<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Situs Diretas, Kemenhan Pastikan Tak Ada Data Sensitif Bocor</title><description>Diduga Situs Diretas, Kemenhan Pastikan Tak Ada Data Sensitif Bocor
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor"/><item><title>Diduga Situs Diretas, Kemenhan Pastikan Tak Ada Data Sensitif Bocor</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor-DtBCurkmh0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diduga situs diretas, Kemenhan pastikan tak ada data sensitif bocor. (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/337/2913635/diduga-situs-diretas-kemenhan-pastikan-tak-ada-data-sensitif-bocor-DtBCurkmh0.jpg</image><title>Diduga situs diretas, Kemenhan pastikan tak ada data sensitif bocor. (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>

JAKARTA - Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, memastikan tidak ada kebocoran data dalam dugaan peretasan yang dialami situs resminya. Terlebih, situs tersebut memang tidak memuat data sensitif.

&quot;Kemhan ingin menegaskan, meskipun situs Kemenhan memuat sejumlah data namun tidak ada data sensitif yang berpotensi terdampak,&quot; kata Edwin kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Pihaknya, kata Edwin, juga telah melakukan langkah-langkah keamanan yang ketat guna melindungi data sensitif serta memastikan informasi yang disajikan di situs Kemenhan tetap akurat dan dapat dipercaya.







BACA JUGA:
Geger Situs Kemhan Diduga Diretas, Brigjen Edwin: Sedang Kami Dalami&amp;nbsp;










&quot;Selain melakukan assessment terhadap jaringan data dan internet, Kemhan juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang ada untuk mengantisipasi dan mencegah potensi kebocoran data di masa depan,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini Kemenhan telah mengerahkan Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) untuk mendalami dugaan peretasan terhadap situs Kemhan RI.

&quot;CSIRT untuk mendalami hal tersebut dengan melakukan assessment terhadap jaringan data dan internet di lingkungan Kemenhan,&quot; kata Edwin Adrian Sumantha kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).






BACA JUGA:
 Situs Kemhan Diretas, 1,64 TB Data Disebut Berhasil Dicuri&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kegiatan tersebut untuk menginvestigasi dan sekaligus memastikan keamanan jaringan data dan internet di lingkungan Kemhan RI,&quot; tuturnya.

Edwin mengatakan, untuk sementara waktu situs Kemenhan dinonaktifkan agar CSIRT dapat mendalami dugaan peretasan dan mengidentifikasi akar permasalahannya.







BACA JUGA:
Situs Resmi Kemhan Nonaktif Sementara Usai Diduga Alami Peretasan









&quot;Situs Kemenhan merupakan sumber informasi penting bagi masyarakat, sehingga Kemhan berkomitmen untuk segera menghidupkan kembali situs resmi Kemhan setelah kegiatan assessment selesai dan keamanan jaringan terverifikasi,&quot; katanya.



&quot;Kemenhan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat nonaktifnya situs Kemhan tersebut,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, memastikan tidak ada kebocoran data dalam dugaan peretasan yang dialami situs resminya. Terlebih, situs tersebut memang tidak memuat data sensitif.

&quot;Kemhan ingin menegaskan, meskipun situs Kemenhan memuat sejumlah data namun tidak ada data sensitif yang berpotensi terdampak,&quot; kata Edwin kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Pihaknya, kata Edwin, juga telah melakukan langkah-langkah keamanan yang ketat guna melindungi data sensitif serta memastikan informasi yang disajikan di situs Kemenhan tetap akurat dan dapat dipercaya.







BACA JUGA:
Geger Situs Kemhan Diduga Diretas, Brigjen Edwin: Sedang Kami Dalami&amp;nbsp;










&quot;Selain melakukan assessment terhadap jaringan data dan internet, Kemhan juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang ada untuk mengantisipasi dan mencegah potensi kebocoran data di masa depan,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini Kemenhan telah mengerahkan Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) untuk mendalami dugaan peretasan terhadap situs Kemhan RI.

&quot;CSIRT untuk mendalami hal tersebut dengan melakukan assessment terhadap jaringan data dan internet di lingkungan Kemenhan,&quot; kata Edwin Adrian Sumantha kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).






BACA JUGA:
 Situs Kemhan Diretas, 1,64 TB Data Disebut Berhasil Dicuri&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kegiatan tersebut untuk menginvestigasi dan sekaligus memastikan keamanan jaringan data dan internet di lingkungan Kemhan RI,&quot; tuturnya.

Edwin mengatakan, untuk sementara waktu situs Kemenhan dinonaktifkan agar CSIRT dapat mendalami dugaan peretasan dan mengidentifikasi akar permasalahannya.







BACA JUGA:
Situs Resmi Kemhan Nonaktif Sementara Usai Diduga Alami Peretasan









&quot;Situs Kemenhan merupakan sumber informasi penting bagi masyarakat, sehingga Kemhan berkomitmen untuk segera menghidupkan kembali situs resmi Kemhan setelah kegiatan assessment selesai dan keamanan jaringan terverifikasi,&quot; katanya.



&quot;Kemenhan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat nonaktifnya situs Kemhan tersebut,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
