taezall56.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/338/2913164/dinkes-depok-belum-ada-laporan-konfirmasi-positif-kasus-cacar-monyet-6Taezall56.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: unsplash)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi81LzE3MzExMy81L3g4cGExem0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati mengklaim belum ada laporan terkait kasus konfirmasi positif Monkeypox atau Cacar Monyet di wilayah Kota Depok sejauh ini. Diketahui kasus Monkeypox di Tanah Air tengah merebak dan kasus terbanyak saat ini di wilayah DKI Jakarta yang didominasi penularan dari manusia ke manusia.
&quot;Terakhir belum ada laporan terkonfirmasi positif (terkait kasus Monkeypox),&quot; kata Umi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (2/11/2023).
Umi menambahkan akan berkoordinasi dengan tim terkait update kasus Monkeypox di Kota Depok.

BACA JUGA:
Emak-Emak Kena Peluru Nyasar di Depok, Wajahnya Berlumuran Darah

&quot;Saya koordinasikan ke tim ya update nya,&quot; ucapnya singkat.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkap update data kasus Monkeypox atau Cacar Monyet di Indonesia tembus 27 kasus dan yang terbanyak di DKI Jakarta.

BACA JUGA:
Heboh Dua Bocah Dikabarkan Menikah di Madura, Kejaksaan Turun Tangan

&quot;27 kasus konfirmasi, ada di Bandung 1 kasus, Tangsel 2, Kab Tangerang 2 dan 1 Kota Tangerang sisanya Jakarta,&quot; kata Siti saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (31/10/2023).Siti menjelaskan penyebaran kasus Monkeypox di tanah air didominasi akibat kontak seksual berisiko dengan berganti-ganti pasangan hingga sesama jenis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Calon Top Skor Piala Dunia U-17 2023, Nomor 1 Bomber Timnas Indonesia U-17!

&quot;Kontak seksual yang beresiko, berganti-ganti dan banyak pasangan terutama pada kelompok seks dengan sesama jenis,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Dukung Penyiaran Lokal, Wali Kota Denpasar: Bisa untuk Promosi Wisata

Lebih lanjut, Siti menegaskan penularan kasus Monkeypox dari manusia ke manusia belum ditemukan dari hewan ke manusia.

&quot;Semua penularan dari manusia ke manusia,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi81LzE3MzExMy81L3g4cGExem0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati mengklaim belum ada laporan terkait kasus konfirmasi positif Monkeypox atau Cacar Monyet di wilayah Kota Depok sejauh ini. Diketahui kasus Monkeypox di Tanah Air tengah merebak dan kasus terbanyak saat ini di wilayah DKI Jakarta yang didominasi penularan dari manusia ke manusia.
&quot;Terakhir belum ada laporan terkonfirmasi positif (terkait kasus Monkeypox),&quot; kata Umi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (2/11/2023).
Umi menambahkan akan berkoordinasi dengan tim terkait update kasus Monkeypox di Kota Depok.

BACA JUGA:
Emak-Emak Kena Peluru Nyasar di Depok, Wajahnya Berlumuran Darah

&quot;Saya koordinasikan ke tim ya update nya,&quot; ucapnya singkat.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkap update data kasus Monkeypox atau Cacar Monyet di Indonesia tembus 27 kasus dan yang terbanyak di DKI Jakarta.

BACA JUGA:
Heboh Dua Bocah Dikabarkan Menikah di Madura, Kejaksaan Turun Tangan

&quot;27 kasus konfirmasi, ada di Bandung 1 kasus, Tangsel 2, Kab Tangerang 2 dan 1 Kota Tangerang sisanya Jakarta,&quot; kata Siti saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (31/10/2023).Siti menjelaskan penyebaran kasus Monkeypox di tanah air didominasi akibat kontak seksual berisiko dengan berganti-ganti pasangan hingga sesama jenis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Calon Top Skor Piala Dunia U-17 2023, Nomor 1 Bomber Timnas Indonesia U-17!

&quot;Kontak seksual yang beresiko, berganti-ganti dan banyak pasangan terutama pada kelompok seks dengan sesama jenis,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Dukung Penyiaran Lokal, Wali Kota Denpasar: Bisa untuk Promosi Wisata

Lebih lanjut, Siti menegaskan penularan kasus Monkeypox dari manusia ke manusia belum ditemukan dari hewan ke manusia.

&quot;Semua penularan dari manusia ke manusia,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
