<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Jenderal Agus Subiyanto yang Pernah Ditolak Jadi Satpam Kini Calon Tunggal Panglima TNI</title><description>Jenderal Agus Subiyanto, namanya masuk sebagai calon tunggal Panglima TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni"/><item><title>Kisah Jenderal Agus Subiyanto yang Pernah Ditolak Jadi Satpam Kini Calon Tunggal Panglima TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni-vd8Uhw7cWP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Agus Subiyanto (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/337/2913820/kisah-jenderal-agus-subiyanto-yang-pernah-ditolak-jadi-satpam-kini-calon-tunggal-panglima-tni-vd8Uhw7cWP.jpg</image><title>Jenderal Agus Subiyanto (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk3My81L3g4cDdpOTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenderal Agus Subiyanto, namanya masuk sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan memasuki pensiun. Agus diketahui baru saja dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 25 Oktober 2023.
Sedikit yang tahu, Agus menjalani kehidupan yang getir untuk bisa menjadi seorang tentara. Pria kelahiran Cimahi 5 Agustus 1967 itu harus kehilangan ibunya sejak berusia 5 tahun. Kemudian, ayahnya, Dedi Unadi meninggal ketika Agus kelas 2 SMA.

BACA JUGA:
3 Panglima TNI yang Berasal dari TNI AL, Siapa Saja?

Ayah Agus yang merupakan prajurit TNI berpangkat Sersan Kepala meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada 1984. Untuk melanjutkan hidup, Agus bersama adik-adiknya dan ibu tiri mengandalkan pensiun sang ayah.
Agus menjadi seorang tentara ternyata juga menjadi harapan sang ayah. Karena sebelum meninggal, sang ayah menyampaikan harapan agar Agus mengikuti jejaknya menjadi tentara.

BACA JUGA:
Yudo Margono Akui Agus Subiyanto Cocok Gantikan Dirinya Jadi Panglima TNI

Agus akhirnya mengikuti tes di Sekolah Calon Bintara Kodam III/Siliwingi selepas SMA pada 1986. Sayangnya, Agus dinyatakan tidak lulus.&amp;nbsp;
Namun, Agus direkomendasikan mengikuti Sekolah Calon Perwira tanpa tes. Lantaran tidak paham dengan rekomendasi tersebut, Agus malah melamar sebagai satuan pengamanan (Satpam) mal Internusa di Bogor.
Nasib menjadi satpam ternyata juga tak berpihak padanya. Lamarannya ditolak. Agus akhirnya kembali mencoba mewujudkan harapan sang ayah dengan mengikuti tes masuk Akabri pada 1988.Setelah menghabiskan jatah gagalnya, Agus berhasil lulus bahkan dengan nilai terbaik kedua se-Jawa Barat pada 1991. Setelah menjadi tentara, Agus terus melanjutkan pendidikan militer.
Mulai dari Sussarcab Infanteri, Komando, Dik Free Fall, Dik PARA Madya, Diklapa I, Suslapa Infanteri, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, Lemhannas.
Di militer kariernya moncer dengan mengawali sebagai Pama Pussenif, kemudian menjadi Pama Kopassus, Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus, Kapen Kopassus.

BACA JUGA:
Siswa SMP Dicekik Teman Sekelas Sampai Sesak Napas, Korban Trauma ke Sekolah

Lalu, menjadi Dandim 0735/Surakarta, Waasops Kasdivif 2/Kostrad, Asops Kasdam I/Bukit Barisan, Dosen Madya Seskoad.
Pamen Denma Mabesad, Danrindam II/Sriwijaya, Danrem 132/Tadulako, Pamen Denma Mabesad, Wadanpussenif Kodiklatad, Danrem 061/Surya Kencana.

BACA JUGA:
Menlu Retno Sebut 3 WNI Relawan MER-C Putuskan Tinggal di Gaza

Agus juga pernah menjadi Danpaspampres, Pangdam III/Siliwangi, dan Wakasad. Kini, Jenderal yang Abituren Akademi Militer tahun 1991 dan berasal dari Korps Infanteri Kopassus itu menjabat sebagai KSAD dan menjadi calon tunggal Panglima TNI.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk3My81L3g4cDdpOTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenderal Agus Subiyanto, namanya masuk sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan memasuki pensiun. Agus diketahui baru saja dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 25 Oktober 2023.
Sedikit yang tahu, Agus menjalani kehidupan yang getir untuk bisa menjadi seorang tentara. Pria kelahiran Cimahi 5 Agustus 1967 itu harus kehilangan ibunya sejak berusia 5 tahun. Kemudian, ayahnya, Dedi Unadi meninggal ketika Agus kelas 2 SMA.

BACA JUGA:
3 Panglima TNI yang Berasal dari TNI AL, Siapa Saja?

Ayah Agus yang merupakan prajurit TNI berpangkat Sersan Kepala meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada 1984. Untuk melanjutkan hidup, Agus bersama adik-adiknya dan ibu tiri mengandalkan pensiun sang ayah.
Agus menjadi seorang tentara ternyata juga menjadi harapan sang ayah. Karena sebelum meninggal, sang ayah menyampaikan harapan agar Agus mengikuti jejaknya menjadi tentara.

BACA JUGA:
Yudo Margono Akui Agus Subiyanto Cocok Gantikan Dirinya Jadi Panglima TNI

Agus akhirnya mengikuti tes di Sekolah Calon Bintara Kodam III/Siliwingi selepas SMA pada 1986. Sayangnya, Agus dinyatakan tidak lulus.&amp;nbsp;
Namun, Agus direkomendasikan mengikuti Sekolah Calon Perwira tanpa tes. Lantaran tidak paham dengan rekomendasi tersebut, Agus malah melamar sebagai satuan pengamanan (Satpam) mal Internusa di Bogor.
Nasib menjadi satpam ternyata juga tak berpihak padanya. Lamarannya ditolak. Agus akhirnya kembali mencoba mewujudkan harapan sang ayah dengan mengikuti tes masuk Akabri pada 1988.Setelah menghabiskan jatah gagalnya, Agus berhasil lulus bahkan dengan nilai terbaik kedua se-Jawa Barat pada 1991. Setelah menjadi tentara, Agus terus melanjutkan pendidikan militer.
Mulai dari Sussarcab Infanteri, Komando, Dik Free Fall, Dik PARA Madya, Diklapa I, Suslapa Infanteri, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, Lemhannas.
Di militer kariernya moncer dengan mengawali sebagai Pama Pussenif, kemudian menjadi Pama Kopassus, Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus, Kapen Kopassus.

BACA JUGA:
Siswa SMP Dicekik Teman Sekelas Sampai Sesak Napas, Korban Trauma ke Sekolah

Lalu, menjadi Dandim 0735/Surakarta, Waasops Kasdivif 2/Kostrad, Asops Kasdam I/Bukit Barisan, Dosen Madya Seskoad.
Pamen Denma Mabesad, Danrindam II/Sriwijaya, Danrem 132/Tadulako, Pamen Denma Mabesad, Wadanpussenif Kodiklatad, Danrem 061/Surya Kencana.

BACA JUGA:
Menlu Retno Sebut 3 WNI Relawan MER-C Putuskan Tinggal di Gaza

Agus juga pernah menjadi Danpaspampres, Pangdam III/Siliwangi, dan Wakasad. Kini, Jenderal yang Abituren Akademi Militer tahun 1991 dan berasal dari Korps Infanteri Kopassus itu menjabat sebagai KSAD dan menjadi calon tunggal Panglima TNI.</content:encoded></item></channel></rss>
